Rabu, 31 Januari, 2018 11:16 pm

Ribuan Warga Siak Salat Gerhana

RiauKepri.com, SIAK- Gerhana bulan total terjadi di beberapa wilayah di Indonesia pada Rabu (31/1/2018) malam. Ini merupakan fenomena langka karena bulan menunjukkan tiga fenomena sekaligus, yaitu supermoon, blue moon, dan gerhana bulan, yang dijuluki NASA sebagai fenomena super blue blood moon.

Di Kabupaten Siak sama halnya dengan daerah lain, Pemkab Siak melakukan Salat Gerhana di Mesjid Jamik Sultan Syarif Kasim, Komplek Islamic Center, Kota Siak.

Lapangan Masjid SSK dipadati ribuan para jemaah, pelaksanaan Salat Gerhanan ini dihadir Wakil Bupati Siak, H. Alfedri, beserta pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Siak.

Salat Gerhana ini bertindak sebagi imam Ustaz H. Mukhtar Abdul Kharim, sedangkan Khatib adalah Ustadz Toto Prasetyo, LC

Ustadz Toto saat menyampaikan kutbahnya mengatakan, sesungguhnya terjadinya gerhana merupakan peristiwa yang menakutkan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkhutbah dengan khutbah yang agung, menjelaskan tentang surga dan neraka.

Baca juga :  Motivasi Anak, Bupati Meranti Lounching Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku

Bumi, langit, matahari, bintang, bulan dan seluruh makhluk yang ada di jagat raya ini merupakan ciptaan ALLAH SWT, sudah keretapan Allah. Tidak ada satu pun maklum di muka bumi ini luput dari pantauan Allah.

Dengan adanya fenomena alam ini, sebagai bukti tanda kekuasaan Allah Ta’allah, dan sebagai umat muslim wajib menjaga keseimbangan alam ini, untuk selalu bertaqwa kepada Allah, dan mengerjakan perintahNya serta menjauhi larangannya.

Al-quran menyebutkan, sesunggunya rahmat Allah itu sangat dekat kepada orang-orang berbuat baik. “Artinya selaku mahkluk yang lemah manusia diperintahkan untuk menjaga alam ini, jangan dirusak, jika alam dirusak maka azab Allah akan datang.

Baca juga :  Banyak, Baznas Siak Salurkan Zakat Rp 1, 6 Miliar

Bahwa kita adalah makluk Allah yang sangat lemah, selalu menyukuri nikmat yang telah Allah karuniai kepada Kabupaten Siak yang memiliki alam yang subur dan memiliki sumber daya alam yang banyak. Masyarakat yang mayoritas muslim hendaknya senantiasa menjaga ibadah lima waktunya di mesjid, dan bersedekah ini merupakan wujud syukur kita kepada Allah.

Diingatkan, jika ada orang yang melihat gerhana matahari atau bulan, lalu mereka tidak peduli sama sekali, masing-masing sibuk dengan dagangannya, masing-masing sibuk dengan hal sia-sia, sibuk di ladang, maka semua itu dikhawatirkan menjadi sebab turunnya adzab Allah, yang kita semua diperintah untuk mewaspadainya. (RK/*)