Kamis, 12 Oktober, 2017 9:19 am

Syamsuar, Pembentukan Kabupaten Siak Adalah Perjuangan Marwah

RiauKepri.com, SIAK–Lahirnya Kabupaten Siak tidak semudah membalik telapak tangan, semuanya perlu perjuangan baik harta maupun pikiran, demi untuk sebuah marwah pelayanan dan kesejahtraan kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi, dalam sambutannya pada peringatan HUT ke 18 Kabupaten Siak, Kami (21/10/2017) yang dipusatkan di depan Istana Asserayah El Hasyimiyah Siak Sri Indrapura.

Pada kesempatan itu, Syamsuar
mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengenang kembali peristiwa penting terbentuknya Kabupaten Siak pada tanggal 12 Oktober 1999, dan saat ini sudah berusia 18 tahun.

“Siak resmi menjadi Daerah Otonomi Baru melalui Undang undang Nomor 53 tahun 1999 dan tonggak sejarah itu tidak semata-mata berdiri sendiri, atau hasil pemberian pihak-pihak lain. Namun marwah yang berhasil kita bangun dan tegakkan pada hari ini, merupakan buah dari tekad dan semangat perjuangan yang dirintis dengan susah payah oleh para pendahulu,” kata Syamsuar dalam sambutannya.

Terbentuknya Kabupaten Siak ini, harapannya dapat mendekatkan masyarakat dengan pelayanan publik, serta percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pembangunan.

Baca juga :  Faisal Mengaku Hantam Kepala Cici dengan Meja ‎Tiga Kali

“Dalam perjalanannya, Kabupaten Siak terus berbenah, membangun sendi-sendi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, hingga sampailah hari ini, Kabupaten Siak genap berusia 18 tahun,” ucap Syamsuar.

Perenungan latar belakang peristiwa bersejarah dalam perjalanan terbentuknya Kabupaten Siak itu, hendaknya menjadi ruh dan semangat yang dipatri menjadi tema Peringatan Hari Jadi tahun ini. Yaitu “Kita Pertahankan Tradisi Pelayanan Publik Yang Unggul, Menuju Kabupaten Siak Sebagai Destinasi Utama Pariwisata Halal di Provinsi Riau.”

Tema tersebut, merupakan rajutan dari dua poin penting yang terkristalisasi dari semangat perjuangan diawal pemekaran Negeri Istana tercinta.

Dua poin pokok tersebut, jelas Syamsuar, mendekatkan pelayanan publik dan pembangunan kesejahteraan masyarakat. Yang kini diterjemahkan sebagai inovasi pelayanan publik yang unggul, serta cita-cita menjadikan Kabupaten Siak sebagai destinasi utama pariwisata halal di Provinsi Riau, sebagai pintu gerbang semakin tumbuhnya perekonomian masyarakat dimasa-masa yang akan datang.

Sedangkan point kedua, yaitu mensejahterakan kehidupan masyarakat. Kedepannya Kabupaten Siak tengah mempersiapkan diri sebagai destinasi pariwisata halal unggulan di Bumi Lancang Kuning. Melalui azam ini, diharapkan perekonomian masyarakat akan bangkit melalui berbagai sektor, dengan ekonomi kreatif sebagai lokomotifnya.

Baca juga :  Bawaslu Sebut 5 ASN Riau Melanggar Etika

Sejalan dengan itu pula, dalam kepemimpinan kami pada periode lima tahun kedua bersama Wakil Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi, juga bersama-sama DPRD Kabupaten Siak, telah menetapkan visi pembangunan jangka pendek Tahun 2016-2021, yaitu “Terwujudnya Kabupaten Siak Siak Yang Maju dan Sejahtera Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis dan Berbudaya Melayu, serta Menjadikan Kabupaten Siak Sebagai Tujuan Pariwisata di Sumatera.”

Sesuai dengan azam tersebut, kata Syamsuar, telah banyak upaya dan ikhtiar yang dilakukan seluruh elemen daerah ini dalam membangun negeri, serta mensejajarkannya dengan kabupaten dan kota lain di Provinsi Riau yang usianya jauh lebih tua.

Pada peringatan milad ke 18 itu, Bupati Siak juga menyerahkan penghargaan kepada 133 masyarakat di berbagai bidang masing-masing karena telah menjadi inspirasi dalam inovasi pelayanan publik. (hidayat)