Rabu, 16 Agustus, 2017 8:39 am

Pekanbaru Marak Gelper, Ini Alasan Kenapa Disebut Judi

Gelangang Permainan (Gelper) anak-anak yang diindikasi kuat terselubung judi.
RiauKepri.com, PEKANBARU–Sekilas, memang Gelangang Permainan (Gelper) adalah sebuah permainan anak-anak. Namun, di balik itu terselubung permainan judi meskipun sudah mendapat izin dari pemerintah? Kenapa Gelper disebut judi, ini alasannya.

Wawa, salah seorang pengusaha Gelper di Batam ketika dihubungi RiauKepri.com melalui telepon genggamnya, Selasa (15/8/2017) malam, mengatakan, sebenarnya banyak celah aparat penegak hukum untuk membelit pengusaha Gelper hingga dijerat dengan pasal 303. Misalnya, izin yang dikeluarkan pemerintah adalah izin ketangkasan. Namun, dalam Gelper tidak ada yang namanya ketangkasan, yang ada untung-untungan.

”Main Gelper orang hanya nekan tombol-tombol mesin saja, mana ada ketangkasannya. Sedangkan izin ketangkasan biliard saja dijadikan orang ajang perjudian, apa lagi Gelper,” kata Wawa.

Selain Gelper bukan ketangkasan, juga ada joki yang senantiasa menawarkan kepada pemain untuk menukar kemenangannya. Biasanya diawali joki dengan suatu benda dengan koin, namun benda yang ditukar itu belakangan bisa diuangkan. ”Gelper juga permainan anak-anak, tapi boleh lihat lah apa ada anak-anak yang main Gelper,” tanya Asman.

Di Batam, cerita Wawa, pengusaha Gelper kucing-kucing dengan aparat. Biasanya, ”umur” Gelper buka selama tiga bulan, selepas itu di razia dan ditutup. Begitu sepi, pengusaha Gelper kembali membuka usahanya.

Untuk usaha Gelper baru bisa berjalan, kata Wawa, satu tempat paling sedikit harus ada 190 meja. Setiap malam harus ada uang pemasukan Rp250 juta, jika tidak Gelper akan tutup alias bangkrut. Kenapa bangkrut? ”Ya, tau sama tau lah, banyak pengeluaran. Saat ini, di Batam judi Gelper lagi sepi,” ucap Wawa.

Baca juga :  7 Bocah di Duri Dicabuli, Ini Tersangka Pelakunya

Bagaimana di Pekanbaru? Menurut Wawa, sejumlah pengusaha Gelper ada yang hijrah ke Pekanbaru. Di antaranya ada yang berinisial Acn. Nama Acn ada dua, ada memang asli orang Riau namun ada juga berasal dari Sumatra Utara. ”Kabarnya, dua nama ini di Pekanbaru sedang membuka Gelper, satu lagi nama yang tak asing di Riau, D, juga membuka Gelper,” ucap Wawa.

Wawa menyebutkan, Gelper ada di Jalan Riau, Pekanbaru. Di sini paling sedikit ada enam titik Gelper. ”Aku tau ini karena pernah diajak bergabung namun aku tak mau, mereka kan kawan-kawan aku juga,” kata Wawa.

Sumber Riaukepri.com di Pekanbaru, membenarkan adanya Gelper milik Acn. Operasional atas nama Acn kelahiran Riau, kata sumber, sehari-hari berada di tangan Rk. ”Setahu saya Rk pegang dua Gelper di Jalan Riau. Memang betul, paling sedikit ada enam titik Gelper di Jalan Riau dengan kepemilikan yang berbeda,” ucap Sumber.

Terkait Gelper ini, sejumlah warga Pekanbaru mulai resah sehingga anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Yose Saputra, turun langsung untuk menguji kebenaran warga. Ternyatanya, ada empat titik Gelper didatangi mantan anggota Brimoda Riau itu.

Di Jalan Riau, Yose bertandang ke Gelper yang persisnya berada dekat Jalan H Guru Sulaiman, Kecamatan Senapelan. Sekilas tempat Gelper ini tampak hanya bekas gudang penyimpanan bahan bangunan. Namun, di belakangnya dijadikan aktivitas Gelper. Di dalam Gelper Superstar ini, terlihat ratusan mesin Gelper dan pemainnya mulai dari laki-laki hingga wanita sambil membawa anaknya yang masih balita. ”Superstar itu milik Acn, menejer operasionalnya Rk,” kata sumber.

Baca juga :  Orangtua "Kajot" di Rohil Ini, 4 Kali "Gasak" Anak Tirinya

Yang jelas, kedatangan Yose ke Gelper Superstar disambut seorang pengawas yang mengaku bernama Rudi dan mengajak politisi Golkar ini duduk di lokasi cafe yang berada di dalam arena Gelper tersebut. Usai mengobrol, Yose langsung keluar dari tempat game itu.

Selanjutnya, Yose bertandang ke Gelper City Game yang berlokasi di Jalan Riau, tepatnya di bekas bangunan pujasera yang terbakar. Begitu nampak anggota dewan bersama wartawan, para pemain Gelper langsung ambil langkah seribu lewat pintu belakang. Kejadian ini nyaris menjadi parah namun dapat diusai Jhon Kosasi yang mengaku pemilik Gelper City Game.

Kepada wartawan, Jhon mengaku Gelpernya sudah mendapat izin dari Pemko Pekanbaru dengan waktu operasional mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. “Di sini tidak boleh ada narkoba dan perjudian. Kita sudah pasang pengumumannya,” ujarnya.

Di Gelper Phokemoon yang berada di Jalan Riau, tepatnya di belakang Showroom Automobil Pekanbaru, masih terlihat sama, permainan anak-anak yang dimainkan oleh kalangan dewasa. Usai dari sini, Yose melanjutkan peninjauan ke Arena Bilyard di Jalan Tuanku Tambusai, yang telah disulap menjadi Arena Game Center. Lagi-lagi, Gelper dimainkan orang dewasa. (RK-1/*)