Kamis, 24 Agustus, 2017 4:34 pm

Tak Ada Duit Nak Balik Kampung, Slamet Depresi Panjat Tower

RiauKepri.com, NATUNA — Warga Sepempang Kecamatan Bunguran Timur dikagetkan dengan ulah seorang pria bernama, Slamet (60) asal Jepara. Pasalnya, dia nekat memanjat tower operator seluler di Desa Sepempang, Kamis (24/8) pagi. Diduga mencoba bunuh diri dengan cara terjun.

Kasatreskrim Polres Natuna, AKP Komarudin, membenarkan kejadian ini.

“Betul, kita terima laporan, ada percobaan bunuh diri atas nama Slamet. Namun gagal setelah aparat keamanan dan masyarakat setempat melakukan pertolongan. Pelaku berhasil dibujuk dan bersedia turun dari tower,” ungkap Kasat Reskrim Polres Natuna.

Baca juga :  Danlanal Dumai dan Wakil Bupati Meranti Gelar Bakti Sosial di SLB

Sebelum memanjat tower setinggi sekitar 50 meter, AKP Komarudin menjelaskan, ada warga yang melihat Slamet sedang menelpon dekat pelabuhan Sepempang. Setelah menelpon, tiba-tiba, pelaku lari ke arah tower sambil berkata kalau dirinya stres ditekan anak buah, dan ingin mengahiri hidupnya.

Usai berteriak, pelaku melompati pagar pembatas tower dan langsung memanjat. Namun pelaku pingsan pada saat berada diatas. Salah satu warga sekitar yang melihat pelaku langsung meminta bantuan anggota Kompi C yang sedang berlatih di sekitar pelabuhan untuk melakukan pertolongan.

Baca juga :  Kasus Korupsi di Riau "Mendunia"

“Pelaku berhasil diselamatkan dengan bantuan anggota Kompi C yang sedang latihan di dekat lokasi kejadian. Kemudian dengan bantuan Basarnas Natuna, pelaku langsung dievakuasi dan mendapat perawatan di Klinik Kompi C,” terangnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui motif jelas dugaan pelaku melakukan percobaan bunuh diri. Dugaan sementara pelaku depresi akibat tidak memiliki uang untuk pulang ke kampung halaman bersama rekan kerjanya.(RK)