Minggu, 30 Juli, 2017 9:18 am

Syamsuar: Majunya Suatu Bangsa Ditentukan Pendidikan di Daerah

RiauKepri.com, SIAK--Kemajuan suatu bangsa salah satunya ditentukan majunya pendidikan di setiap daerah. Karenanya, pendidikan dan guru harus menjadi perhatian bersama.

Hal ini diungakapkan Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, saat memberikan kata sambutan dalam acara Konferensi Kerja II PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Tingkat Provinsi Riau yang berlansung di Gedung Tengku Mah Ratu Kota Siak, Sabtu (29/07/17).

Bupati Siak dua priode ini memiliki komitmen meningkatkan SDM masyarakat Kabupaten Siak, hal ini dibuktikan dengan memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) tentang wajib belajar 9 tahun yang diterapkan sejak awal dia memimpin Negeri Istna itu pada tahun 2011 lalu.

“Kita menyiapkan semua kebutuhan sekolah dan berharap tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah, semua biaya ditanggung opemerintah daerah, tidak ada biaya dibebankan kepada anak atau orang tua. Kenapa ini dilakukan, sebagai bupati kami melihat dari jumlah penduduk Siak saat itu kebanyakan masyarakatnya tamatan SMP, oleh karena itulah selaku kepala daerah saya mengambil langkah menerapkan wajib belajar 12 tahun agar meningkatkan tamatan masyarakat menjadi SMA,’ ungkap Syamsuar.

Perubahan undang-undang alih kewenangan SMA dan SMK yang semula dibawah pemerintah kabupaten, berpindah ke provinsi dibawah pengelolaannya Dinas Pendidikan Provinsi, kata Syamsuar, memunculnya kekahwatiran tidak hanya pada dirinya sebagai kepala daerah namun juga pada orang tua. Kekahawatiran tersebut jangan sempat mengubah mutu pendidikan yang sudah lebih baik ini menjadi menurun.

Memasuki priode kedua kepemimpinannya sebagai Nupati Siak, Syamsuar telah banyak prestasi dicapai dalam bidang pendidikan. Pemkab Siak terus melakukan kerjasama dibidang pendidikan dengan perguruan tinggi terkemuka di negri ini, agar anak Siak dapat menimba ilmu disana dan bisa kembali ke Siak mengabdi di daerahnya.

‘Kita semua berharap mutu pendidikan di daerah ini terus bertambah lebih baik, karena sebuah kabupaten yang dituntut untuk mempersiapkan SDM masyarakatnya agar bisa bersaing dengan daerah yang masyarakatnya secara SDM lebih maju,’ ucap Syamsuar.

Karenanya Syamsuar menyambut baik kegiatan PGRI di Siak ini, dengan Komprensi Kerja II PGRI diharapkan guru Siak dapat bertukar informasi tentang kebijakan masing-masing daerah. Sebab, kemajuan suatu bangsa ditentukan dengan majunya pendidikan di setiap daerah.

”Sudah tuntutan zaman dan tidak biasa dipungkiri, suatu waktu anak-anak kita akan kalah dengan anak-anak daerah lain kalau tidak ada peningkatan mutu dari kita, namun ini semua harus diimbangi dengan sarana dan prasana kemudian diimbangi dengan peningkatan SDM para guru itu sendiri,” kata Syamsuar.

Saran Syamsuar, arus globalisasi menuntut anak-anak untuk berbahasa Inggris apalagi nantinya bersekolah hingga keluar negeri. Di samping itu, pendalaman mata pelajaran lain juga harus digesa.

Sementara itu Ketua Umum PB PGRI, Unipah Rosyidi, sangat mengapresiasi kepada Bupati Siak yang terus-menerus memperhatikan pendidikan dan mutu para guru di Kabupaten Siak serta selalu mendukung kerja PGRI dan perjuangan PGRI dalam setiap kegiatannya.

Unipah berharap, guru jangan dibebani yang sifatnya admintratif, cukuplah guru mengurus anak didiknya karena hal kecil-kecil ini sangat menganggu dalam aktifitas mengajar. Seharusnya para guru didorong SDM-nya dan juga insentifnya karena guru merupakan gerbang terdepan dalam meningkatkan mutu generasi muda anak bangsa. Selain itu juga integeritas dan profesional guru penting juga untuk ditingkatkan.

‘PGRI harus naik kelas. Kalau inggin perjuangan kita didengar, maka kita harus naik kelas, tidak lagi menyampaikan pendapat dengan cara turun di jalan namun kita selaku manusia berilmu, hendaknya menyampaikan dengan santun dan cerdas melalui berbicara dan diplomasi,’ ungkap Unipah.

Untuk itu, Unipah mengajak semua anggota PGRI mendoakan para pemimpin yang sungguh-sungguh memperhatikan mutu pendidikan, seperti Bapak Bupati Siak, Pak Syamsuar yang peduli terhadap dunia pendidikan dan mutu para guru.

PGRI Riau memiliki 54,19 orang dari total jumlah anggota 70 persen laki-laki dan 30 persen wanita, acara  berlangsung dua hari ini dibuka secara resmi oleh Ketua BP PGRI yang ditandai dengan pemukulan gong. Helat ini selain dihadiri Bupati Siak juga dihadiri perwakilan pengurus PGRI kabupaten/kota se-Provinsi Riau, dan Kepala UPT Diskdik se-Kabupaten Siak serta para pengawas sekolah se-Kabupaten Siak. (RK1/*)