Minggu, 18 Februari, 2018 11:02 am

Syamsuar Akan Kembangkan Dunia Pariwisata di Buluh Cina

RiauKepri.com, KAMPAR- Pembangunan jembatan gantung dan pengembangan wisata Desa Adat menjadi usulan prioritas masyarakat pada Kampanye dialogis Calon Gubernur Riau nomor urut 1, Syamsuar, di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau, Sabtu (17/2/2018).

Hal itu baru diungkapkan Syamsuar Minggu (18/2/2018) pagi saat berbincang dengan wartawan di sela acara Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Riau 2018 di halaman Kantor KPU Provinsi Riau.

“Kampar memiliki banyak ragam kebudayaan dan kepariwisataan yang bisa dikembangkan. Salah satunya di desa Buluh Cina, yang telah menasional. Warga Kampar punya harapan yang besar dengan kami untuk mendukung perkembangan industri pariwisata di Buluh Cina,” kata Syamsuar.

Pembangunan jembatan gantung salah yang menjadi objek penting bagi masyarakat dan wisatawan yang sama ini menyeberang menggunakan rakit. Dengan adanya jembatan gantung itu nantinya, sarana penghubung dusun seberang tidak perlu lagi menggunakan rakit.

“InsyaAllah pembangunan jembatan gantung ini bisa direalisasikan. Sama seperti di Siak, nanti juga akan ada lagi pembangunan jembatan. Dan kemaren anggota DPRD Provinsi Riau yang hadir juga akan mewujudkan aspirasi warga Buluh Cina ini,” ucap Syamsuar lagi.

Baca juga :  Setelah Istiqhorah, Warga Rakit Kulim Jatuhkan Pilihan Pada Syamsuar

Selanjutnya, masih kata Bupati Siak dua periode ini Desa Buluh Cina ini memiliki sebuah hutan adat dengan luasan 2500 hektar 1500 hektar digunakan dan dimanfaatkan oleh warga. Sedangkan 1000 hektar dijadikan sebagai Hutan wisata. Hutan wisata ini dinamakan Hutan Rimbo Tujuh Danau.

Pada saat hutan-hutan yang berada di Riau beralih fungsi menjadi Hutan Tanaman Industri dan Perkebunan Sawit, Masyarakat desa yang tergabung dalam ninik mamak negeri enam tanjung, desa Buluh Cina mampu mempertahankan hutan adat ini dari penjarahan dan pengalih fungsian hutan.

Berkat kegigihan mereka dalam mempertahankan hutan, mereka mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Pemerintah menganugerahkan Kalpataru kepada desa ini pada tahun 2009.

Baca juga :  Mantap, Disambut dengan Tambuih dan Ratusan Warga Berteriak Syamsuar Menang

Uniknya lagi, masyarakat di desa ini juga akan menyambut tamu atau pengunjung desa dengan berbagai kesenian seperti penyambutan dengan musik talempong, silat Pangean, gondang gong, dan zikir bebano.

Selain itu, desa ini adalah desa dari atlit atlit dayung perahu naga yang prestasi mereka sudah sampai kemana mana. Thailand dan Singapura adalah dua negara yang menjadi saksi bagaimana perkasanya pemuda pemuda desa ini menggayuh perahu hingga garis finish.

“Katanya jika ingin melihat mereka latihan, kita bisa datang ke desa pada hari Rabu, Sabtu, dan Minggu. Maka dari itu, warga ingin hutan fasilitas dan sarana kepariwisataan di Buluh Cina ini dilengkapi sama seperti apa yang kami pernah lakukan di Siak. Selain dua yang prioritas Desa Adat dan pembangunan jembatan gantung, masyarakat juga inginkan infrastruktur jalan,” tutupnya. (RK1/*)