Rabu, 2 Agustus, 2017 2:14 pm

Rudi Inginkan Batam Dapat Adipura yang Tidak Pura-pura

Rudi ketika meninjau upaya mengatasi masalah sampah di lapangan

RiauKepri.com, BATAM – Walikota Batam H Muhammad Rudi mengatakan tak masalah Batam tidak dapat piala Adipura jika memang kondisinya belum bersih. Karena itulah ia merasa tak perlu berkecil hati jika tahun ini kota yang dipimpinnya ini baru memperoleh Sertifikat Adipura.

“Kita ingin Batam benar-benar bersih dulu, baru dapat Adipura. Akhir jabatan saya, saya mau Batam dapat Adipura, tapi betul-betul karena Batam bersih, bukan karena yang lain,” kata Rudi, di Dataran Engku Putri, akhir pekan lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dendi N Purnomo menjelaskan sertifikat Adipura ini akan diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup pada Rabu (2/8). Meski tidak memperoleh piala Adipura, namun dari segi skor, lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Skor tahun ini jauh lebih baik dari tahun lalu. Batam satu-satunya kota besar yang dapat sertifikat Adipura. Periode Adipura sekarang berat, karena standar makin hari makin ketat,” kata Dendi di Sagulung, Selasa (1/8).

Ada empat poin penilaian pada Adipura kali ini. Bukan hanya tentang kebersihan tapi juga pengelolaan ruang terbuka hijau seperti taman, daerah konservasi, dan kebun raya. Penilaian juga dilakukan terhadap pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara dari polusi kendaraan, pabrik, dan sebagainya.

Baca juga :  Reses dengan Mubaligh, Nyat Kadir “Panen” Aspirasi

“Khusus untuk kebersihan, yang masih banyak kurang ada item besarnya yaitu kegiatan daur ulang atau 3R (reuse, recycle, reduce) di setiap kelurahan. Di penilaian Adipura, bobotnya ini cukup besar,” kata dia.

Kegiatan 3R di tingkat masyarakat contohnya pembuatan kompos, pemanfaatan karton bekas, termasuk pemilahan sampah di tingkat kelurahan. Dan dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat di kegiatan kebersihan ini, Dinas Lingkungan Gidup telah menggelar lomba antar kelurahan.

“Kemarin dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia kita buat lomba antar kelurahan. Tujuannya untuk mendorong tingkat kelurahan supaya lebih me-manage (mengelola) sampahnya. Batam bebas sampah 2020, semua diarahkan untuk itu,” kata Mantan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah ini.

Dendi mengatakan bobot penilaian yang cukup besar juga ada pada kegiatan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Saat ini, penutupan sampah di TPA Telagapunggur dilaksanakan satu pekan sekali. Seharusnya dilakukan lebih sering jika ingin mendapat penilaian tinggi.

Baca juga :  Sekda Kepri Ingin Perhelatan RDM Lancar dan Nyaman

“Sekarang ini karena keterbatasan anggaran, teknologi, alat berat, jadi optimumnya per minggu sekali. Di TPA ini juga harus diperhatikan gasifikasi. Itu skornya juga tinggi,” ujarnya.

Gasifikasi ini belum bisa dilaksanakan di Batam karena saat pembangunan infrastruktur TPA di tahun 1992, teknologinya masih sederhana. Sedangkan untuk pengelolaan air limbah, sudah cukup bagus dan terkendali.

Atas berbagai upaya yang dilakukan, Dendi optimis tahun depan atau paling lambat 2019 Batam bisa meraih piala Adipura. Karena melihat kondisi grafik yang terus meningkat.

“Retribusi naik, pengaduan sampah turun, schedule (jadwal) pengangkutan rutin, jumlah sampah yang dibuang ke TPA naik dari 800 mendekati 1000 ton per hari artinya efisiensi sudah baik. Kalau bisa dipertahankan atau ditingkatkan insya Allah bisa Adipura, 2019 atau tahun depan,” pungkas Dendi. (MCPKB/RK-4)