Sabtu, 26 Agustus, 2017 7:09 pm

Porsadin Ajang Silaturahmi Mencari Bakat, Juaranya Suangaiapit

RiauKepri.com, SIAK–“Dengan semangat ukhuwah, keteguhan, kegigihan dan disertai keikhlasan ini, semoga mampu menjadikan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDTA) tetap dan terus eksis,” harapan ini disampaikan Asisten II Sekdakab Siak, Syafrilenti saat membuka Pekan Olah Raga dan Seni antar Madrasah Diniyah (Porsadin) II tingkat Kabupaten Siak di Panggung Siak Bermadah, Kecamatan Siak, Sabtu, (26/8/2017) pagi.

Ia pun menyambut baik ajang para santri dalam mencari bakat yang berlangsung meriah, meski sederhana dan dengan dana swadaya.

Menurut Syafrilenti, pengembangan Madrasah Diniyah (Madin) terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Siak. Karena Madin merupakan lembaga pendidikan agama paling efektif dalam mencetak generasi bangsa yang berakhlakul karimah dan menjadi teladan.

“Peran Madin sangat penting di zaman seperti saat ini. Kami selalu mendukung penuh pengembangan lembaga pendidikan seperti ini. Kegiatan ini diharapkan lebih memantapkan pengelola untuk semakin termotivasi dan konsisten dalam mengembangkan lembaganya,” kata Kepala BLH itu.

Baca juga :  Kejari Pelalawan Ajak Kawal Perkara Benih Padi
Salah satu penampilan Porsadin.

Selain itu, sambungnya, kegiatan ini dapat menjaga dan mengembangkan keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani, kecerdasan spiritual dan emosional generasi bangsa, serta melatih kejujuran dan sportivitas hingga membangun kepercayaan diri santri.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Muharom, mengatakan, Pekan Olah Raga dan Seni antar Madrasah Diniyah (Porsadin) ke II ini merupakan salah satu momen pengembangan bakat dan kreatifitas santri, sebagai relevansi antara pendidikan di Diniyah Takmaliyah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Muharom berharap, menang dan kalah tidak menjadi tujuan karena itu hal yang biasa dalam kompetisi. Raihlah prestasi dengan sportifitas yang tinggi, sehingga bisa tampil dan sukses di tingkat provinsi.
Porsadin ini diselenggarakan dalam rangka wahana kompetitif bagi santri dan tenaga pengajar sehingga akan tercipta santri dan tenaga pengajar yang kompeten.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang religius, handal, kompeten dan berkepribadian yang luhur sehingga membentuk manusia yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara, sebut Muharom.

Baca juga :  Gubernur Kepri Minta Pemko dan BP Batam Berinovasi dan Tak Ragu Lakukan Terobosan

Jenis cabang yang diperlombakan berlangsung terpisah, dan dilaksanakan selama satu hari. Terdiri dari cabang Tahfiz, cerdas cermat diniyah, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Indonesia, Kaligrafi, Murattal wal Imla, puisi Islami, Ateltik dan Futsal untuk putra.

Ajang mencari bakat itu bertemakan mengembangkan potensi diniyah takmaliyah dalam kerangka memperkokoh eksistensinya serta mengakses kesetaraan pada sistem pendidikan nasional dalam mengemban amanat full day school.

Sendangkan motonya adalah, Porsadin gebyar diniyah menjadi sejajar, isalmi kokoh, Indonesia kian berkibar. Dengan jumlah kontingen yang mendaftar sebanyak 253 peserta, yang diikuti 13 kecamatan, tenaga official 141 orang, dan jumlah keseluruhannya sebanyak 394 orang. Dan juara umum diraih Kecamaran Sungai Apit. (hidayat/rio)