Selasa, 30 Januari, 2018 8:40 pm

PKL di Terminal Jodoh Dibongkar, Ini Lokasi Alternatifnya

RiauKepri.com, BATAM- Pemerintah Kota Batam memberikan solusi kepada pedagang kaki lima (PKL) yang berada di pinggir jalan keluar Terminal Jodoh, Batam, untuk dapat merelokasikan lapak dagangannya, pasca penertiban yang dilakukan oleh tim terpadu.

“Para pedagang kita berikan tempat alternatif untuk mereka berjualan di belakang Morning Bakery Jodoh dan di sekitar DC Mall. Di sana ada sekitar 25 kios tersedia, namun demikian kita kembalikan lagi kepada mereka,” kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Kota Batam, Imam Tohari, kepada wartawan, Selasa (30/1/2018).

Imam menjelaskan penertiban tersebut terbilang disengaja mengingat bangunan kios berada di atas parit dan masuk dalam proyek pelebaran saluran drainase.

Baca juga :  Lima Pemural Lukis Tembok, Perindah Kawasan Nagoya

Sebelum dilakukan penertiban, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu sehingga pedagang dapat tahu lebih awal.

“Sebenarnya penertiban ini akan dilakukan pada bulan Desember 2017 lalu. Namun kita tahu pada momen tersebut ada saudara kita yang tengah merayakan Natal, makanya kita undur dan baru hari ini dapat terlaksana,” ujar mantan Lurah Sei Jodoh ini.

Dijelaskannya, dalam penertiban tersebut terdapat 68 bangunan milik pedagang kaki lima. Dari jumlah tersebut, 40 kios di antaranya masuk dalam kategori permanen yang nantinya ruas jalan yang ditempati bangunan kios liar ini akan dibuat pelebarn parit dari ukuran semula menjadi 1 hingga 1,5 meter.

Baca juga :  Polda Kepri Resmi Umumkan Syarat Penerimaan Akpol, Bintara dan Tantama 2018, Ini Jadwalnya

Manik Silitongga, salah satu pedagang yang terkena dampak penertiban bangunan liar ini mengaku bingung akan berjualan kemana lagi setelah ini.

Dirinya mengaku, solusi yang ditawarkan pemerintah tidak meringankan beban mereka, justru memberatkan dengan membayar uang sewa yang sangat mahal.

“Saya membeli kios ini sejak tahub 2003 dengan harga Rp8,5 juta. Sekarang kami digusur tidak mendapat ganti rugi malah disuruh pindah ke tempat yang mahal. Mau makan aja susah pak,” pungkasnya, seperti dilansir antara. (ant/helmy)