Kamis, 4 Januari, 2018 9:26 am

Reses di Melcem, Nyat Kadir: UWTO Bentuk Ketidakadilan di Batam

RiauKepri.com, BATAM- Permasalahan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) masih menjadi topik utama yang dikeluhkan warga saat reses Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Dapil Kepulauan Riau, Drs. H. Nyat Kadir, di Melcem, Kelurahan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Rabu (03/01/2018).

Reses yang juga dihadiri Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, Camat Batuampar, Lurah Tanjungsengkuang, dan seluruh RT/RW se-Kecamatan Batuampar ini bertujuan menjemput langsung aspirasi masyarakat dari bawah agar terciptanya kebijakan yang pro rakyat.

Menjawab masalah UWTO, Nyat Kadir melihat hal ini suatu bentuk ketidakadilan di Batam. Ia berpendapat UWTO harus dihapuskan karena menyengsarakan rakyat.

Baca juga :  Kirun yang Hilang di Danau Buatan Sudah Ditemukan

“Rakyat sudah susah disusahkan lagi. Sudah bayar PBB ditambah lagi UWTO. Dimana keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Nyat Kadir menyarankan agar Badan Pengusahaan (BP) Batam mengurusi wilayah-wilayah tertentu saja. Terkait perumahan sebaiknya diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemko).

Selain UWTO warga juga menyoroti masalah legalitas Kampung Tua Tanjungsengkuang dan Batu Merah yang saat ini masih belum mendapat sertifikat.

Nyat Kadir menyalami masyarakat dalam acara reses di Melcem, Batu Ampar.

“Kampung Tua merupakan persoalan sejarah, bukan jumlah penduduk ataupun etnis yang mendiami. Akan tetap kita perjuangkan apalagi sekarang Presiden Jokowi punya program 80 juta sertifikat, jadi harus bersabar,” ungkap Nyat Kadir yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam ini.

Baca juga :  Pangkostrad Hadiri Pengabdian IKA USU di Siak, Membakar Semangat Juang

Terakhir Nyat Kadir berpesan agar masyarakat juga menyampaikan keluhan secara langsung ke BP Batam.

“Kami tetap memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat, namun alangkah lebih baik masyarakat juga menyampaikan secara langsung kepada BP Batam, mungkin bisa melalui forum RT RW,” pungkasnya. (Rian/RK4)