Senin, 24 Juli, 2017 10:36 am

Sembako dari Pemko Batam tak Sekedar Murah

Wali Kota Batam, Rudi menyerahkan sembako ke warga

RiauKepri.com, BATAM — Tak hanya murah, Pemerintah Kota Batam juga menjaga kualitas produk pangan yang dijual kepada masyarakat yang kurang mampu. Pengawasan produk diserahkan kepada PT PAN Asia sebagai konsultan dan surveyor, yang dilakukan mulai dari penetapan spesifikasi, survei pabrik, hingga pendistribusian.

“Kita mulai dari survei di pabrik Kerawang dan Cipinang. Kemudian ambil sampel dan dipadu hasil survei di pasar Batam, untuk tentukan kualitas mana yang dipakai. Proses produksi mulai dari gabah kita awasi. Sampai saat distribusi kita ambil sampel lagi untuk diuji,” kata Kepala Cabang PT PAN Asia Kepri, Heri Nurdi, belum lama ini.
Menurutnya, produk yang dipasarkan di bazar sembako murah ini sudah memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditetapkan Pemko Batam. Selain itu juga sudah memenuhi persyaratan Undang-undang Pangan dan Undang-undang Perlindungan Konsumen.
“Beras di pasar Batam umumnya lebih dari enam bulan karena melalui beberapa tahap distribusi untuk sampai ke tangan konsumen. Sedangkan beras yang di sembako murah Pemko Batam ini baru giling pabrik, masih di bawah satu bulan dari produksi. Identitasnya jelas, pabrikan ada izin Kementerian Pertanian, dan ada sertifikat halalnya juga,” kata dia.
Gula yang masuk dalam paket sembako murah ini juga berkualitas baik, memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI). Jenisnya gula kristal putih biasa, bukan rafinasi ataupun raw sugar.
Sembako bersubsidi ini berisi 5 kilogram beras premium, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Semuanya merupakan produk kemasan pabrik, bukan curah.
Sebanyak 30.730 paket sembako murah telah dibagikan ke 12 kecamatan yang ada di Kota Batam. Terakhir, 3.000 paket didistribusikan di Kecamatan Batuaji.
“Untuk akhir tahun kita ajukan kembali di APBD Perubahan,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
Paket sembako seharga Rp 102.000 ini masyarakat dapatkan dengan membayar Rp 50.000 saja. Sembako bersubsidi ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terutama di saat ekonomi lemah seperti sekarang.
Karena jumlahnya yang terbatas maka pemerintah membuat aturan satu kepala keluarga hanya bisa memperoleh satu paket. Maksudnya agar merata dan lebih banyak warga yang merasakan bantuan, serta tepat sasaran. Kontrol dilakukan dengan penyerahan fotokopi KTP dan KK saat pengambilan sembako. (MCPKB/RK-4)
Baca juga :  Pembangunan Citra Aerolink Batam Dukung Pertumbuhan Ekonomi