Kamis, 1 Februari, 2018 11:36 pm

Penuhi 9 Koridor, Ini Harapan Pemko Batam Kepada Kemenhub

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau berharap Kementerian Perhubungan menyalurkan bantuan bus angkutan umum untuk kota Batam, demi memenuhi kebutuhan koridor Trans Batam yang memadai.

Walikota Batam HM Rudi melalui Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan usulan pengadaan bus baru sudah disampaikan pada 2017 lalu, namun hingga kini belum ada jawaban dari pemerintah pusat.

“Kami sudah mengusulkan sejak 2017 lalu,” kata Yusfa kepada riaukepri.com, di kantornya, Kamis (1/2/2018).

Menurut Yusfa, pemerintah kota Batam merencanakan membangun sembilan koridor bus trans Batam untuk mengintegrasikan seluruh daerah di pulau utama. Hingga saat ini, baru tujuh koridor yang terbangun.

“Dua lagi masih belum, yaitu rute Nongsa – Punggur dan rute Tembesi – Galang,”ujarnya.

Baca juga :  Kabupaten Bintan Ramah Lansia

Ia berharap dengan adanya nanti koridor Tembesi-Galang, pelayanan transportasi umum mencapai pulau penyangga yang terhubung rangkaian jembatan Barelang. Selain pengembangan koridor, bus baru juga dibutuhkan untuk peremajaan kendaraan umum, untuk mengganti bus yang usianya sudah tua.

“Bila pemerintah pusat mengamini harapan Pemko Batam, maka bus-bus layak pakai akan ditempatkan sebagai bus sekolah,”jelasnya.

Sementara itu, katanya, pemerintah pusat menyiapkan Dana Alokasi Khusus Afirmatif bidang perhubungan senilai Rp3,973 miliar untuk Kota Batam, sebanyak Rp3,4 miliar diantaranya dialokasikan untuk Pelabuhan Air Saga, selebihnya untuk pengadaan kapal viber.

“Pelabuhan di Pulau Air Saga, Kecamatan Galang dibutuhkan untuk membuka akses masyarakat pesisir. Saat ini pulau itu tidak memiliki pelabuhan yang memadai, hanya tempat bersandar kapal milik warga.Pembangunan pelabuhan akan dimulai paling lambat Juni 2018, setelah proses lelang selesai,”ungkapnya.

Baca juga :  192 Pemuda-Pemudi Kepri Telah Diverifikasi untuk Calon Polri

Dijelaskannya, sementara DAK kapal cepat akan digunakan untuk membeli kapal fiber dengan kapasitas penumpang 20, bermesin 40 PK yang disalurkan langsung untuk masyarakat melalui kelompok-kelompok. Kapal nantinya bisa digunakan untuk antar jemput pelajar dan kegiatan masyarakat lainnya sesuai dengan kesepakatan.

“Dengan penyerahan langsung kepada masyarakat, maka Pemko Batam tidak akan menanggung biaya operasional kapal, seperti bahan bakar dan perawatan. Belanja diserahkan ke kelompok masyarakat. Pemko Batam tidak menanggung biaya operasional. Pengadaan boat silakan dimanfaatkan seluas-luasnya,”tukasnya. (helmy)