Jumat, 28 Juli, 2017 3:27 pm

Syamsuar Belajar Pelayanan UPTD PU dan Kredit Bunga Terendah di Penajam

Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi dan Bupati PPU, Yusran Aspar, bertukar buah tangan.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Inovasi pelayanan publik dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD-PU) yang dimiliki Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),  menginspirasi Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi. Orang nomor satu di Negeri Istana inipun merasa senang bisa berkunjung ke PPU karena banyak inovasi yang telah dilaksanakan Bupati PPU, Yusran Aspar yang bisa dicontoh dan dilaksanakan di Kabupaten Siak.

“Dari kunjungan kami hari ini, banyak masukan yang sangat berarti dan bermanfaat bagi kepentingan rakyat Siak khususnya. Kami ingin meniru keberhasilan dan melaksanakannya di Siak,” ucap Syamsuar usai pertemuan di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU.

Tidak hanya ingin belajar mengenai UPTD PU, Syamsuar juga ingin mengetahui dan belajar mengenai pinjaman kredit yang diberikan perbankan, terutama kredit yang disalurkan ke petani melalui PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Ibaduhrahman Penajam dengan suku bunga pinjaman terendah se-Indonesia.

”Kami sangat kagum dan terinspirasi dengan berbagai terobosan yang  ada di Kabupaten PPU hingga saat ini. Salah satunya adalah pengembangan daerah yang dikerjakan melalui UPTD-PU yang ada di kecamatan dan kredit yang diberikan dengan bunga terendah,” ungkap Syamsuar, Jumat (28/7/2017) pagi.

Baca juga :  Hari Pertama Operasi Zebra, 212 Kendaraan Kena Tilang

”Sebelumnya pembangunan cukup sulit karena harus melalui Dinas PU. Adanya UPTD PU di setiap kecamatan, berarti melimpahkan kewenangan seputar teknis pembangunan kepada camat setempat. Harapannya, bisa membantu percepatan pembangunan di desa tertinggal di PPU. Perbaikan insfrastruktur merupakan kebutuhan mendesak yang menjadi kunci keberhasilan serta perbaikan ekonomi,” kata Bupati PPU, Yusran Aspar.

UPT-PU di masing-masing kecamatan, sambung Yusran, hingga saat ini banyak menerima proposal dari masyarakat terkait pembangunan di desa dan kelurahan, kendati kondisi keuangan merosot kinerja UPT-PU terus berjalan. Di tengah kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten PPU yang semakin menurun, kinerja UPT-PU di setiap kecamatan menjadi acuan utama pembangunan di daerah setempat. Proposal dari masyarakat tersebut bervariasi, mulai dari pembukaan jalan baru, perbaikan hingga peningkatan jalan, serta pembuatan parit.

Terkait dengan kredit murah untuk masyarakat, Yusran menjelaskan, sejak 2005 Pemkab PPU telah menggulirkan dana sebesar Rp 7 miliar untuk disalurkan ke petani melalui PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Ibaduhrahman Penajam. Kini, modal bergulir itu jauh berkembang menjadi lebih Rp 43 miliar.

Baca juga :  Ketua LAM Riau, Awas Orang Memancing di Air Keruh

Dana itu yang kemudian diteruskan ke masyarakat berupa kredit UMKM. implementasinya tak perlu ditanya, per Desember 2016 saja dana yang bergulir (revolving fund) sudah menyentuh Rp 26,4 miliar. Itu baru dari program pembiayaan awal untuk alat mesin pertanian (alsintan) yang sebesar Rp 4,8 miliar. Masih ada pemberian kredit untuk pembelian pupuk, bibit, dan macam-macam pendukung pertanian lainnya.

”Adapun komposisi pembagian kredit murah yang diberikan untuk UMKM itu, yakni BPRS 4 persen, dan hanya 1 persen untuk pemerintah daerah. Sementara komposisi alsintan sebesar 5 persen (2,5 persen BPRS, 2,5 persen Pemkab). Itupun telah dalam perencanaan revisi sebesar 4 persen PBRS, fan 1 persen Pemkab sambil mnunggu terbit peraturan,” ucap Yusran.

Pada kesempatan itu, dilakukan penandatangan nota kesepahaman Pemkab PPU dengan PT Bumi Siak Pusako (BSP), penyerahan MoU Pemkab Siak dengan Pemkab PPU, dan saling tukar-tukaran cenderamata. Selanjutnya, peninjauan dua lokasi pekerjaan pembagunan jalan dari dana desa dan ke lokasi pembangunan jalan melalui kerjasama perusahaan. (RK-1/rls)