Rabu, 30 Agustus, 2017 7:58 am

Prosesi Turun ke Sawah di Bungaraya dan Doa Seorang Kakek di Pelukan Syamsuar

RiauKepri.com, SIAK– Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, baru saja hendak melangkah ke mobil dinasnya, usai menghadiri helat doa turun ke sawah musim tanam 2017, di Kecamatan Bungaraya, Selasa (29/8/2017) pagi. Nanum langkahnya terhenti oleh seorang kakek.

Adalah Samin nama kakek itu, kini dia berjalan tidak lagi dengan menggunakan kedua belah kakinya namun harus dibantu dengan tongkat. “Masih ingat dengan sayo,” kata Samin menyapa Syamsuar yang hendak melintas

Orang nomor satu di negeri istana itu, ketika hendak menuju ke mobil memang berniat hendak menemui Samin yang berdiri di bibir jalan. “Tentulah sayo ingat, makonyo sayo datang bersalam,” jawab Syamsuar.

Tak sekedar bersalaman, Syamsuar juga sempat cipika dan cipiki dengan Samin. Syamsuar juga tersenyum, apa lagi ketika itu Samin langsung saja berdoa agar Syamsuar diberi kesehatan dan kemurahan rezeki.

Begitulah doa seorang masyarakat terhadap pemimpinnya. Sebelumnya, dihadapan para petani Syamsuar sempat mengatakan, rasa syukur itu harus ditanamkan dalam diri kalau mau diberi keberkahan oleh Allah dalam melanjutkan usaha.

Baca juga :  Terasa "Kering" Karya Tari Baru di Riau, PLT Laksemana Taja Laksemana Award
Syamsuar saat pulang bertemu dengan kakek bernama Samin.

Kegiatan kelompok Tani Bungaraya yang diselenggarakan setiap tahunnya, sebelum turun ke sawah meminta keberkahan serta memanjatkan doa kepada Allah SWT, sehingga tanaman bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan ketika dalam melakukan pengerjaan tidak mendapatkan suatu halangan dengan harapan produksi tanaman padi bisa semakin meningkat.

Masih ada yang perlu dilakukan petani lagi, yakni meningkatatan keterampilan agar hasil produksi padi bisa jauh lebih baik lagi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga kesejahteraan bisa meningkat bagi para petani baik dari usaha pertanian, peternakan yang daya saingnya jauh lebih meningkat pula.

“Kita ini ibarat wayang, hanya bisa mengikuti saja. Semuanya Allah yang mengatur. Mari kita mendakatkan diri kepada Allah dan selalu bersyukur, sehingga diberikan rahmat kepada kita semua. Demikian pula dalam hal peningkatan untuk pertanian, kita telah mempunyai taman teknologi pertanian yang saat ini dipusatkan di Sungai Mandau, untuk itu, inilah upaya kita untuk meningkatkan keterampilan bagi para petani sehingga produksi pertanian bisa semakin baik pula,” kata Syamsuar.

Baca juga :  Menguat Semangat, Teater Matan Ziarah ke Makam Raja Kecik

Camat Bungaraya, Hendy Derhavin, membeberkan bahwa produksi padi agak merosot ditahun ini. Karenanya dia berharap para petani bisa lebih semakin giat dan tentunya kepada pemerintah untuk selalu berupaya bersama dalam memberikan bantuan yang dibutuhkan bagi para petani agar produksi padi bisa jauh lebih meningkat lagi

“Kami mengharapkan kepada petani untuk bisa memberikan dukungan apa yang akan diperbuat oleh pemerintah untuk kemajuan pertanian. Agar produksi padi meningkat, kita harus tetap menanamkan kekompakan dan tingkatkan komunikasi kebersamaan sehingga tidak adanya terpecah belah demi kemajuan kita bersama,’’ ujar Hendy Derhavin.

Sebelumnya, Poniman dari perwakilan kelompok tani mengatakan, tahun ini kemerosotan hasil produksi padi hanya mencapai 8 tonndengan rata rata 5 ton dari luas area yang digarap para petani, sehingga ia berharap agar kedepan keberhasilan para petani bisa lebih memuaskan dan meningkat.

“Walaupun produksi padi merosot kitapun masih bersyukur, petani tidak kapok. Kedepan para petani harus semakin giat, agar lebih baik,” kata Poniman. (hidayat)