Selasa, 25 Juli, 2017 8:18 am

Presiden Diharapkan Pertahankan Asman Abnur, Ini Pertimbangannya

RiauKepri.com, BATAM — Presiden Jokowi diharapkan tidak semata-mata bersandar pada perhitungan politik jika kelak me-reshafufle kabinet. Komposisi daerah dianggap perlu menjadi bahan pertimbangan, apalagi yang bersangkutan didukung dengan kemampuan yang layak untuk dipertahankan.
Demikian antara lain pandangan pemerhati politik dari Batam, Syawaluddin, dalam bincang-bincangnya dengan RiauKepri.com, belum ini. Pendapat demikian terkait dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais yang minta kader partai matahari terbit itu, Asman Abnur, mundur dari kabinet Jokowi.
“Betul Asman Abnur duduk di kabinet karena PAN, tetapi ia bisa dipertahankan dengan pertimbangan komposisi daerah. Saya menilai Asman Abnur memiliki kemampuan yang standar untuk dipertahankan oleh Jokowi sebagai menteri,” ujar Syawaluddin.
Seperti diketahui, Asman Abnur saat ini menjabat Menteri PAN RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi). Sebelumnya ia adalah anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kepulauan Riau.
Kesempatan duduk sebagai menteri setelah PAN bergabung sebagai pendukung pemerintah bersama Parpol lainnya. Tetapi berkali-kali PAN menunjukkan sikap yang berseberang dengan pemerintah. Puncaknya saat Paripurna pembahasan RUU Pemilu pekan lalu, PAN ikut walk out (WO) bersama koalisi partai “oposisi” menolak opsi paket isu krusial UU Pemilu yang diinginkan kubu pemerintah.
Secara terpisah, peneliti bidang politik lembaga The Indonesian Institute Arfianto Purbolaksono menilai usul ¬†Amien Rais agar Asman Abnur mundur dari posisinya di kabinet, kurang etis. “Menurut saya kurang etis jika Pak Amien meminta Menteri Asman mundur dari Kabinet,” ujar Arfianto di Jakarta, Selasa, seperti dikutip Antara online.
Dia menilai, keputusan menarik kader dari kabinet tentu harus dibicarakan dengan Presiden sebagai pemilik hak prerogratif. Namun demikian, jika memang Presiden membutuhkan Pak Asman untuk mencapai kepentingan negara, tentunya kepentingan partai haruslah ditanggalkan.
Di sisi lain, jika keinginan Amien Rais dituruti, maka dapat diartikan PAN keluar dari partai koalisi pendukung pemerintah. Seyogyanya, kata dia, keputusan untuk menarik diri dari koalisi partai pendukung dilakukan melalui mekanisme yang ada di internal kepengurusan PAN, bukan hanya permintaan satu atau dua orang saja.
Sementara itu jika melihat posisi PAN di koalisi partai pendukung Pemerintah, Arfianto menilai diperlukan komunikasi yang lebih intim lagi dari Presiden dan Wakil Presiden bersama ketua umum partai pendukung agar tidak ada kendala komunikasi maupun saling mencurigai. (RK-5/ANT)
Baca juga :  Jelang Pelantikan, Ini Dilakukan Pengurus Demokrat Riau