Jumat, 4 Agustus, 2017 2:45 am

Perayaan HPI 2017 Riau: Tardji Lupa Harmonika, Syamsuar Baca Puisi Atan Lasak

Sutardji Calzoum Bachri abaca puisi pada perayaan HPI Riau di Siak

RiauKepri.com, SIAK — Selain sejumlah seniman se-Asean membaca puisi pada malam pembukaan Hari Puisi Indonesia (HPI) tingkat Provinsi Riau yang berpusat di Siak, Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, dan Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, juga membaca sajak.

Sutardji tampil dengan tiga untai sajak karyanya. Namun dia lupa membawa harmonika. Kendati demikian tidak mengurangi semangatnya dan sang presiden negeri kata-kata itu tetap menyentak.
Sedangkan Syamsuar membaca satu buah puisi karya Taufik Hidayat yang biasa disapa Atan Lasak. Berikut ini salah satu sajak yang dibaca Sutardji dan sajak yang dibacakan Syamsuar.
SIAK
(Oleh Sutardji Calzoum Bachri)
Kunni
Ini kukasi kau Siak yang lain
Bukan yang  kasat riwayat
Mungkin yang kau lupa sapa
O aku ingin mabuk lagi
Mabuk bukan di kasat raga
Jangan beri aku kopi
Minuman para awam
Yang aku tenggak arak sungai ini
Debar degam diam degapnya
Aku mau mabuk sama  Siak ini
Hulu hilir seluruh batang dan batinnya
Melesat sampai dalam
Sampai dalam kedalam diam Dirinya
Dari hulu ke hilir
Dari hilir ke hulu
Engkau siap simpankan
khazanah ini
Bagi yang telah kau tetapkan akan sampai  rasa
Tenggelam dalam
Siak cahaya
Yang Awal dan Yang Akhir
Asal hulu asal hilir
Cahaya langit dan bumi
Marak menggenggam Siak cahaya
Aku terkekehkekeh diam sama
Arak ini
Saat  kusampai paham
Akan aku benar tak paham
Chairil
Ambillah seribu tahun hidup
Yang kau mau
Lebih suka aku ribuan kali mati lesap diri
Dalam hidup marak sajak cahaya
24 Juli 2017
Tenguklah Siak 
(buah karya Atan Lasak)
di Siak
sebelum igau menyapa keagungan
kami telah menakik impian
sisa titah merenda harapan
siang-malam mengasah raihan
di Siak
kami menapak jejak
dari hikayat yang berlambak
maju melayu yang kita hendak
Islam tegak adat bersendi syarak
di Siak
masyarakatnya selalu kompak
bersilaturahmi menjaga akhlak
hidup ini tinggallah setapak
jangan pula jadi pembengak
di Siak
kami bermandi zikir
agar hidup tidaklah kikir
kalau berbuat hendaklah berpikir
kelak tak menyesal diri dan zahir
di Siak
kami berpayung yasin
agar terhindar hidup miskin
muda-mudi bertari zapin
membersih diri lahir dan bathin
di Siak
kami menulis ayat pada hati
hapiz dan hapizah bersenandung ilahi
zakat tersemat menjadi mufakat
agar rakyat hidup tak melarat
di Siak
budak-budak menari menyambut masa depan
dituntun dari suara azan
hadroh bertengkah budayakan kesenian
bertutur sopan menjadi acuan
3 agustus 2017 (RK1)
Baca juga :  Konferensi PWI Siak Dibarengi Seminar dan Penyuluhan HIV/AIDS