Selasa, 25 Juli, 2017 7:50 am

Ribuan Ranmor Pemkab Natuna Nunggak Pajak, Totalnya Miliaran Rupiah

RiauKepri.com, NATUNA — Bagaimana mau menggenjot PAD dari pajak daerah jika ternyata pejabat Pemkab Natuna tak taat pajak. Begitu kabarnya terhadap ribuan kendaraan motor roda 2 dan ratusan kendaraan dinas roda 4 Pemkab Natuna.
Diperoleh data di Samsat, mobil pickup Hilux BP 8050 N milik Dishub, misalnya, pajaknya Rp1,6 juta, mobil Harier  BP 3 N  mati pajak sejak 2012 dan nunggak Rp 7, 6 juta, mobil Rush BP 4 N mati pajak sejak 11 Maret 2012 atau nunggak pajak Rp8 juta lebih. Bulan ini  BP 8 N pajaknya Rp 1,6 juta, BP 2 N jenis Prado Rp 2,1 juta, serta BP 1 N sudah jatuh tempo dan waktunya bayar pajak.
“Kendaraan roda 2 lebih banyak lagi. Motor Diknas zaman wempy malah tak ada BPKB,” jelas Kepala KPPD Natuna (Samsat), Alpiuzzamari, menjawab pewarta di kantornya, Selasa (25/07).
Total kendaraan bemotor milik Pemkab Natuna yang terdaftar di Samsat Natuna hingga Juli 2017 sebanyak 2634 unit, terdiri dari roda 2 sebanyak 2286  unit dan roda 4 sebanyak 348 Unit.
Kabag Aset Pemkab Natuna yang dikonfirmasi pewarta di kantornya menjelaskan bahwa anggaran untuk bayar pajak sudah disediakan. Kendalanya banyak mobil dinas dan motor dinas yang dikuasai dinas OPD menunda-nunda menyerahkan berkas hingga terlambat bayar pajak.
“Sejak dulu memang seperti itu, Mas, berkas kelengkapan Ranmor seperti BPKB dan STNK kan dipegang masing-masing. Kita sering menhimbau tetapi sampai saat ini banyak yang tak berespon. Kalau tidak dibayar, dana pajak balik ke kas daerah,” ujarnya. (RK-5)
Baca juga :  RAPP dan KLH, Siapa yang Betul Agaknya?