Jumat, 25 Agustus, 2017 4:29 pm

Lebih Seharian, Pesta Anak Pantai di Tanjung Riau

RiauKepri.com, BATAM — Pesta Anak Pantai di Tanjung Riau, Sekupang, dilaksanakan lebih seharian, Sabtu malam – Minggu (26 – 27/2017). Berbagai lomba dan atraksi kesenian tradisional disugukan, baik bersifat umum maupun terbatas hanya diikuti peserta dari kalangan masyarakat kelurahan setempat.

 

Ketua Panitia Pelaksana Pesta Anak Pantai, Sunaryo, menjawab RiauKepri.com, Jumat (25/08/2017), mengatakan, sebenarnya kegiatan ini sudah dilaksanakan pada siang Sabtu berupa tarik tambang, tapi pesertanya dari kalangan masyarakat Tanjung Riau saja.

 

Malam, dipersembahkan joget dangkung. Puncaknya hari Minggu, ditandai dengan pembukaan oleh Walikota Batam H Muhammad Rudi. Anggota DPR RI Dapil Kepri dari Partai NasDem Drs H Nyat Kadir, menurut Sunaryo, sudah terkomfirmasi kehadirannya.

 

“Alhamdulillah, orang tua kita tu (Nyat Kadir) memberi apresiasi yang besar terhadap pelaksanaan kegiatan ini sehingga membuat masyarakat cukup senang dan bangga. Beliau mendukung, baik secara moril maupun material,” ujar Sunaryo.

 

Sebelum pembukaan, kata Sunaryo, pagi sekali pada hari Minggu itu, dilaksanakan gerak jalan santai. Seremonial pembukaan di panggung utama sekitar Balai Pertemuan Kelurahan Tanjung Riau, kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba dan permainan laut.

Baca juga :  Mahasiswa FH Unilak Gelar KBM di Pelalawan

 

Koordinator acara perlombaan/ permainan laut, Mansar, secara terpisah mengatakan, tahun ini cabang perlombaan/ permainan laut tidak seramai tahun sebelumnya. Yang tetap bertahan jenis perlombaan sampan layar katagori 3, 5, 7, dan 9 orang. Untuk lomba boat hanya satu katagori, yakni yang bermesin 5 PK.

 

Permainan laut yang tak kalah seru adalah meniti batang pinang yang telah dilumuri dengan bahan pelicin. Selama ini, yang banyak dikenal adalah lomba memanjat batang pinang. Kendati demikian, subtansi keduanya sama.

 

Ditanya jumlah peserta pada perlombaan sampan layar, Mansar mengatakan, 30 – 50 kelompok dalam berbagai katagori. Para peserta bukan hanya dari Tanjung Riau, tetapi juga dari berbagai pulau di sekitarnya. “Dari Belakang Padang mungkin sekitar 8 peserta,” ujar Mansar.

 

Sebelumnya, ada lomba jung dan sampan dayung. Tetapi dengan berbagai keterbasan, kata Mansar yang dibenarkan Sunaryo, untuk tahun ini lomba jung dan sampan dayung ditiadakan. Soal waktu, misalnya, bisa memakan waktu sampai tiga hari jika dilaksanakan semua seperti tahun lalu, di samping arenanya juga kurang mendukung.

Baca juga :  Garuda Bangun Hanggar Maintenance, Gubernur Kepri Minta 75 Persen Anak Tempatan Jadi Pekerja

 

Permainan di darat yang dilaksanakan dalam Pesta Anak Pantai ini antara lain enggrang, lomba memasak nasi kunyit (tumpeng), lomba layang-layang, gasing. Selain joget dangkung yang sudah dimulai sejak malam, atraksi kesenian kuda lumpeng dan perisai lombak diharapkan dapat menambah semarak acara.

 

Sunaryo mengatakan, Pesta Anak Pantai Tanjung Riau merupakan bagian dari upaya untuk memeriahkan hari kemerdekaan yang ke-72. “Kegiatan ini dilaksanakan sejak 12 tahun lalu, dan Alhamdulillah selalu ramai. Yang menyaksikannya bisa ribuan orang,” ujarnya.

 

Meskipun dengan keterbatasan di sana-sini, Sunaryo memperkirakan, Pesta Anak Pantai yang ke-12 ini tetap mengundang banyak peminat. Disadari atau tidak, tambahnya, kegiatan ini sudah menjadi trade mark Kecamatan Sekupang, dan ke depan diharapkan dapat dukungan APBD secara khusus.

  • Risatnum