Rabu, 30 Agustus, 2017 9:43 am

Pembangunan Jalan Bokor-Sendaur Tuntas, Ekonomi Masyarakat Menggeliat

RiauKepri.com, MERANTI — Pembangunan jalan pedesaan khususnya di sentra-sentra ekonomi masyarakat menjadi fokus Pemerintan Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya pembangunan jalan akses desa wisata Bokor menuju Sendaur.

Dengan tuntasnya pembangunan jalan penghubung antar desa sepanjang 6.6 KM itu, dari peninjauan langsung Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Selasa (29/8), terlihat memberikan multifflier efek positif baik dari segi kemudahan akses hingga ekonomi masyarakat.

Pembangunan jalan akses Desa wisata Bokor-Desa Sendaur, sepanjang 6.6 KM dan lebar 6 M sharing Budget APBD Meranti dan DAK APBN sebesar 17 Miliar itu, seperti diakui tokoh pemuda setempat, Mardian, memang sangat dinanti-nanti masyarakat. Karena sangat membantu dalam memperlancar akses mobilitas orang dan hasil produksi pertanian yakni kelapa, karet dan padi serta buah-buahan dan juga hasil ikan tangkapan Nelayan yang menjadi andalan masyarakat didua desa tersebut.

Ditambah lagi dengan telah ditetapkannya Desa Bokor sebagai destinasi wisata di Kepulauan Meranti yang tidak asing lagi dengan Ivent Bokor World Music Festival yang dikemas dengan wisata mangrove dan panen buah tersebut. Tentunya dengan terbangunya jalan ini akan lebih memperlancar dan memudahkan bagi wisatawan yang akan berkunjung.

“Dengan terbangunnya jalan ini kami sangat terbantu sekali karena dapat dengan mudah mengangkut hasil-hasil pertanian menuju kota, jika sebelumnya jarak tempuh terasa jauh karena jalan rusak tapi sekarang akses menjadi lebih singkat, lancar, dan ongkos lebih murah,” ujar tokoh pemuda, Desa Bokor, Mardian.

“Jika dulu jarak tempuh dari Desa Bungur ke Selatpanjang bisa mencapai 2 jam kini dapat dilalui satu jam saja,” akunya lagi.

Baca juga :  Ini Video Kapal Meledak di Selat Panjang

Bukan itu saja, dengan terbangunya jalan yang cukup representatif itu, ternyata memberikan semangat kepada para petani untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian mereka karena mudah dibawa ke kota dan dapat dijual dengan harga yang lebih baik. Hal ini otomatis dapat menekan angka kemiskinan yang hingga kini terus digesa oleh Pemda Kepulauan Meranti.

“Jika sebelumnya karena susahnya akses jalan, masyarakat lebih memilih menjual hasil-hasil pertaniannya kepada tengkulak dengan harga yang relatif murah, kini dengan lancarnya jalan kami dapat dengan mudah membawa langsung ke kota Selatpanjang dan dijual dengan harga yang jauh lebih baik,” jelasnya lagi.

“Dengan semakin baiknya harga jual hasil pertanian tampak para petani semakin sadar untuk berkebun dan berlomba-lomba meningkatkan hasil produksi pertanian dan yang pasti ekonomi dan kesejahteraan kami semakin baik,” papar Mardian lagi.

Begitu juga bagi Nelayan yang sebelumnya lebih memilih menjual hasil tangkapannya kepada penampung kini dapat keliling kampung menjajakan hasil tangkapan ikannya.

“Dulu mereka (Nelayan.red) menjual ikan dengan penampung yang mengambil dengan harga murah kini dengan jalan yang bagus mereka bisa menjajajakan langsung ke kampung-kampung, jadi lebih untung,” tambah Mardian.

Namun menurut Mardian akses jalan yang sudah semakin baik belum lengkap jika tidak diiringi dengan peningkatan elektifikasi melalui pembangunan infrastruktur listrik, untuk itu ia berharap kepada pemerintah untuk membangun infrastruktur kelistrikan agar listrik dapat hidup 24 jam (siang-malam), dalam rangka mengangkat ekonomi masyarakat sehingga masyarakat dapat termotivasi lagi untuk memproduksi barang mentah hasil pertanian menjadi barang jadi yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca juga :  Bupati Meranti Buka Sosialisasi Penyusunan Monografi

“Saat ini instalasi listrik sudah masuk ke kampung-kampung tapi belum beroperasi maksimal yang mampu melayani selama 24 jam, jadi kami berharap kedepan pemerintah daerah dapat membangun infrastruktur listrik sehingga geliat ekonomi masyarakat dapat berjalan siang dan malam,” ujar Mardian.

Menanggapi masukan dari tokoh pemda dan masyarakat tersbut, disambut baik oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, menurutnya keinginan masyarakat itu sejalan dengan program Pemerintah Daerah yang ingin memberikan pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur khususnya jalan dan instalasi listrik pedesaan.

Menurut Bupati, pembangunan infrastruktur jalan memang menjadi fokus dirinya dalam rangka memudahkan akses masyarakat dan mobilitas barang serta hasil-hasil pertanian antar desa, desa-kecamatan dan kecamatan-kabupaten. Dengan lancarnya akses dari Desa ke Kabupaten diharapkan dapat membuka isolasi daerah yang akan berdampak pada meningkatnya taraf hidup dan ekonomi masyarakat, sehingga penuntasan masalah kemiskinan yang terus digesa oleh Pemda berjalan dengan baik.

“Ya pembangunan jalan yang representatif seperti yang kita lihat ini (jalan Bokor-Sendaur.red), memang menjadi fokus dan kita harapkan dapat lebih meningkatkan taraf kesejahteraan dan ekonomi masyarakat yang didukung oleh mudahnya akses,” ujar Bupati.

Dan terkait infrastruktur listrik, dikatakan Bupati, Pemkab. Meranti terus berupaya agar listrik dapat menjangkau seluruh pelosok negeri dan mampu melayani 24 jam non stop. Dalam mewujudkan hal tersebut tiap tahun Pemkab. Meranti paling tidak menganggarkan dana sebesar 75 Miliar rupiah untuk pembangkit dan jaringan listrik ia berharap kedepan seluruh masyarakat Meranti dapat menikmati fasilitas listrik 24 jam.(Hms)