Senin, 14 Agustus, 2017 4:41 pm

Saat ikut STQ Nasional di Tarakan, Kafilah Kepri Palsukan Dokumen Peserta

RiauKepri.com, BATAM: Kafilah STQ dari Provinsi Kepulauan Riau yang ikut dalam STQ Nasional di Tarakan, Kalimantan Utara, melakukan pemalsuan dokumen, saat mengikuti STQ tingkat nasional dalam kategori hifzil quran 5 juz dan tilawah.
Hal itu disampaikan langsung oleh salah seorang peserta STQ cabang hifzil quran 5 juz dan tilawah Siti Jazilah Alvara (15) melalui ayahnya Helmizon.
Siti Jazilah Alvara, merupakan juara 1 STQ Kepri kategori hifzil quran 5 juz dan Tilawah utusan dari Kota Tanjungpinang. Sementara juara 2 diraih oleh Sri Rahayu (18), utusan dari Kabupaten Karimun.
Pengurus LPTQ Provinsi Kepri memanggil juara 1 dan 2 untuk mengikuti training center (TC) di quran center, sebelum dikirim mengikuti STQ Tingkat Nasional di Tarakan. Sebab yang menjadi juara 1 di tingkat provinsi, belum tentu akan mewakili Kepri untuk ajang perlombaan sekali dalam dua tahun tersebut. Tetapi ditentukan dari hasil dari TC.
“Di TC itulah kemudian akan dilihat lagi kemampuan peserta. Dididik oleh para instruktur yang pakar dibidangnya,” kata salah seorang pengurus LPTQ Kepri yang tidak disebut namanya.
Kedua peserta cabang hifzil quran 5 juz dan tilawah ini, akhirnya dikirim mewakili Provinsi Kepri di STQ Nasional di Tarakan, Kalimantan Utara.
Usai TC, Siti Jazilah Alvara terpilih mewakili Kepri. Seluruh dokumen kepesertaan diisi dan dilampirkan atas nama Siti Jazilah Alvara.
Namun, dua hari menjelang perlombaan, Ketua Kafilah Kepri untuk STQ Nasional ke 24 di Tarakan, Kalimatan Utara, KH Azhar Hasyim, memanggil kedua peserta cabang hifzil quran 5 juz dan tilawah tersebut.
Saat di ruangan itulah, KH Azhar Hasyim menyampaikan, bahwa yang akan tampil mewakili Kepri adalah Sri Rahayu utusan Karimun yang menjadi juara 2 di STQ Provinsi Kepri pada kategori yang sama.
“Berdasarkan keputusan LPTQ Provinsi Kepri, yang akan tampil itu Sri Rayahu, dikau terima saja”, ujar sang kiyai tersebut, seperti yang disampaikan Siti Jazilah Alvara.
Yang menjadi tanda tanya besar sang ayah, Helmizon, jika memang Sri Rahayu yang akan mewakili Kepri di TSQ Nasional tersebut, mengapa tidak nama dia saja yang didaftarkan untuk menjadi peserta.
“Setelah anak saya mendaftar dan melengkapi dokumen, mengapa kemudian diminta untuk tidak ikut dan diganti orangnya. Namanya nama anak saya, tetapi yang tampil orang lain,” jelas Hemizon kesal.
Menurut Helmizon, perilaku yang dibuat kafilah Kepri ini tidak mencerminkan orang yang paham isi kandungan al quran. Bahkan sebaliknya, mengajarkan anak-anak untuk menjadi penipu, menjadi pemalsu dokumen.
Helmizon juga menyayangkan Direktur Quran Center, Mahadi Rahman yang juga hadir saat pertemuan tersebut, juga meminta kepada Siti Jazilah untuk menerima keputusan tersebut.
“Ia Jazilah, dikau ikhlaskan saja. Tahun depan kamu akan kami bawa ke Medan mewakili Kepri,” ujar Mahadi Rahman saat itu.
Sementara Wakil Direktur Quran Center, Asril Arif, “udahkan Jazilah, kamu kan satu tim, kalau Sri menang kau juga ikut menang, ini demi Kepri. Tolong kau latih Sri supaya lancar hapalannya.”
Dalam STQ Nasional tersebut, Sri Rahayu (18) utusan dari Kabupaten Karimun, yang menyelesaikan Madrasah Aliyah di Qur’an Center itu, mendapat juara 2 cabang hifzil quran 5 juz dan Tilawah.
Namun saat pengumuman dan pengambilan hadiah, tim kafilah Kepri tetap meminta kesediaan Siti Jazilah Alvara untuk maju. (AR/RK)
Baca juga :  Dihempas Gelombang, Nyawa Warga Tanjungsengkuang Melayang