Kamis, 12 Oktober, 2017 6:48 pm

Soal 12 Moge Masuk Siak, 10 Saksi Diperiksa Termasuk Orang Bea Cukai

RiauKepri.com, PEKANBARU- Satuan Reserse Kriminal Polres Siak memeriksa 10 orang saksi dalam kasus 12 motor gede (moge) ilegal yang dibawa dari Batam Provinsi Kepulauan Riau menuju Kabupaten Siak, Riau. Dalam kasus ini, 1 orang tersangka JR (37) sudah ditahan, dan polisi masih mendalami potensi tersangka lainnya.

“Jumlah saksi yang telah diperiksa ada 10 orang. Sebagian merupakan orang yang membawa moge itu, ada juga dari pihak Bea Cukai, pihak Maboa dari Batam, yang mengeluarkan kendaraan,” ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo, Kamis (12/10/2017).

‎Dijelaskan Guntur, pihak Bea Cukai dan Maboa Batam Provinsi Kepulauan Riau yang diperiksa polisi itu terkait lolosnya moge tersebut dari pengawasan mereka. Sehingga, moge yang tidak dilengkapi dokumen lengkap itu sampai ke Riau.

“Tersangkanya JR, dia sebagai transporter dan membuat dokumen palsu kendaraan moge tersebut. Ada 4 moge yang dipalsukan, sedangkan moge 8 lainnya dipalsukan pihak lain yang masih kita selidiki,” ucap Guntur.

‎Sementara itu, tersangka JR sudah dilakukan penahanan, sedangkan berkas perkaranya masih tahap satu karena sedang dilengkapi penyidik.

“Tersangka dijerat pasal 263, tentang pemalsuan dokumen kendaraan dengan ancaman 6 tahun,” beber Guntur.

Baca juga :  Sosialisasi 4 Pilar, Nyat Kadir Nyatakan Ikut Nobar Film G30S/PKI

‎Kapolres Siak, AKBP Barliansyah, mengatakan, dari 12 kendaraan bermotor jenis Moge yang disita, ada beberapa orang yang terindikasi sebagai pemalsuan dokumen. Namun, polisi baru menemukan alat bukti terhadap JR.

“Sedangkan keterlibatan yang lainnya masih kita selidiki. Untuk tersangka JR ini memalsukan surat dan dokumen terhadap 3 Moge. Untuk 8 moge lainnya, itu berbeda tersangka pelakunya, tapi masih kita selidiki,” kata Barliansyah.

Barliansyah merincikan, penyidik membagi berkas perkara dalam 3 bagian dari 12 moge yang disita. Untuk yang 3 moge, polisi menetapkan JR sebagai tersangka. Sedangkan 5 moge, pelakunya masih diselidiki.

“Yang 5 moge ini, pelakunya itu melalui facebook. Jadi si pemilik moge mengurus dokumen moge melalui facebook, nah pelakunya itu yang masih diselidiki,” ucap Barliansyah.

Sementara, untuk 4 moge lainnya, pelakunya sudah ada dan berada di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Polisi belum merincikan identitas pelaku itu, dan belum menetapkannya sebagai tersangka. Namun, dia diduga kuat memalsukan dokumen 4 moge.

“Yang 4 moge ini, dokumennya diduga dipalsukan oleh seseorang yang berada di Batam. Tapi saat kita lacak ke Batam, dia sudah melarikan diri. Saat ini masih dikejar,” jelas Barliansyah.

Perlu diketahui, ke 12 moge itu dibawa dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau, melalui perairan dan berlabuh di Pelabuhan Buton Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Diduga tidak dilengkapi surat-surat kendaraan yang sah. Polisi mengetahui surat itu palsu setelah melakukan pengecekan ke Korlantas Mabes Polri.

Baca juga :  Dugaan SPPD Fiktif, Giliran Mantan Kadispenda Riau Diperiksa Kejati

Identitas kurir yang membawa Moge tersebut antara lain, Raghil Rawu alias Agil (19), Ferry Alamsyah (22), Raja Wendi Febriandara (27), M Akbar Noviardi (22), Husni (42), Kristiadi Fajar Gustanto (36). Mereka semua berdomisili di Batam dan Tanjung Pinang.

Berikut jenis dan merk kendaraan Moge yang diamankan polisi:
1. Harley Davidson nopol B 3555 SST
2. Harley Davidson nopol B 3987 EE
3. Harley Davidson nopol B 6795 UZC Mutasi Ke Sleman (Polda DIY)
4. Harley Davidson nopol B 3381 NG (Tidak ada di Database)
5. Honda CB 400 nopol B 3897 N
6. Harley Davidson nopol B 6720 THS
7. Ducati nopol B 6588 V
8. Harley Davidson nopol B 6969 FCT (Tidak ada di database)
9. Harley Davidson nopol B 4101 TBH
10. Harley Davidson nopol B 3042
11. Harley Davidson nopol B 5555 HOG
12. Harley Davidson nopol B 6279 PXJ. (hidayat/*)