Sabtu, 29 Juli, 2017 2:21 am

Puisi-puisi Awi Anjung

Sajak Waktu I
Menunggu
Kisah-kisah tak guna
Menyelip di hayal lampau
Mengintai secupak waktu
Akankah esok ada matahari

Pekanbaru, Mei 2017 
Sajak Waktu II
Di sini, selain aku
Tiada kepedulian
Dan kau mengeja waktu
Terus berjalan
Berhenti!
Pekanbaru, Mei 2017
Sajak Waktu III
Berhentilah menangis
Kita bersuara
Dan bersuara
Tiada kebisingan yang melampaui
Selain kita dan waktu
Sesibuk menghitung
Perjalanan pahit
Pekanbaru, Mei 2017
Air Hangat
Seduh segelas
Menemani  sejuk padi tadi
Dan bertemankan segelas hangat
Mari berbual Rindu
Pekanbaru, Mei 2017 
Rindu I
Kuseduh kopi hitam
Tak bergula
Selain, rasa pahit terasa
Tetap nikmat
Aroma dan kicauan rindu, melekat
Pulau Rindu, 12 Mei 2016
Rindu II
Puisi dan prosa, menyatu hangat
Di rintik hujan
Belai angin menghembus
Menyumbat rasa ingin tahuku
Apa kabar ,sayang?
Pulau Rindu, 2016
Sajak Rindu III
Kepulangan, langkah-langkah sepi
Mengepung aksara
Dihati bermimpi
Kau peluk sembilu duri
Pekanbaru, 2017
Repetan Semata
Yang terucap
Bukan kitab-kitab suci
Berpedoman hanya puncung laknat
Merepet semata
Arah yang menengah
Pekanbaru, Mei 2017
Bendera Tuhan
Berkibar
Berkibar
Allahu Akbar!
Berdirilah semesti berdiri
Pekanbaru, 2017
Menepis Pedih
Paraunya suara luka
Sedikit memetik pilu
Mengurung di khalbu
Terjuntai kenangan
Di ampai-ampai seutas angan
Igau itu pula menyarung pepat
Di senyap mengalir
Hambar
Sajak terlumat, tamat
Pekanbaru, 2016
Memandang Malam Kuberbisik
Memandang malam kuberbisik
Kedukaan hanya milik Tuhan
Kebahagiaan juga milikNya
Ketika pemiliknya meminta
Kita bias apa!
Pekanbaru, 2016
Mengukuh Rindu
Mengukuh rindu
Syair-syair pilu bertajuk
Rejam angin senggala
Menujah, nyilu
Santauan hangat
Mengiris
Miris, seampai panas
Bertalang getar
Kisah-ku berkisah
Kudap, 27 Januari 2016
Awi Anjung, lahir di Desa Dedap, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kepulauan Meranti. Aktif menulis di Komunitas Gemar Menulis (KGM) di tanah kelahiran, pernah mewakili beberapa event menulis, di antaranya FLS2N Provinsi Riau, dan lain-lain. Dan beberapa karyanya puisi dan cerpen pernah di antologikan dalam buku karya-karya anak watan Tasik Putri Puyu, seperti buku Antologi Puisi Menapak Jejak, dan Kumpulan cerpen Lorong . Sekarang menjadi mahasiswa di Universitas Lancang Kuning, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Jurusan Sastra Melayu.
Baca juga :  Perempuan Penoreh Getah