Senin, 14 Agustus, 2017 9:21 pm

Sabu di Meranti Dihitung Beratnya Pakai Timbangan Ikan

RiauKepri.com, SELATPANJANG–Sejak sukses mengamankan sekitar 1,5 kilogram sabu dan 1000 pil dalam dua jenis, masing-masing ekstasi 500 butir dan happy five (H-5) 500 butir, telepon genggam Danramil 02 Tebingtinggi, Mayor Arm Bismi Tambunan SE, sibuk jika dihubungi. Kontak langsung baru berhasil dilakukan riaukepri.com pada pukul 21.05 WIB.

Menjawab riaukepri.com, Bisri mengaku, jumlah sabu tersebut baru dalam perkiraan kasar mereka. Sebab, untuk menghitung berat sabu tersebut mereka menggunakan timbangan ikan, bukan timbangan digital. ”Kita menimbangnya pakai timbangan ikan karena kita tak punya timbangan digital,” kata Bismi, seraya mengatakan bisa saja jumlah barang bukti sabu tersebut lebih berat lagi jika menggunakan timbangan digital.

Menimbang dengan timbangan ikan ini, kata Bismi, dilakukan hanya untuk laporan sementara saja kepada atasannya. Sedangkan untuk jumlah pil ekstasi dan pil H-5 sudah dihitung pihaknya secara menual satu demi satu. ”Barang bukti ini masih kita amankan dan pada akhirnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian,” ucap Bismi.

Baca juga :  Baru Saja, Kebakaran Hebat Terjadi di Tabek Gadang

Ditanya apakah pada saat penggerebekan ada tersangka? Bismi mengaku pihaknya hanya menjalankan tugas atasan, bahwa akan ada masuknya narkoba dalam jumlah besar ke Meranti.

Seperti diberitakan sebelumnya, petang Senin (14/8/2017), sekiatr pukul 13.30 WIB, di Wisma Holiday, Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau,  anggota Koramil 02/Tebingtinggi, berhasil mengamankan Narkba dalam tiga jenis. Drama penangkapan ini berawal tiga hari lalu, sebuah pesan masuk ke Danramil 02 Tebingtinggi, Mayor Arm Bismi Tambunan SE. Yang memberi kabar, Dandim 0303 Bengkalis. Isinya, ada info akan masuk Narkoba dalam jumlah besar ke Kepulauan Meranti. Transaksinya dilakukan di penginapan yang ada di Kepulauan Meranti.

Mendapat info itu, kata Bismi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak penginapan yang ada di Selatpanjang. Jika ada tamu mencurigakan tolong diinfokan ke pihak Koramil 02 Tebingtinggi.

Senin (14/8/2017), Bismi mendapat informasi dari petugas Wisma Holiday, sekitar pukul 13.30 WIB, datang sepasang anak manusia memesan kamar. Setelah menanya harga, dan membayar Rp80 ribu, mereka meminta kunci tanpa menyerahkan kartu pengenal. Lalu keduanya masuk ke kamar 05, Wisma Holiday.

Baca juga :  BIG Jalin Kerjasama dengan Siak, Mengangkat Kedaulatan Pangan

Tak lama kemudian, sepasang sejoli keluar kamar. Namun, saat menitip kunci, mereka berpesan kepada receptionis, nantinya akan ada temannya datang dan tolong diberikan kunci. Lalu keduanya pergi begitu saja tanpa membawa barang bawaannya semula.

Curiga lantaran barang bawaan tamu tidak lagi terlihat saat keluar kamar, petugas wisma langsung melakukan pengecekan di kamar. Sebelumnya tidak ditemukan barang, namun terlihat ada bonjolan di bawah kasur. Setelah disingkap, ada barang mencurigakan di bawah kasur. Petugas Wisma Holiday langsung menghubungi Pelda Mursito dan melanjutnya menghubungi teman sejawat Serka Sumardi.

Mursito dan Sumardi datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah ditemukan barang tersebut, Bismi Tambunan langsung menghubungi Dandim 0303 Bengkalis. “Perintah atasan, BB harus diamankan dan lakukan pengintaian,” kata Bismi Tambunan. (RK1)