Rabu, 30 Agustus, 2017 12:50 pm

Hanya Ada 5 di Indonesia Tahun Ini, Satu di Natuna

RiauKepri.com, NATUNA — Staf Ahli Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Bidang Inovasi dan Daya Saing Ir. Ananto Kusuma Seta. M.sc.Phd, didampingi Wakil Bupati Natuna Dra. Hj Ngesti Yuni suprapti MA meresmikan laboratorium Seni Budaya dan Film “Marwah Bermadah” di halaman SMAN 2 Kecamatan Bungguran Timur, Selasa (29/08/2017).

Fasilitas ini adalah yang pertama hadir di Natuna. Bahkan dari 20.000 SMU se-Indonesia hanya ada 5 di tahun 2017 yang dibangun Kemendiknas dan Natuna adalah 1 dari 5 sekolah yang beruntung.

Meski fasilitas ini berada di lingkungan SMU 2 Ranai tetapi semua SMU se-Natuna boleh memanfaatkan fasilitas ini bersama-sama untuk mengembangkan potensi budaya, seni dan film di Natuna.

“Kita menyadari saat ini kesenian asli budaya Natuna mengalami kemerosotan dan semakin ditinggalkan oleh anak-anak generasi muda yang lebih menggandrungi budaya luar seiring kemajuan teknologi. Melalui berbagai media komunikasi dan informasi terkini arus global terkadang sangat kebablasan dan jauh bertentangan dengan nilai-nilai moril masyarakat timur,” ungkap Ngesti.

Ngesti mengajak semua ikut memberi perhatian bersama agar upaya melestarikan seni budaya merupakan khazanah tradisi asli Natuna harus diperkenalkan kepada generasi muda sebagai pelaku seni budaya hingga dapat melanjutkan warisan budaya yang dimiliki daerah.

Baca juga :  P2K2 Unilak Gelar Sarasehan COOP 2017

Ia mengapresiasi kepala sekolah dan majelis guru SMAN 2 Ranai yang konsisten mengajarkan dan memelihara budaya lokal. “Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan segenap majelis guru SMAN 2, sebab telah dengan giatnya turut memperkenalkan seni budaya melalui program kurikulum pembelajaran bagi siswa-siswinya,” tambah Ngesti.

Beroperasinya laboratorium seni budaya dan film di SMAN 2 Bunguran Timur tersebut, pengajar seni budaya diharapkan bisa menumbuhkembangkan berbagai nilai seni asli Natuna yang telah diwariskan oleh leluhur.

“Mudah-mudahan kelak akan tercipta para seniman handal yang mampu membawa seni budaya asli kabupaten Natuna melalui hasil inovasi sukses kekancah nasional dan iternasional,” jelas Ngesti.

Wabup Natuna Ngesti juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, karena telah menunjukan komitmen dalam mendukung pembangunan daerah khususnya di bidang pendidikan.

Ngesti berharap fasilitas laboratorium yang telah diresmikan tersebut, dapat dijaga bersama sebagai fasilitas pengembangan sumberdaya manusia berkualitas dan berdaya saing di bidang seni budaya daerah.

Staf Ahli Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bidang Inovasi dan Daya Saing Ir. Ananto Kusuma Seta.M.Sc, Phd juga menyampaikan permohonan maaf dari Kemendikbud, karena tidak bisa hadir langsung dalam peresmian laboratorium seni budaya di SMA 2 Natuna.

Baca juga :  Padi Mas, Corak Batik Khas Bintan

“Saya menyampaikan permohonan maaf dari bapak mentri Pendidikan dan Kebudayaan yang berhalangan hadir dalam peresmian laboratorium seni budaya ini, namun pak Menteri berjanji nanti akan hadir langsung ke Natuna sebagai komitmen beliau untuk memajukan pendidikan di kabupaten Natuna”, terang Ananto.

Ananto mengatakan, momen ini menjadi sejarah bagi kabupaten Natuna yang memiliki potensi seni dan budaya yang lengkap. “Saya melihat budaya dan seni asli Natuna lengkap yakni Budaya bertutur, menulis dan gerak tari,” ujarnya.

Dia berharap potensi ini dapat dikembangkan melalui fasilitas labor seni budaya dan film yang dibangun ini. “Ke depan saya akan upayakan kementrian untuk juga membangun bagi tingkat SMP dan SD di Natuna. Kementrian juga akan rutin mengirimkan duta seni untuk mengajarkannya ke selolah di semua tingkatan di Natuna dan sudah dimulai saat ini di Natuna,” jelas Ananto.

Acara peresmian ini juga dihadiri oleh komisi I DPRD Natuna Wan Sopyan, Kadis Dikpora Natuna Marka Dj, Asisten II dan III, Organisasi Perangkat Daerah, para guru dan tokoh masyarakat setempat. (RED)