Jumat, 18 Mei, 2018 11:35 am

Pimpinan Teroris JAD Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

RiauKepri.com, PEKANBARU – Pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman alias Oman Rochman resmi dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum.

Terdakwa disebut terlibat dalam sejumlah kasus terorisme di Indonesia. Tuntutan Aman dibacakan pada hari ini dalam sidang lanjutan di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Dengan memperhatikan ketentuan dalam Undang-Undang, kami meminta agar majelis hakim menjatuhi pidana dengan pidana mati,” kata Jaksa Anita Dewayani saat membacakan berkas tuntutan di ruang Oemar Seno Adjie, Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 18 Mei 2018. Sebagaimana dilansir dari laman Tempo.co.

Dalam sidang dakwaan pada 15 Februari 2017, ada lima aksi teror yang diperintahkan Aman melalui pengikutnya. Kelimanya yaitu bom di Kampung Melayu dan Sarinah Thamrin, Jakarta, Bom Gereja Samarinda, penyerangan Mapolda Sumatera Utara, dan terakhir penyerangan terhadap polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Baca juga :  Pertunjukan Budaya Warnai Penutupan Jambore Generasi Hijau Nasional 2018

Sejumlah saksi fakta dan saksi ahli pun telah dihadirkan di sepanjang persidangan dalam dua bulan terakhir unntuk menguatkan fakta tersebut.

Di tengah proses persidangan, nama Aman Abdurrahman pun kembali mencuat di tengah serangkaian aksi kerusuhan dan teror di tanah Air. Sebab, organisasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang didirikannya juga menjadi dalang dari serangkaian aksi teror di Surabaya hingga Riau dalam minggu terakhir ini.

Baca juga :  Di Riau, Warga Tapung Hilir Merasa Sebagai Anak Tiri

Tuntutan Jaksa terhadap Aman Abdurrahman ini sesusai dengan dua poin dakwaan yang disampaikan sebelumnya.

Dua poin dakwaan itu yaitu Pasal 14 junco Pasal 6 dan Pasal 15 juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dengan kedua pasal ini, Aman Abdurrahman pun terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.