Kamis, 3 Agustus, 2017 8:48 am

Prajurit TNI di Kepri Ikuti Survey Terpadu Biologis dan Perilaku

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Sebanyak 139 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari tiga matra di Kepri mengikuti Survey Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) untuk TNI. Kegiatan yang dilaksanakan Ditjen Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan ini dilaksnakan di Makorem 033/Wira Pratama, Kamis (03/8).
Danrem 033/WP, Brigjen TNI Fachri tampak hadir dalam kegiatan yang bertujuan sebagai prosentase kasus di suatu wilayah dan dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada.
Kapenrem 033/WP, A.R. Sipahutar mengatakan, sebelumnya kegiatan ini diawali dengan penjelasan survey dari Ditkesditjenkuathankemhan. Survey ini adalah khusus untuk TNI yang ada di Provinsi Kepri, meliputi Tanjungpinang, Batam dan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.
“Sistemnya pelaksanaan secara acak dan dilaksanakan tiga titik untuk mewakili Kepri,” katanya.
Sementara pemeriksaan terdiri dari tiga parameter, yaitu pengkondisian, antropometri pengukuran fisik tinggi dan berat badan serta biologis atau cek darah laboratorium, dengan narasumber Kolonel Laut Kesehatan Mariyono sebagai peneliti utama dan didampingi tim khusus dari Ditkes TNI.
Sebelumnya, segenap prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV Tanjungpinang juga mengikuti kegiatan STBP di Gedung Serba Guna Yos Sudarso Markas Komando Pangkalan Utama TNI AL (Mako Lantamal) IV Jl. Yos Sudarso Batu Hitam Tanjungpinang, Rabu (02/08).
Kegiatan diikuti oleh satuan-satuan dari TNI AL yang berada di Tanjungpinang diantaranya adalah dari Mako Lantamal IV, RSAL Midiato Suratani, Wing Udara 2, Yonmarhanlan IV dan Lanudal Tanjungpinang.
Tujuan diselenggarakan acara STBP adalah menentukan prevalensi HIV dan IMS dilingkungan TNI. Menentukan kecenderungan prevalensi HIV, IMS (infeksi Menular Seksual) dan perilaku prajurit TNI di 6 wilayah yaitu Kepri, DKI, Jabar, Jatim, Bali dan Papua. Menentukan tingkat pengetahuan dan persepsi tentang penularan dan pencegahan HIV, IMS dan TB di lingkungan TNI dan mengukur cakupan intervensi pengendalian HIV, IMS dan TB (Tuberkulosis) serta dampaknya di lingkungan TNI.
Kegiatan STBP telah diselenggarakan sejak tahun 2002 dengan jangka waktu 5 tahun sekali. Pada tahun 2017 adalah kegiatan yang ke empat diselenggrakan. Berdasarkan hasil terbaru dilaporkan bahwa kasus HIV di lingkungan TNI pada tahun 2001 s.d. 2016 sebesar 1.472 orang. Menyikapi hasil tersebut, TNI telah melakukan berbagai upaya yaitu pencegahan, penemuan kasus dini, perawatan, dukungan dan pengobatan serta menciptakan lingkugan kondusif bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Untuk survey di tahun 2017 tidak hanya pada HIV tapi ada tambahannya yaitu IMS (sipilis) dalam darah, dengan tetap mengindahkan aspek metodologi dan etika dalam penelitian yang terangkum didalam buku Pedoman Pelaksanaan STBP 2017. Dengan harapan hasilnya yang akan diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Adapun bentuk kegiatan STBP dibagi menjadi 3 tahap yaitu Pengambilan data perilaku dengan cara menggunakan aplikasi Lime Survey tanpa ada proses wawancara. Responden akan melakukan proses pengisian data menggunakan Gedget Android. Selanjutnya pengambilan data biologis dengan diambil sampel darah. Yang terakir pengukuran Antropometri yaitu diukur tinggi badan dan berat badan tujuannya untuk mengetahui status gizi.(RK/Dispen)
Baca juga :  Gubernur Kepri Serahkan 224 Unit Ketinting Fiber untuk Nelayan Batam