Sabtu, 10 Maret, 2018 4:42 am

Sikap Mandiri dan Percaya Diri dalam Tunjuk Ajar Melayu

Di tengah pusaran zaman kenen atau zaman now yang ditandai semakin canggihnya teknologi, banyak orang yang terombang-ambing dalam menentukan sikap. Orang-orang disuguhkan berbagai macam informasi yang memunculkan berbagai keraguan. Ketika keraguan semakin subur hidup di kehidupan umat manusia akan berdampak semakin terkikisnya kepercayaan diri. Tentu saja, ketika kepercayaan diri semakin terkikis akan memudar sikap mandiri. Hal ini perlu disikapi kalau tidak maka negeri ini akan didiami orang-orang yang tidak memiliki sikap.

Dalam Tunjuk Ajar Melayu yang ditulis oleh Almarhum Tenas Effendi, sikap mandiri dan percaya diri sangat tegas diterangkan. Untuk itulah, kami merasa perlu menurunkan Tunjuk Ajar Melayu yang berkaitan dengan sikap mandiri dan percaya diri orang Melayu dalam menentukan sikap. Mudah-mudahan hal ini bermanfaat dan berfaedah bagi kita semua, terutama generasi muda Melayu untuk bersikap dan menjulang marwah Melayu.

Kekuatan diri sendiri dalam Tunjuk Ajar Melayu menjadi pondasi untuk membangun kehidupan tanpa mengharapkan rasa iba orang lain. Diri sendirilah yang menentukan nasib, bukan orang lain. Selain itu, untuk menjadi orang yang terbilang, orang Melayu juga menghindari menumpang di kebesaran orang lain. Perlu diingatkan juga, pantang bagi orang Melayu menjadi penjilat. Untuk mengetahui lebih dalam lagi sikap orang Melayu terkait Sikap Mandiri dan Percaya Diri baca Tunjuk Ajar Melayu yang ditulis Tenas Effendi berikut ini:

Baca juga :  Ribuan Sepeda Kuno Lintasi Kawasan CFD Renon, Delegasi Minahasa Unjuk Kebolehan

apa tanda Melayu sejati
di kaki sendiri ia berdiri

apa tanda Melayu sejati
tegak di atas kaki sendiri

apa tanda Melayu sejati
percaya teguh ke diri sendiri

apa tanda Melayu sejati
hatinya tidak berbelah bagi

apa tanda Melayu sejati
percaya kepada kemampuan diri

apa tanda Melayu terbilang
pantang menumpang tuah orang

apa tanda Melayu terbilang
pantang menyelit di ketiak orang

apa tanda Melayu terbilang
ke diri sendiri ia berpegang

apa tanda Melayu terbilang
berani tegak dalam gelanggang

apa tanda Melayu terpandang
tegaknya tidak menyusah orang

apa tanda Melayu terbilang
bangkit tidak ditolong orang

apa tanda Melayu bertuah
di kaki sendiri ia melangkah

apa tanda Melayu bertuah
tegaknya tidak mengharap dipapah

apa tanda Melayu bertuah
pantang baginya menyerah kalah

Baca juga :  Maret 2018, 36 PMA Ajukan Izin Prinsip dengan Nilai Investasi Rp2 Triliun

apa tanda Melayu bertuah
duduk berdiri hatinya tabah

apa tanda Melayu bermarwah
tegaknya kaki, sikapnya gagah

apa tanda Melayu bermarwah
seorang diri ke tepi ke tengah

apa tanda Melayu beradat
hati kokoh pendirian bulat

apa tanda Melayu beradat
berdiri bukan karena tongkat

apa tanda Melayu beradat
besarnya bukan karena pangkat

apa tanda Melayu beradat
besarnya bukan karena menjilat

apa tanda Melayu beradat
percaya diri menjadi sifat

apa tanda Melayu beriman
diri sendiri menjadi sandaran

apa tanda Melayu beriman
tegak tidak mengharapkan bantuan

apa tanda Melayu beriman
dengan kakinya ia berjalan

apa tanda Melayu beriman
besar bukan karena teman

apa tanda Melayu berakal
duduk berdiri hatinya pukal

apa tanda Melayu berakal
percaya diri menjadi bekal

apa tanda Melayu berilmu
menumpang orang ianya malu

apa tanda Melayu berilmu
kemampuan dirinya ia tahu

apa tanda Melayu berilmu
berdiri tidak mengharap bantu

apa tanda Melayu terpuji
besarnya karena percaya diri