Jumat, 1 September, 2017 12:06 am

Praktisi Anti Hoax Batam Sambangi Biro Multi Media Polri

RiauKepri.com, JAKARTA — Pratisi Komunitas Batam Anti Hoax (Bantax) bersilaturahim dengan Divisi Humas Bidang Multi Media Polri, Kamis (31/08/2017), di Mabes Polri, Trunojoyo No 3, Jakarta Selatan. Pertemuan singkat itu menyajikan suasana akrab, ditandai dengan diskusi ringan terhadap masalah terkait.

Dari Bantax diwakili Martin, Ucok Manurung, dan Endang Dwi Sucowati. Mereka disambut dengan ramah Kepala Biro (Karo) Multimedia Polri Brigjend Yan Fitri Halimansyah, Kabag Penum Divisi Humas Kombes Martinus Sitompul, dan sejumlah anggota lainnya.

Pratisi Komunitas Batam Anti Hoax bertukar cendera mata dengan pihak Biro Multimedia Polri.

Yan Fitri mengatakan, silahturahim semacam ini perlu dilakukan karena diyakini punya nilai tambah untuk membantu pelaksanaan tugas sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Dalam kaitan itu diharapkan dapat menyatukan persepsi guna menjaga keamanan dan ketertiban di lingkunan masyarakat melalui sosial media

Baca juga :  Murid SD Pekanbaru Ini "Berlambak" Prestasi Modelling‎

“Kami akan memberi info rutin, berupaya mendekatkan pada kebenaran, mengedukasi masyarakat untuk patuh hukum, memantau konten-konten meresahkan sehingga bisa dieliminasi perkembangannya,” ujar mantan Wakapolda Kepri, yang juga abang kandung Walikota Tanjungpinang itu.

Kombes Martinus Sitompul, Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, megatakan hal senada. Ia menambahkan, pihaknya juga akan mendorong pembentukan komunitas-komunitas anti hoax di berbagai daerah seperti yang sudah dimiliki Batam.

Baca juga :  Pentingnya Data Statistik untuk Merumuskan Kebijakan Tepat Sasaran

Tidak dapat pungkiri, katanya, pengguna teknologi ini adalah masyarakat, sehingga masyarakat pulalah yang harus ikut serta dalam memerangi hoax. Caranya dengan melakukan counter atau menangkal informasi terkait hoax.

Dengan demikian, tambahnya, maka akan terjadi kolaburasi anti hoax di dalam kehidupan warga negara. “Salah satu contohnya terbentuknya komunitas-komunitas anti hoax di masing-masing daerah,” ujar Martinus.

  • Risatnum