Rabu, 9 Mei, 2018 10:50 am

MTQ Kepri 2018 di Lingga, Gubernur Berharap Jadi Media Dakwah dan Pemacu Pembangunan

RiauKepri.com, LINGGA — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VII Kepulauan Riau yang dilaksanakan di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun, Selasa (8/5) malam.

Pembukaan MTQ VII Kepri ini tampak semarak dan meriah diawali dengan berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu, malam taaruf, pawai taaruf, peresmian bazar MTQ hingga acara puncaknya yakni pembukaan MTQ VII Kepulauan Riau.

Masyarakat juga tampak antusias menyaksikan malam pembukaan MTQ VII yang diisi dengan berbagai pertunjukan tersebut. Diawali dengan barisan defile kafilah, kemudian penampilan marching band dari pelajar SMP Lingga, seni lukis pasir, juga marching band yang didatangkan dari Kota Batam dan lainnya.

Pembukaan MTQ VII ditandai dengan pemukulan bedug oleh Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Wakil Gubernur Kepri H Isdianto, Anggota DPR RI Nyat Kadir, Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Bupati Lingga Alias Wello, Wakil Bupati Lingga M Nizar dan jajaran FKPD.

Dalam Sambutannya Gubernur Nurdin mengatakan jika semarak MTQ VII seperti hari raya kedua. Masyarakat tampak menikmati suasananya, tampak para peserta memakai baju baru dan masyarakatpun senang karena nuansa kampung berubah menjadi ramai.

“Semarak MTQ ini seperti lebaran kedua. Even keagamaan ini selain menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif, juga secara nyata telah terbukti mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan di daerah. Juga sebagai penyejuk dan perekat kebersamaan masyarakat,” kata Gubernur.

Baca juga :  Bazar MTQ Kepri 2018 Menggerakkan Ekonomi dan Silaturahim

Gubernur berharap para qari dan qariah bisa memberikan penampilan terbaiknya di MTQ VII ini. Dan para dewan hakim juga harua tegas, jujur serta adil dalam membuat keputusan. Karena para peserta yang juara di MTQ Kepri nantinya akan mewakili Kepri di ajang MTQ Nasional XXVI di Sumatera Utara, Medan.

“Selamat bertanding dan juniung tinggi sportifitas,” pesannya.

Adapun yang terpenting yang diharapkan oleh Gubernur dari MTQ VII kali ini adalah agar bisa membumikan Alquran di Provinsi Kepulauan Riau, sehingga tiada hari tanpa baca Alquran. Apalagi masyarakat melayu identik dengan Islam, oleh karena itu baca Alqur’an menjadi kewajiban setiap hari.

Disamping membaca, juga wajib memahami maknanya, kemudian menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kedalam kehidupan sehari-hari, sehingga dengan demikian hidup akan aman, tenteram, bahagia dan sejahtera.

“Hindari pertikaian dalam hidup ini, karena alqur’an telah mengajarkanya kepada kita semua, bangun silaturahim diantara sesama, jangan saling hasut menghasut, dan jangan pula saling fitnah-memfitnah, karena hanya dengan cara itu pembangunan di Kepulauan Riau dapat berlangsung dengan baik, aman dan terkendali,” ujar Gubernur.

Baca juga :  Bersinergi dalam Melayani Masyarakat

Gubernur juga berterimakasih kepada segenap kafilah MTQ VII yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota.

Ketua 1 LPTQ Kepri TS Arif Fadillah dalam laporannya mengatakan sedikitnya 256 qari dan qariah yang akan bertanding di MTQ VII 2018 ini, serta ditambah dengan jumlah peserta pawai taaruf sekitar 1000 orang.

“Terimakasih kepada tuan rumah dan seluruh panitia yang telah bekerja keras mensukseskan acara ini. Begitu juga kepada seluruh masyarakat Lingga, serta saya ucapkan selamat bertanding untuk para peserta,” kata Arif.

Sementara itu Bupati Lingga Alias Wello dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyemarakkan kegiatan MTQ VII ini. Apalagi lokasi astaka yang dibangun, dulunya adalah hutan belantara.

“Pemkab Lingga saat ini sedang giat membangun. Termasuk membangun jalan poros di jalur pesisir. Jika jadi nanti akan mampu memperpendek rentang jalur Dabo – Jagoh, dari 30 KM hanya menjadi 20 KM. Selain itu kita juga mengembangkan pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Oleh sebab itu kami memohon perhatian dari Pemprov Kepri agar menambah alokasi dana untuk kami, agar Lingga bisa cepat maju dan berkembang. Tidak hanya pemerintah provinsi, tetapi juga pemerintah pusat,” kata Alias Wello.(RK/bsr)