Rabu, 26 Juli, 2017 2:37 pm

Pagi Ini Api di Desa Lukit Padam, Muncul 6 Hotpost, Polisi Tetapkan 8 Tersangka

Petugas Gabungan saat memadamkan api di Desa Lukit, Kabupaten Meranti.

RiauKepri.com, PEKANBARU--Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kabupaten Meranti, sejak petang Selasa (25/7/2017), pada pagi ini Rabu (26/7/2017), sudah mereda dan tinggal asap saja lagi. Namun, di Riau terpantau enam titik api. Sementara itu, pihak Polda Riau sudah menetapkan delapan tersangka terkait kasus Karlahut di sejumlah tempat.

Pj Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal MH, ketika dihubungi riaukepri.com, Rabu (26/7/2017), mengatakan, setelah tim gabungan bertungku lumus memadangkan api, pagi ini Karlahut di Desa Lukit sudah padam. Kendati demikian, 10 anggota BPBD Meranti tetap diturunkan menambah tenaga untuk memadamkan api. Mereka diberangkatkan 4 orang dari darat dan 6 orang menggunakan speedbot. Petugas bantuan ini, dibekali mesin pompa shibaura 1 unit dan ministrike 2 unt plus selang.

Baca juga :  Sibuk Memburu AHY untuk Berfoto, Banyak Anak Kehilangan Emak

Edy menyebutkan, lantaran lokasi kebaran adalah lahan gambut sehingga kewasapadaan tetap dijaga, dan mengusai alas menyelesaikan untuk Karlahut agak susah, perlu pendinginan meskipun api sudah tidak nampak lagi. Yang jelas tadi pagi pihaknya sudah melakukan water bombing.

Sementara itu, meskipun di Meranti api sudah padam namun di Riau terpantau sekitar enam titik panas (hotspot) dengan tingkat confidence atau kepercayaan di atas 50 persen. Titik api di Riau itu terpantau di Pelalawan dan Bengkalis terpantau dua hotspot, sedangkan Kuansing, Siak serta Inhu masing-masing terpanat satu titik api.

Baca juga :  Ini Dia 7 Rangkaian AHY Selama Berada di Siak

Terkait penanganan Karlahut, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain, mengaku sudah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Penindakan itu dilakukan untuk mencegah timbulnya bencana asap akibat aktivitas membuka area dengan cara dibakar. “Sudah ada sekitar delapan orang tersangka (perorangan, red), untuk koorporasi belum ada,” ujar jenderal bintang dua itu. Adapun penegakkan hukum diambil kepolisian guna mencegah adanya aktivitas membakar lahan, dengan maksud membuka kawasan kebun. (RK-1/grc)