Sabtu, 5 Agustus, 2017 4:12 pm

Nyat Kadir: Membanggakan, Antusias Peserta Pembekalan Sejarah Imperium Melayu

Peserta pembekalan sejarah imperium kerajaan Melayu

RiauKepri.com, BATAM — Lebih 300 orang dari berbagai element masyarakat mengikuti pembekalan sejarah imperium Melayu, Sabtu (05/08/2017), di Gedung LAM Kota Batam Nong Isa, Batam Center. Sejarawan Dr Abdul Malik M.Pd, yang juga Dekan FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji, didaulat tampil sebagai narasumber tunggal dalam kesempatan tersebut.

Ketua LAM Kota Batam Drs H Nyat Kadir menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap antusiasme peserta. “Ini cukup membanggakan, dan tentulah disebabkan keingintahuan kita yang besar terhadap sejarah Melayu,” ujar Nyat Kadir yang juga anggota DPR dalam sambutannya.

Menurut Nyat Kadir, sejarah mencatat kegemilangan imperium kesultanan Riau – Lingga – Johor – Pahang. Selain budaya dan adat-istiadat, jejak ini dapat disimak dalam pelaksanaan otonomi daerah, yang sudah berjalan dengan baik pada zaman kesultanan Melayu.

Baca juga :  Mantan Ketua Yayasan Komputansi Riau Dilaporkan ke Polisi

“Otonomi daerahnya berjalan dengan baik, termasuk di Batam sekitar tahun 180-an lalu. Tapi sekarang otonomi daerah di Batam seperti Palestina, pemerintahnya tidak berkuasa pada lahan tempat kedudukannya,” ujar Nyat Kadir.

Merujuk sejarah itu jugalah, kata Nyat Kadir, maka ia mengeluarkan SK Kampung Tua ketika menjabat Walikota Batam tahun 2004 lalu. Di dalamnya memuat cagar sejarah dan cagar budaya, yang harus dapat dipertahankan karena memiliki dasar cukup kuat, di antaranya termasuk SK pengangkatan Raja Isa atau Nong Isal sebagai penguasa Batam (Nongsa) 180-an silam.

Baca juga :  Fraksi di DPRD Inhil Beri Tanggapan Terkait KUA PPAS

Dibuka secara resmi Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, pembekalan mengambil tema “Menengok Kembali Sejarah Kejayaan Kesultanan Melayu Riau – Lingga Johor – Pahang”. Sejumlah sejarawan, pemerhati, dan akademisi dari luar daerah serta dari luar negeri Malaysia ikut hadir dalam pembekalan ini.

“Sangat luar biasa, karena selalu ada saja yang dilakukan LAM Kota Batam untuk memberi pemahaman kepada masyarakat sesuai dengan ruang lingkupnya. Pembekalan ini cukup berarti dan diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua dalam berbagai bidang dan sendi kehidupan,” ujar Amsakar. (RK-4)