Rabu, 23 Agustus, 2017 2:57 am

SPN Iwan Irawan Permadi Pemberi Warna Tari Riau

RiauKepri.com, PEKANBARU – Tidak pernah penat berkarya dan selalu menampilkan karya baru dengan tetap berpijak dari seni tardisi, merupakan identitas karya yang dihasilkan oleh Seniman Pemangku Negeri (SPN) Iwan Irawan Permadi. Menyaksikan karya seni tari yang dibentangkan Iwan Irawan, penonton diajak menelaah gerak dan mengaitkan dengan nilai-nilai tradisi Melayu Riau. Menyaksikan karya-karya tarinya, dapat dikatakan Iwan Irawan sebagai sosok seniman pembaharu dengan tetap mempertahankan makna filosi tradisi Melayu Riau.

Gelar Seniman Pemangku Negeri (SPN) yang disandang Iwan Irawan, merupakan gelar yang diberikan Dewan Kesenian Riau (DKR) pada tahun 2002. Pemeberian gelar ini bukan tidak beralasan, melihat kiprah Iwan Irawan di bidang seni, khususnya seni tari, sangat tepatlah gelar ini disandangnya. Berbagai perhelatan kesenian di dalam dan luar negeri, pernah dikikuti Iwan Irawan Permadi.

Iwan Irawan Permadi bersama istri dan cucunya

Untuk itulah kali ini, RiauKepri.com memuat profil, perjalanan karier Iwan Irawan di bidang seni tari. Selain dapat mengenal lebih dekat dengan seniman ini, profil ini juga dapat dijadikan semangat bagi generasi muda untuk tetap berkarya di bidang seni. Berikut ini profil Iwan Irawan Permadi.

SPN (Seniman Pemangku Negeri) IWAN IRAWAN PERMADI, lahir di Bandung pada tanggal 16 Juli 1960. Belajar kesenian awalnya pada bidang seni teater. Pernah bergabung pada kelompok Teater Roda di Bekasi (Jawa Barat) dan Bandar Teater Jakarta Utara. Belajar Seni Tari serta kesenian di Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo Yogyakarta (1980 – 1983). Pada tanggal 17 Agustus tahun 1984 mendirikan Pusat Latihan Tari Laksemana seiring dengan karya pertamanya “Drama tari Laksemana Hang Tuah” yang dipergelarkan di Gedung Olah Seni Tangkerang (Taman Budaya Riau sekarang).

Saat ini selain sebagai Artistic Director dan koreografer di PLT. Laksemana, Iwan Irawan juga sebagai Direktur Pasar TariKontemporer (PASTAKOM). Pada tahun 2012 bersama dengan saudara Tom Ibnur mendirikan ZAPIN CENTRE yang berpusat di kota Pekanbaru Provinsi Riau. Saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Zapin Centre.

Perjalanan dan Karya, antara lain :

