Selasa, 20 Februari, 2018 9:12 am

“Seandainya Pak Syamsuar Jadi Gubernur, Bahagialah Warga Pekanbaru”

RiauKepri.com, PEKANBARU- Tokoh Desa Air Putih, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Malin Syaidi, tampak bahagia. Betapa tidak, Calon Gubernur Riau, Drs H Syamsuar, adalah calon yang pertama kali mau bersilaturahmi dengan masyarakat setempat.

“Setelah mendengar program yang Pak Syamsuar katakan tadi, mengenai pendidikan gratis, jalan, dan kesehatan, sungguh menarik. Seandainya bapak jadi gubernur maka bahagialah masyarakat Pekanbaru ini,” ungkap Malin, Senin (19/2/2018) sore.

Malin juga menyampaikan aspirasinya, bahwa Jalan Garuda Sakti yang sejak zaman Gubernur Riau, Saleh Djasit, sampai sekarang tak pernah diperbaiki. Karenanya diharapkan, hal ini menjadi program 100 hari kerja Pak Syamsuar jika nantinya jadi Gubernur Riau.

“Jalan Garuda Sakti ini muka depan ibu kota Provinsi Riau, seharusnya jalannya bagus. Tapi kami malu sebab sejak dibangun jalan ini hanya tampal sulam terus,” ucap Malin.

Terkait hal itulah, kata Malin,
mari bersama-sama mendukung untuk mengantar Pak Syamsuar sebagai Gubernur Riau.

Warga lainnya, Ibu Ida, sempat meluahkan rasa isi hatinya
terkait lapangan kerja. Terutama untuk anak warga perantau yang sulit bekerja di pemerintahan.

Syamsuar saat melakukan kampanye dialogis dengan warga Pekanbaru Jalan Garuda Sakti.

“Kami dari keturunan Minang, tapi kami sudah lahir dan besar di Pekanbaru. Kami harapkan anak kami bekerja di pemerintah daerah. Namun orang minang selama ini dinomor duakan. Janganlah kami sibeda-bedakan,” ucap Ida.

Baca juga :  Warga Siapkan Lahan 10 Ha untuk Syamsuar Bangun Puskesmas

Ketua RT 04, Ali Imron, mengaku secara fisik dia tidak mengenali Syamsuar, namun katanya, nama Bupati Siak ini cukup tersohor sehingga sulit rasanya jika ada orang tidak mengenali sosok Syamsuar yang sukses membangun Siak.

“Saya pernah melihat ceramah Ustad Abdul Somad, bahwa di Siak ada Perda Zakat dan pungutan zakatnya per tahun mencapai Rp 12 miliar. Bayangkan, seandainya Pak Syamsuar jadi Gubernur Riau berapa besar nanti zakat provinsi ini,” kata Ali.

“Kolaborasi Pak Syamsuar dengan Edy Natar Nasution, paling dasyat. Saya yakin, jika dipimpim beliau berdua Isnya Allah Riau lebih maju. Pak Syamsuar seorang birokrat yang ulung dalam mengambil kebijakan, sedangkan Pak Edy Natar Nasution karena dia mantan Danrem jelas ahli strategi,” sambung Ali.

Menjawab aspirasi warga ini, Syamsuar menyebutkan, jika dia diamanahkan menjadi Gubernur Riau maka Jalan Garuda Sakti menjadi salah satu prioritas kerjanya dan memang tak bisa ditampal sulam lagi.

Tugas kepala daerah itu, kata Syamsuar, menjamin pelayanan dasar yakni kesehatan dan pendidikan. Artinya, undang-undang sudah mengaturnya tinggal mengalokasi anggarannya dan ditentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada.

Baca juga :  SKPD Menranti Harus Paham Penginputan RUP, Kalau tak Ini Padahnya

Mengenai tenaga kerja di pemerintah daerah, menurut Syamsuar, rasanya tidak ada yang membedakannya. Apalagi kita semua yang tinggal di Riau adalah orang Riau dan jangan merasa sebagai orang lain apalagi membeda-beda etnis. Sebab, tugas semua warga negara menjaga keutuhan NKRI ini.

“Bagi saya, bagaimana kinerjanya. Jadi saya tidak akan membedakan etnis. Kita di sini semuanya adalah orang Riau dan tak usah merasa kecil hati. Di Siak berapa banyak kepala dinas dan pegawainya beretnis lain, karena memang kinerjanya bagus,” ungkap Syamsuar.

Warga saat menghadiri kampanye dialogis Syamsuar.

Dalam memimpin daerah, jelas Syamsuar, dia merujuk pada peninggalan atau mencontoh Sultan Siak yang merangkul semua masyarakat tanpa mengenal dari mana asalnya.

“Sultan Siak memberi contoh hidup berdampingan sehingga di Siak sejak zaman dulu sudah ada gereja dan klenteng. Inilah yang menjadi contoh saya dalam memimpin,” ungkap Syamsuar.

Persoalan zakat, kata Syamsuar, Insya Allah dikembangkan di Provinsi Riau. Apalagi zakat ini selain disebutkan dalam Al-qur’an juga ada peraturannya.

“Zakat adalah salah satu upaya pengetasan kemiskinan yang menjadi program pemerintah,” ungkap Syamsuar. (hidayat)