Jumat, 2 Maret, 2018 8:19 pm

Sebanyak 19,77 Kilogram Sabu Dihanyutkan di Perairan Internasional

RIAUKEPRI.COM, KARIMUN- Lain dari biasanya, Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi, kerap mengekpose pengungkapan kasus di Mapolda Kepri, namun kesempatan ini ia mengekpose kasus tindak pidana narkotika jenis sabu 19.77 kilogram dengan menghadirkan tiga tersangka, yakni SM (39), FD (34) dan BH (32) di Pantai Tanjung Ambat, Kelurahan Lubuk Puding, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun,Provinsi Kepulauan Riau, Jum’at (2/3/2018).

Keberhasilan yang ditorehkan dalam penggerebakan aparat Polres Karimun selain mengamankan barang bukti (BB) 19.77 Kg atau 19,770 gram narkotika jenis sabu yang tersimpan dalam 19 paket/bungkus besar dan 1 unit kapal pompong mesin dompeng 24 GT 4 warna hijau yang digunakan pelaku saat beraksi.

Selain itu, aparat kepolisian juga mengamankan 1 unit Gergaji besi 12′ warna kuning merk Eye Brand Germany, 1 (Satu) unit Handphone Nokia Warna Hitam Type Xpress Music, 1 Unit Handphone Samsung Warna Putih. Berikutnya, 1 Unit Handphone Merk Samsung Android, dua buah Tas Warna hitam corak biru dan warna hitam corak merah merkelegant, 1 buah Karung beras warna putih dan 1 buah Deregen Minyak warna Biru Tua.

“Modus yang dilakukan pelaku jaringan internasional (Malaysia-Indonesia) ini saling bertransaksi di perairan internasional dengan cara dihanyutkan dan dijemput oleh pelaku dengan menggunakan speed boat,” kata Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi kepada sejumlah wartawan dalam jumpa pers di Pantai Tanjung Ambat, Lubuk Pudin, Pulau Buru, Karimun.

Baca juga :  Dibobol maling, warga Dumai rugi Rp 91 juta

Dalam memberikan keterangan, Kapolda Kepri didampingi Direktur Narkoba Polda Kepri, Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga, Kapolres Karimun serta para Pejabat Utama Polda Kepri, Dandim 0317 Tanjung Balai Karimun, Danlanal Tanjungbalai Karimun, Asisten I Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Tanjungbalai Karimun, serta FKPD dan Unsur terkait.

“Kronolosis kejadinya, pada hari Jumat tanggal 23 Februari s/d 26 Februari 2018 sekitar pukul 08.00 wib, tim melakukan kegiatan penyelidikan terkait dengan informasi tersebut diatas dengan melakukan kegiatan profiling, surveilance, pengecekan terhadap pelabuhan – pelabuhan tidak resmi yang ada diwilayah Perairan Pulau Buru, kabupaten Karimun,”ujanrya.

Selanjutnya, sambung Kapolda, pada hari Selasa tanggal 27 Februari2018 sekitar pukul 23.00 wib di dapatkan informasi akurat bahwa pelaku akan melakukan perjalanan dari Kecamatan Buru menuju Perairan International (OPL) untuk mengambil narkotika jenis sabu yang diantar oleh WNA Malaysia.

“Berdasarkan informasi tersebut Tim langsung bergerak menuju perairan Pulau Buru untuk melakukan pengintaian dan observasi terhadap alat transportasi dan pelaku namun pelaku masih belum dapat diamankan. Kemudian tepat pada hari Rabu tanggal 28 februari 2018 sekira pukul 06.44 wib, tim melihat Kapal Jenis Pompong mesin dompeng 24 GT 4 di perairan Pulau Buru di daerah Kayuare Hitam dengan titik koordinat Latitude : 1.0167159, Longitude 103.5673726,”jelas Kapolda.

Baca juga :  40 WNI dan 9 WNA Ditangkap di Perairan Batam

Kemudian Tim, kata dia, mendekati kapal tersebut dan didapati ada 3 orang berada di dalam kapal dengan membawa 1 buah karung beras warna putih dan 1 deregen minyak dan langsung dilakukan penangkapan oleh TIM dan setelah dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap barang bawaan yang dibawa olah pelaku.

“Ternyata didapati ada 19 paket/bungkus besar serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu yang di masukan ke dalam karung beras sebanyak 9 bungkus dan yang dimasukan ke dalam deregen minyak sebanyak 10 bungkus dengan berat kotor secara keseluruhan sebanyak 19,770 gram atau 19,77 KG,” urainya.

Kemudian, sambung Kapolda tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Karimun untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut bersama barang Bukti narkoba jenis sabu yang berhasil disita sebanyak 19,77 Kg.

“Tersangka berafiliasi dengan kelompok jaringan Malaysia – Indonesia dengan wilayah pemasaran Kepulauan Riau, Lampung dan Jawa,” pungkasnya.

Akibat perbuatan tersangka dikenai Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat ( 2 ) Undang – Undang RI No. 35 Th. 2009 tentang Narkotika yaitu dengan ancaman Maksimal Hukuman Pidana Mati atau Pidana Penjara Seumur Hidup. Dari barang bukti yang berhasil disita sebanyak 19,77 Kg tersebut, maka dapat Menyelamatkan 150.000 anak bangsa. (r/helmy)