Jumat, 1 September, 2017 2:12 pm

Salat Idul Adha di Meranti Berjalan Hikmat, Bupati Ajak Masyarakat Begini

RiauKepri.com, MERANTI — Pelaksanaan Salat Idul Adha 1438 H dihalaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jumat (1/9) berjalan dengan hikmat, dihari raya qurban tersebut Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si mengajak seluruh masyarakat untuk menghayati makna Idul Adha yakni membina persaudaraan, mengamalkan nilai kepekaan dan kependulian antar sesama.

 

Bertindak sebagai Khatib Sholat Idul Adha Sudirman, Imam H. Al-Jufri.

 

Turut mengikuti Sholat Idul Adha 1438 H dihalaman kantor Bupati, Forkopimda Kapolres Meranti AKBP. Barliansyah, Danramil Selatpanjang, Kajari Meranti, Ka. Kanwil Depag, Asisten III Sekdakab. Meranti H. T. Akhrial, Kepala Dinas/Badan, Kepala Bagian Dilingkungan Pemkab. Meranti, tokoh masyarakat/agama/pemuda.

 

Dipagi yang cerah yang penuh rasa persaudaraan dan kebahagiaan, atas nama Pemerintan Daerah, pribadi dan keluarga Bupati mengucapkan selamat Idul Adha kepada seluruh masyarakat Riau khususnya masyarakat Meranti dimanapun berada.

 

Pada kesempatan itu, Bupati mengajak seluruh umat muslim dapat menghayati dan menjalankan pesan Idul Adha yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan istri Siti Hajar serta anaknya Nabi Ismail AS yang telah meletakan dasar dasar yang fundamental melalui pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan Qurban.

 

“Saya berharap apa yang diajarkan itu mempu menjadi tuntunan bagi masyarakat dalam menunaikan rukun islam yang ke 5 dan ikut berkurban,” ujar Bupati.

Baca juga :  Kaum Hawa Sibuk Minta Selfie dengan AHY

 

Apa yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS menurut Bupati merupakan kepatuhan dan pengorbanan yang tiada tara atas perintah Allah dimana jiwa dan ragapun siap dikorbankan. Seperti yang ditunjukan Nabi Ismail AS sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT dan hormat terhadap orang tua.

 

“Semoga kita mampu menunjukan semangat keimanan yang semakin meningkat,”ucapnya.

 

Idul Adha dikatakan Bupati, memiliki hikmah dua dimensi yakni ritual semata-mata memenuhi perintah Allah dan Rasul seperti dicontohkan Nabi Ibrahim sekalipun harus menyembelih putranya Nabi Ismail AS, dan yang kedua dimensi sosial yang mana daging kurban yang diberikan dapat menjadi perekat antar sikaya dan si miskin. Untuk itu Bupati mengajak semangat persaudaraan dan kepedulian antar sesama itu dapat terus diamalkan.

 

“Idul Adha memiliki makna membina persaudaraan, mengamalkan nilai kepekaan dan kependulian antar sesama anggota masyarakat, untuk itu kami mengajak bagi masyarakat yang mampu untuk berkirban membangun keikhlasan saling bantu dan kerjasama menpwujudkan kerukunan antara sesama umat beragama,” jelasnya.

 

Pada kesempatan itu tak lupa Bupati juga mendoakan seluruh Jemaah Haji didunia khususnya yang berasal dari Meranti yang saat ini sedang wukuf di Arafah dalam keadaan sehat dan walafiat sehingga dapat menjalankan rukun Haji secara sempurna dan saat kembali dapat menyandang predikat haji yang mabrur.

Baca juga :  Bapak di Inhil Ganyang Anak dan Istri Pakai Kapak Serta Linggis‎ ‎

 

Idul Adha memiliki hikmah dua dimensi yakni ritual semata-mata memenuhi perintah Allah dan Rasul seperti dicontohkan Nabi Ibrahim sekalipun harus menyembelih putranya Nabi Ismail AS.(F.humas)
Idul Adha memiliki hikmah dua dimensi yakni ritual semata-mata memenuhi perintah Allah dan Rasul seperti dicontohkan Nabi Ibrahim sekalipun harus menyembelih putranya Nabi Ismail AS.(F.humas)

Sementara itu, Khatib H. Sudirman dalam tausiahnya menjelaskan pentingnya Takbir Idul Adha, yang didalamnya terkandung 3 makna yakni Allah yang paling besar untuk itu umat manusia harus tanggalkan sifat kesombongan, makna kedua manusia tidak boleh mengatur jarak antara satu dan yang lain secara strata dan yang terakhir bisa menjalin hubungan baik dengan siapa saja.

 

Khatib juga mengingatkan kepada semua umat muslim untuk Peduli dengan kaum dhuafa dengan cara berinfaq karena harta adalah amanah yang dititipkan Allah maka gunakanlah untuk kepentingan agama Allah.

 

Akhir kata Khatib berpesan kepada umat muslim jangan sampai larut dalam ritual Idul Adha semata yang terpenting memahami pesannya dari Hari Raya Qurban tersebut, dimana Allah ingin mendidik umat manusia untuk memotong sifat kebinatangan yang melekat pada diri, memotong kebiasaan hidup yang acap kali tidak peduli terhadap orang lain.

 

“Semoga kita dapat memaknai Idul Adha ini dengan baik dan menjadi manusia yang husnul khotimah,” pungkas Al-Ustadz Sudirman.(RK/Hms)