Selasa, 5 September, 2017 11:54 am

MTQ XVII Siak Sesuatu Spesial dan Tercapainya Generasi Penghafal Qur’an

RiauKepri.com, SIAK–Ketika jarum jam menunjukan pukul 20.44 WIB, iringan mobil Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, memasuki halaman Komplek Masjid Sultan Syarif Hasyim, Islamic Centre, tempat berlangsungnya MTQ XVII tingkat Kabupaten Siak.

Begitu orang nomor satu di negeri istana tersebut keluar dari mobil dinas merek Innova, langkahnya disambut dengan tengkah kompang berarak khas orang Melayu menyambut tamu

Kemudian, disaat kaki Syamsuar menginjak karpet merah, sekitar 10 meter menuju ke tempat duduk, suara napiri bertengkah pula dengan bunyi gendang panjang yang dimainkan dua orang lelaki, dan seiring dengan hal itu dua pesilat bergerak membuka langkah (jurus) mengikuti gendang menyambut rombongan.

Baru saja Syamsuar duduk pada tempatnya, tujuh penari wanita yang sudah standby di tengah-tengah-antara panggung dengan tenda utama-mengeliuk menarikan Tari Persembahan.

Tepat pukul 21.00 WIB, ribuan orang yang menyaksikan malam pembukaan MTQ, Senin (4/9/2017) malam itu, tersentak hening. Hal ini seiring dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an yang dibacakan qoriah internasional 2017, Zulaikha, dan qoriah nasional 2016, Tri Wurandari.

Dua qoriah itu “berduet” membacakan Al-qur’an, dan setiap penggalan ayat suci yang dibacakan disambut dengan seruan oleh undangan dengan menyebutkan, “Allah…” sepanjang tiga harkat.

Baca juga :  "Mengelitai" Joget Acara Nikahan, Ali Tewas Ditusuk Pakai Badik

Dalam laporannya, Ketua Panitia yang juga Camat Siak, Aditya, yang menjadi tuan rumah MTQ XVII, mengatakan, melalui MTQ ini menjadi sebuah momentum kecintaan kepada Allah dan tidak hanya sebagai media evaluasi dan pel0ajaran generasi yang qur’ani. Namun jauh dari itu, bahwa MTQ ini dalam upaya silaturahmi, dan mari realisasikan dalam norma kehidupan.

“MTQ kali ini, memang spesial. Penerima peserta melalui e-MTQ,” kata Kemenag Siak, Muharom, dan usai dia berpidato dilanjutkan dengan pelantikan dewan hakim dan majelis hakim yang dilakukan Syamsuar.

Syamsuar membuka MTQ XVII yang ditandai dengan pemukulan beduk.

Dalam sambutannya, Syamsuar menyebutkan, mudah-mudahan melalui Mushabaqah Tilawatil Qur’an yang dilaksanakan kali ini, akan semakin bertumbuh pula rasa cinta kkepada Al-Qur’an, serta semakin bersemangat mempelajari dan menjadikannya pedoman.

“Melalui ikhtiar kita dalam mendidik generasi muda dengan Al-Quran sekaligus membumikan Kalam Illahi ini ditengah masyarakat, Allah berikan ganjaran dengan senantiasa memberkahi negeri ini, sehingga memudahkan azam kita untuk menjadikan Kabupaten Siak sebagai salah satu destinasi wisata halal dan religius. Serta yang tak kalah pentingnya, Allah mudahkan ikhtiar kita untuk menjadikan anak-anak kita menjadi generasi yang Qurrata’ayyun,” kata Syamsuar.

Baca juga :  Ada Mayat di Tempat Penyimpanan Air Hotel Ct Dumai

Tema pelaksanaan Mushabaqah Tilawatil Qur’an tahun 2017; “Melalui MTQ ke-17 Tingkat Kabupaten Siak, mari kita realisasikan norma dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap prilaku dan kebijakan, demi menyongsong Kabupaten Siak sebagai tujuan wisata halal dan religius.”

Setakat ini, kata Syamsuar, untuk membina anak-anak dan generasi muda harapan bangsa untuk menjadi penghafal Qur’an telah mencapai kemajuan yang menggembirakan, berdasarkan data dari Kementerian Agama Kabupaten Siak Tahun 2017, jumlah peserta didik pada lembaga tahfizh di Kabupaten Siak, baik yang tengah menimba ilmu pada pondok pesantren tahfizh dan rumah tahfizh, maupun di madrasah-madrasah yang ada di Kabupaten Siak, jumlahnya saat ini telah mencapai lebih dari 700 orang. Jumlah ini belum termasuk putera-puteri Kabupaten Siak yang kita sekolahkan diluar daerah. Menurut catatan yang ada, selama periode 3 tahun terakhir ini jumlahnya hampir mencapai 300 orang.

Dari keseluruhan jumlah pelajar yang menuntut ilmu didalam dan luar daerah tersebut, semuanya adalah anak-anak kita para penghafal Qur’an, baik yang baru memulai dengan 1-5 juz hafalan, maupun yang sedang menyelesaikan 10, 20 dan 30 juz.
(hidayat)