Jumat, 9 Maret, 2018 11:40 pm

Razia Warnet, Sekda Batam Minta CCTV Terhubung ke Pemko dan Polisi

RIAUKEPRI.COM, BATAM – Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin berharap pengelola warung internet (warnet) menghubungkan kamera pengawasnya (CCTv) ke pemerintah Kota Batam dan kepolisian. Razia tim yang pemko Batam yang terdiri dari Camat, Lurah, Dinas Kominfo, Satpol PP dan Bagian Tata Pemerintahan Setdako Batam ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan terhadap operasional warnet.

“CCTv mereka punya. Tapi kita ingin dikoneksikan ke kita (Pemko). Jadi Kapolres bisa mantau, pemerintah bisa pantau. Itu untuk mempermudah pengawasan,” kata Jefridin usai inspeksi mendadak (sidak) ke warnet di kawasan Sekupang, malam Jumat (8/3), kemarin.

Sidak dilakukan di empat usaha warnet di Kelurahan Tiban Baru, Tiban Indah, dan Patam Lestari. Pada sidak ini, tim yang turun menemukan bahwa sebagian besar warnet melanggar aturan jam operasional.

Berdasarkan Peraturan Walikota Batam, warnet boleh buka pukul 06.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat dan pukul 06.00-22.00 WIB di akhir pekan. Tapi nyatanya banyak yang beroperasi hingga lewat tengah malam hingga pagi hari.

Baca juga :  Imanta Ginting : Resmi Lantik RJC Pelalawan, Jokowi... Dua Periode... Merdeka

“Kita mulai sidak saja jam 10 malam (22.00 WIb) mereka masih buka. Bahkan ada yang buka sampai jam 1 (01.00) malam dan sampai dinihari,”ujarnya, dilansir mediacenterbatam.

Menurutnya, warnet yang melanggar aturan langsung diberi peringatan. Jika melanggar kembali, akan diberi sanksi tidak boleh perpanjang izin usaha. Sedangkan bagi warnet yang belum memiliki izin, diberi waktu untuk mengurus izin ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Masing-masing pengusaha juga ada tanggungjawab sosial. Bentuknya itu melarang anak sekolah main di warnet saat jam belajar atau malam hari sekolah. Kita minta ikuti aturan, sesuai Perwako,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Batam Amiruddin mengatakan tim yang turun terdiri dari Camat, Lurah, Dinas Kominfo, Satpol PP, dan Bagian Tata Pemerintahan. Menurutnya untuk pengawasan lebih kepada tugas Camat, Lurah dan Satpol PP. Sedangkan Dinas Kominfo bertugas mengawasi dari sisi konten internetnya yakni tidak boleh mengakses situs berbau pornografi.

Baca juga :  Bupati Bengkalis akan Tinjau Ulang Multiyear

“Saat sidak ada satu warnet yang kita ambil komputernya karena pemiliknya tidak kooperatif,”pungkasnya.

Pantauan media ini, tidak hanya warnet yang ada di kecamatan Sekupang yang mesti dirazia, sejumlah warnet yang ada di kecamatan Lubuk Baja (meliputi Winsord, Nagoya), kecamatan Batuampar (Jodoh, Seraya), kecamatan Bengkong (Bengkong Laut, Bengkong Ratu, Sei Panas), Kecamatan Batam Kota (Simpang Kara, Legenda Melaka, Dotamana), kecamatan Batuaji, Sagulung, Sei Beduk, juga terlihat sebagian melanggar jam operasional hingga larut malam dan hingga pagi.

Perlu ditindak tim yang selama ini terkesan dibiarkan, tidak hanya jam operasional buka tutup warnet yang mereka langgar, tetapi juga banyak yang tidak memperpanjang perizinan baik di pemerintah, seperti domisili, izin gangguan, surat izin usaha perdagangan (SIUP), Tanda daftar Perusahaan (TDP) dan lain-lain termasuk izin keramaian yang dikeluarkan dari intelkam kepolisian setempat. (r/helmy)