  1. 1983 :Karya Tari Laksemana Hang Tuah ditampilkan di Gedung Olah Seni Taman Budaya Riau
  2. 1984 :Karya Tari Perisai ditampilkan pada Festival Tari Nasional di Taman Ismail Marzuki Jakarta
  3. 1985 :Karya Tari Zikir ditampilkan pada Festival Tari Daerah Nasional di Jakarta
  4. 1986 :Drama tari Cik Masani (Lancang Kuning) ditampilkan pada Pekan Drama tari Nasional di Taman Ismail Marzuki Jakarta
  5. 1984 – 1990 : Mengikuti Festival Tari Tingkat Nasional di Jakarta.
  6. 1987 : Karya Tari Menyibak Tirai Mengintai Nasib, ditampilkan di Taman Budaya Riau.
  7. 1988 : Karya Tari Sapak, ditampilkan pada Gelanggang Tari Sumatera di Padang.
  8. 1991 : Karya Tari Dua Lelaki, ditampilkan di Teater Arena Dang Merdu Pekanbaru.
  9. 1993 : Karya Tari Hutan, ditampilkan pada Gelanggang Tari Sumatera Pekanbaru.
  10. 1994 : Bersama Tom Ibnur membuat karya tari pada pembukaan MTQ Nasional di Pekanbaru.
  11. 1994 : Karya Tari Tidur Di Bukit Tadah Angin, ditampilkan pada Indonesia Dance Festival (IDF) di Gedung Kesenian Jakarta
  12. 1995 :Karya Tari Tuanku Tambusai, ditampilkan pada Pembukaan Dialog Selatan II (Indonesia – Singapura – Malaysia) diPekanbaru.
  13. 1995 : Mengikuti International Folklore Festival di Perancis dan Spanyol (selama 2 bulan) atas undangan Association CulturelleD’Echanges Internationaux.
  14. 1996 :Mengikuti International Folklore Festival di Perancis, Spanyol, dan Belgia (selama 2 bulan) atas undangan Association CulturelleD’Echanges Internationaux.
  15. 1997 : Karya Tari Songsong Arus, ditampilkan pada Pasar Tari Kontemporer di Pekanbaru.
  16. 1998 :Karya Tari Asap, ditampilkan pada acara Tari Menyongsong Abad XXI di Padang.
  17. 1999 :Karya Tari Al Rajul, di tampilkan pada Pembukaan Pesta Budaya Melayu di Taman Budaya Riau.
  18. 1999 :Karya Tari Sirih Besar, ditampilkan pada Forum Koreografer Sumatera di Padang dan Pasar Tari Kontemporer di Pekanbaru.
  19. 1999 : Karya Tari Perjalanan Panjang, ditampilkan pada Gelanggang Tari Sumatera di Padang dan Riau Dance Forum di Pekanbaru.
  20. 2000 :Mengikuti Hannover World Expo 2000 di Jerman.
  21. 2001 :Mengikuti International Dance Competition di Agrigento – Sisilia – Italy
  22. 2001 :Mengikuti International Folklore Festival diPerancis (selama 2 bulan) atas undangan Association CulturelleD’EchangesInternationaux. Dan Festival Gendang Nusantara di Malaka – Malaysia.
  23. 2001 :Karya Tari Akibat Patih Karma Wijaya, ditampilkan di Gedung Sositet Yogyakarta.
  24. 2001 : Mengikuti Bintan Zapin Festival di Tanjungpinang
  25. 2002 :Mengikuti Bintan Arts Festival di Tanjungpinang dan Misi Kesenian ke Singapura dan Brunei Darusalam.
  26. 2002 : Karya Tari Cindai Wangi WanSinari, ditampilkan pada Pasar Tari Kontemporer di Pekanbaru.
  27. 2003 : Mengikuti Bintan Arts Festival di TanjungUban dan Lagoi Kep. Riau.
  28. 2003 :Pentas di Gedung Teater Victoria Singapura pada acara Singapura Folk Fiesta.
  29. 2004 :Mengikuti International Folklore Festival di Perancis (selama 2 bulan) atas undangan Association CulturelleD’EchangesInternationaux.
  30. 2004 :Gelar Karya Tari “Kiblat” pada Pembukaan STQ Prop. Riau
  31. 2004 :Mengikuti Ecological Arts di P. Samosir Sumatera Utara
  32. 2004 :Pentas Kolaborasi bersama S. Trisapto dan Ben M. Pasaribu pada Bintan Arts Festival di Tanjungpinang.
  33. 2004 :Gelar Karya Riau Menangis pada pentas Pasar Seni Dewan Kesenian Riau.
  34. 2005 :Gelar Karya Tari Menyibak Media Berita tari masal pada pembukaan PORWANAS VIII dan Hari Pers Nasional di Pekanbaru.
  35. 2005 :Mengikuti Festival Chingay Parade of Dream diSingapura
  36. 2005 :Karya Tari Akhir Episode Tuah dan Jebat ditampilakan pada Indonesia Performing Arts Mar’t (IPAM) 2005 di Nusa Dua Bali.
  37. 2005 :Karya Tari Kecamuk ditampilkan pada Pasar Tari Kontemporer IV di Pekanbaru.
  38. 2005 :Karya Tari Menyibak Langkah & Mencari Ruang pada Semarak Zapin Serantau di Bengkalis.
  39. 2005 :Karya Tari Mencari Ruang ditampilkan pada Forum Koreografi Lintas Generasi Dewan Kesenian Jakarta
  40. 2006 :Karya Tari Ketika Dua Lelaki Bertemu ditampilkan pada Pasar Tari Kontemporer V di Pekanbaru dan Kenduri Seni Melayu VIII di Batam
  41. 2006 : Karya Tari Tunggu Menunggu ditampilkan pada Medan Annual Contemporer Showcase di Taman Budaya Medan dan Bintan Arts Festival di Tanjungpinang
  42. 2007 : Karya Amuk Asap ditampilkan pada Peringatan 1000 Hari Wafatnya Bagong Kussudiardja di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja Yogyakarta.
  43. 2007 : Karya Tari Gasing Bersiku & Tari Seligi Tajam Bertimbal ditampilkan pada Semarak Zapin Serantau di Bengkalis.
  44. 2007 : Karya Tari Global Warning ditampilkan pada Medan Annual Contemporer Showcase di Medan
  45. 2007 : Karya Tari Sisampek ditampilkan pada Opening Festival Film Indonesia (FFI) di Pekanbaru.
  46. 2008 : Karya Tari Sarung ditampilkan pada Opening Jambore PKK se-Riau.
  47. 2008 : Karya Tari Seligi Tajam Bertimbal ditampilkan pada Rumahitam Andalas Art Forum di Batam.
  48. 2008 : Karya Tari Mengais Harap di Kayu Terapung ditampilkan pada PASTAKOM VI di Anjung Seni Idrus Tintin Bandar Serai Pekanbaru.
  49. 2009 : Karya Tari Seligi Tajam Bertimbal di pentaskan di Gedung Teater Anjung Seni Idrus Tintin – Bandar Seni Raja Ali Haji – Pekanbaru
  50. 2009 : Mengikuti Pesta Raya Singapura 2009 – Malay Festifal of Arts di Esplanade Theatre On The Bay – Siangpura.
  51. 2010 : Mengikuti Kenduri Seni Melayu di Batam
  52. 2011 : Mengikuti Temu Zapin Indonesia di Pekanbaru
  53. 2011 : Mengikuti Solok Folklore Festival
  54. 2012 : Mengikuti Temu Zapin Asean di Pekanbaru
  55. 2013 : Mengikuti World Dance Day di ISI Surakarta.
  56. 2013 : Mengikuti Empayer Akar Kita Zapin di Malaysia
  57. 2014 : Mengikuti Peringatan Hari Tari Dunia di Taman Budaya Riau
  58. 2014 : Menyelenggarakan PASTAKOM VII
  59. 2014 : Karya Tari “Air Janggi” pada PASTAKOM VII.
  60. 2015 : Karya Tari “Zapin Seri Buantan” dipentaskan pada Temu Zapin Nusantara di JCC Jakarta
  61. 2016 : Karya Tari “Zapin Seri Buantan” pada Opening Konfrensi OKI (Negara negara Islam) dan Opening 41th Annual Meeting Islamic Development Bank Group di JCC Jakarta.
  62. 2016 – 2017 : Melakukan proses karya yg berjudul “AirJanggi – meniti langkah”
Baca juga :  Ini Para Aktor dan Atris "Raja Kecil" Teater Matan

