Jumat, 23 Februari, 2018 8:40 am

Syamsuar Gubri, Harga Sawit Meningkat, Ini yang Dilakukannya

RiauKepri.com, INHU- Gejolak ekonomi global mengganyang harga sawit di Provinsi Riau, petani pun menjerit apalagi pekerjanya. Begitu juga dengan harga minyak dan gas, sehingga kehidupan dirasakan semakin susah.

Harapan pun tercurah kepada pemimpin agar bisa kembali mengstabilkan harga sawit di Riau. Di tanah bumi lancang ini, setidaknya ada 3 juta haktare kebun sawit di Riau, namun ketidak seimbangan harga sawit, selalu berubah-ubah, menjadi persoalan sehingga perekonomian melemah.

Kelak, jika dipercaya sebagai pemimpin Riau, bakal Gubernur Riau, Syamsuar, menjadikan persoalan sebagai prioritas kerjanya untuk meningkatkan harga sawit atau paling tidak mengstabilkan harga sawit.

Caranya? “Perlunya idustri hilir sawit, karena jumlahnya diri sangat sedikit. Sementara hal ini memacu pertumbuhan ekonomi dan tentunya harga sawit akan terdongkrak,” kata Syamsuar dalam orasi politiknya pada kampanya dialogis di Desa Bukit Lipai, Kecamatan Batang Cenaku, Kamis (22/2/2018 petang.

Selain berupaya mengstabilkan harga sawit, Syamsuar juga berjanji menyelesaikan persoalan yang “menghenyak” alias menghantam petani lantaran tumpang tindih dan ketidak jelaskan kepemilikan hak tanah kebun sawit.

Persoalan kelapa sawit lainnya yang diselesaikan Syamsuar, terkait masalah produksi buah sawit yang saat ini menurun lantaran sawit sudah tua, rata-rata di Riau berumur 25 tahun dan sudah seharusnya dilakukan peremajaan.

Baca juga :  Ratusan Warga Duri Berbondong-bondong ke Hall Arjuna, Ada Apa?

“Hal ini perlu dilakukan karena sumber mata pencarian masyarakat dari sawit, karenanya Pemerintah Provinsi Riau harus memperhatikan hal ini karena produksi buah sawit menurun.
Jika saya diamanahkan menjadi Gubernur Riau, saya akan fokus pada pembedayaan pekerja kebun karet, bukan pemilik kebun sawit,” ungkap Syamsuar.

Di hadapan ratusan warga Desa Bukit Lipai, Kecamatan Batang Cenaku, Syamsuar juga sempat berbicara pembangunan. Katanya, pemerataan dan percepatan pembangunan dan perbaikan jalan sebagai prioritas kerjanya.

“Untuk percepatan pembangunan nantinya kita memberi bantuan desa, sehingga desa bisa sendiri mengelola keuangan dan tau apa yang hendak dibangun dalam upaya mensejahterakan masyarakat,” ujar Syamsuar.

Sesepuh masyarakat setempat,
Yunus, mengaku sangat menyambut baik program yang disampaikan Syamsuar. Bahwa selama ini persoalan sawit dan solusi yang ditawarkan calon gubernur nomor urut 1 ini, memang dambaan mereka.

“Kami berdoa, agar Allah meredhoi bapak sehingga diberikan amanah sebagai Gubernur Riau,” kata Yunus.

Yunus yang sudah hijrah dari Jawa Tengah tahun 1989, ini sangat bersuka ria kehadiran Syamsuar di tengah masyarakat Lipai.

Baca juga :  Warga Pulau Komang Sentajo Sepakat Bersatu Pilih Syamsuar

“Selama sini tidak masyarakat mendambakan agar harga sawit normal. Namun saya mau tanya, bagaimana masalah kesehatan BPJS, apa gratis mendaftar. Begitu juga dengan pendidikan dan pelayanan lainnya,” kata Yunus.

Wasito, selaku tuan rumah
kampanye dialogis menyebutkan,
berangkat dari kebersamaan semua masyarakat maka Riau
Riau akan lebih baik lagi.

Kemajuan Siak, kata Wasito, sangat tersohor dan jika Pak Syamsuar menjadi Gubernur Riau diminta agar mengadopsi kebijakan-kebijakan di Siak untuk Riau.

“Seandainya Pak Syamsuar jadi Gubernur Riau, apa berkeinginan membangun televisi lokal yang jangkauanya secara nasional. Sehingga perkembangan dan informasi tentang Riau kita dapat diketahui masyaraka,” kata Wasito.

“Pendidikan dan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat, malu rasanya jika pemerintah tidak mengratiskannya,” kata Syamsuar menjawab pertanyaan Yunus.

Nantinya, jelas Syamsuar, dia menerapkan pendidikan gratis 12 tahun. Sedangkan soal pelayanan kesehatan dibuat Puskesmas tipe D yang ada dokter spesialis.

“Terkait masalah televisi lokal, di Riau ada RTv. Jadi tinggal bagaimana pemerintah provinsi nantinya bekerja sama sehingga semua informasi bisa sampai kepada masyarakat. Sebab, pemerintah tidak boleh membuat televisi sendiri,” ucap Syamsuar.
(hidayat)