Sabtu, 10 Februari, 2018 5:43 pm

Murid SD di Pekanbaru Buat Heboh Netizen, Ini Kata Kapolda Riau

RiauKepri.com, PEKANBARU- Seorang murid SD pada sebuah yayasan di Pekanbaru membuar netizen heboh. Betapa tidak, bocah ini mengibarkan

bendera hitam bertuliskan huruf arab dan menjadi viral di dunia maya youtube dan sejumlah media sosial lainnya.

Seiring mengibarkan bendera tersebut, sang bocah juga memandu teman-temannya menyanyikan lagu berbahasa arab, tak ubahnya sedang upacara bendera.

Menjawab wartawan, Kapolda Riau, Irjen Nandang, memastikan bendera hitam itu bukan milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilarang negara, dan dia menyakini aksi anak itu spontanitas.

“Bendera hitam itu bukan milik HTI, tidak ada kaitannya. Orangtua siswa dan guru di yayasan itu. Hal ini sudah kita mintai keterangannya,” ujar Nandang, Sabtu (10/2/2018).

Nandang juga menyebutkan, dia sudah me‎minta anak buahnya untuk memeriksa pihak sekolah dan orangtua siswa tersebut, dan agar tidak menimbulkan polemik, polisi meminta untuk tidak mengulangi lagi pengibaran bendera itu di sekolah terhadap anak didik yang masih kecil.

Baca juga :  Kemasyuran Siak Menjadi Pesona Warga Memilih Paslon Nomor 1

“Sudah kita himbau kepada pihak sekolah, orangtua, dan dinas pendidikan, tidak perlu diulangi lagi. Mereka kan masih anak-anak ya,” ungkap Nandang.

Pengibaran bendera itu direkam oleh orangtua siswa yang bersangkutan pada Jumat (9/2/2018), video itu berdurasi 38 detik. Kemudian, rekaman video itu disebar melalui facebook dan youtube. Video itu direkam di Sekolah Dasar Islam Terpadu, Bunnaya, Kota Pekanbaru.

Dalam video tersebut tampak seorang siswa berseragam pramuka sedang mengibarkan bendera warna hitam dengan tulisan kalimat Tauhid berbahasa Arab bewarna putih.

Pengibaran bendera dilakukan di halaman sekolah, dengan disaksikan oleh puluhan siswa dan tampak sejumlah orang dewasa berdiri di samping siswa yang mengibarkan bendera tersebut.

Tersebarnya video itu, sejumlah kalangan sempat menilai bahwa bendera itu mirip dengan bendera Ormas HTI yang telah dibubarkan oleh Pemerintah.

Baca juga :  Sudah Dua Minggu,  Gas Elpiji 3 Kg Langka di Sungai Pakning

“Kita sudah mengingatkan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, supaya menghindari terjadinya fitnah, kemudian mendatangkan hal-hal kontraproduktif. Baiknya gantilah bendera itu dengan model lainnya,” kata Nandang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengaku telah menelusuri dan berkoordinasi dengan pihak sekolah yang berada di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukitraya.

“Kemarin kita sudah ke sana. Jadi mereka itu sedang persiapan perlombaan lagu Nasyid. Jadi yang bendera itu bukan HTI,” kata Jamal.

Bendera yang dikibarkan itu ternyata milik siswa tersebut yang dibawanya dari rumah dan dikibarkan pada saat latihan Nasyid. “Kami sudah ingatkan, jangan gunakan lagi bendera itu,” ucap Jamal. (RK1/*)