Penghargaan:

  • Tahun 1999 : MENDAPAT ANUGERA KEBUDAYAAN SAGANG UNTUK KATEGORI LEMBAGA.
  • Tahun 1995/1996 : MEDAILLE D’HONNEUR PADA INTERNATIONAL FOLKLOREFESTIVAL DI PERANCIS, SPANYOL, DAN BELGIA (Bersama Tim PLT. Laksemana)
  • Tahun 2001 : PENGHARGAAN TROPHY PENYAJI MUSIK PENGIRING TERBAIK KE TUGA PADA INTERNATIONAL FOLKLORE FESTIVAL DI AGRIGENTO – ITALY. (Bersama Tim PLT. Laksemana)
  • Tahun 2004 : PENGHARGAAN PENYAJI UTAMA TERBAIK PADA INTERNATIONAL FOLKLORE FESTIVAL DI PORT SOUSONE – PERANCIS. (Bersama Tim PLT. Laksemana)
  • Tahun 2002 : ANUGERAH SENI DEWAN KESENIAN RIAU “SENIMAN PEMANGKU NEGERI” RIAU
  • Tahun 2006 : ANUGERAH SAGANG UNTUK KATEGORI SENIMAN/BUDAYAWAN RIAU
  • THN 2007 : ANUGERAH SENI DARI PEMERINTAH PROVINSI RIAU UNTUK KATEGORI “PRESTASI SENI TARI”.
  • THN 2009 : KARYA TARINYA “SELIGI TAJAM BERTIMBAL” MEMPEROLEH PENGHARGAAN ANUGERAH SAGANG UNTUK KATEGORI KARYA ALTERNATIF NON BUKU.
Baca juga :  Reaksi Cepat Pemkab Inhil Setelah Disebut Daerah Rawan Banjir