Kamis, 17 Agustus, 2017 2:08 pm

Syamsuar tak Pernah Ikut Panjat Batang Pinang, Ini Alasannya

RiauKepri.com, SIAK--Momen perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus, selalu identik dengan berbagai perlombaan di masyarakat. Begitu pula dengan Bupati Siak Syamsuar, ia mengaku punya pengalaman seru saat lomba lantaran sering ikut pada lomba yang diadakan.

“Dari kecil saya sudah ikut berbagai macam perlombaan, saya dulu paling sering main bola kaki, tenis meja, catur dan bulu tangkis,” kata Syamsuar usai upacara.

Ada satu lomba yang tak pernah diikuti oleh mantan Plt. Bupati Kepulauan Meranti itu, yakni panjat pinang. “Sayo tak pernah ikut itu do, takut sayo keno pijak-pijak, paling tarik tambang dan pacu gonilah,” kata bupati dua priode itu.

Diakuinya, saat sekolah dulu dirinya tak pernah bertugas dalam upacara peringatan HUT RI. Menurutnya, yang bertugas itu kan orang-orang pilihan, namun Syamsuar tetap memberikan semangat dan motivasi bagi para petugas upacara bendera tersebut.

Baca juga :  Dosen Unilak Raih Studi Singkat ke Universitas Leiden di Belanda

Saat ditanya apa makna peringatan HUT RI bagi dirinya? Syamsuar mengatakan, kita harus banyak mengerti tentang arti perjuangan merebut kemerdekaan. Memperingati hari kemerdekaan tidak hanya sebatas gembira dalam menyambutnya, tetapi ada makna yang terkandung didalamnya.

Pertama lanjutnya, kita mendoakan arwah para pahlawan yang telah mendahului kita. Kedua, kita bisa mengenang jasa-jasa mereka yang telah berkorban merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Ketiga, yang terpenting adalah mereka bisa kita jadikan keteladanan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Ditambahkan Syamsuar, terkait pemberian penghargaan tersebut adalah untuk memotivasi dan ucapan terima kasih atas prestasi yang  mereka raih. Semangat inilah yang kami harapkan, sehingga memacu anak-anak Siak dan masyarakat Siak untuk lebih giat lagi meraih prestasi.

Baca juga :  Kemas Sungai Siak Membelah Kota, Mendukung Siak Smart City

Sementara, Wakil Bupati Siak, Alfedri, mengaku paling suka dengan lomba tarik tambang, karena mengajarkan semangat gotong-royong, kebersamaan dan solidaritas untuk bersatu mengalahkan lawan. Semua perlombaan pernah di ikutinya, tapi hanya panjat pinang yang tidak pernah ia ikuti.

“Beruntungnya kita masih memiliki kearifan lokal, ini harus dilestarikan, seperti perlombaan sempena peringatan HUT RI, tradisi ini jangan sampai hilang,” pinta Wabup.

Pada kesempatan itu Bupati memberikan penghargaan dan ucapan terimakasih sempena HUT ke-72 RI kepada 43 orang anak-anak Siak yang berprestasi, guru, organisasi, masyarakat, termasuk Puskesmas Kerinci Kanan yang berhasil masuk Top 99 award dari Kemenpan RB. (RK-1/*)