Jumat, 27 Februari, 2015 8:42 am

Taufiq Pimpin KPU Rohil

Taufiq SH saat menandatangani Surat Tugasnya disaksikan oleh Ketua KPU Riau, Nurhamin

RiauKepri.com, PEKANBARU – Kursi kepemimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) resmi diisi oleh Taufiq SH, sebagai pimpinan antar waktu (PAW), untuk mengisi kekosongan kepemimpinan pasca mundurnya Azhar Syakban pekan lalu. Prosesi pelantikannya, langsung dilakukan oleh Ketua KPU Riau, Nurhamin, di Gedung KPU Riau, Kamis (26/2/2015).

Dengan pelantikan ini, Nurhamin berharap kepada ketua PAW KPU Rohil yang baru, agar segera berkonsolidasi dan bersosialisasi dengan seluruh perangkat kerja yang ada. Selain itu tentu dituntut agar segera melakukan komunikasi-komunikasi secara cepat dalam memahami regulasi-regulasi terkait penyelenggaraan pemilu.

“Kita harapkan Pak Taufiq sudah memulai kerjanya, karena tahapan penyelenggaran pemilukada di Rokan Hilir sudah mulai mendekati,” ucap Nurhamin.

Pengalaman Taufiq yang sebelumnya pernah menjabat sebagai panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Rohil, dipercaya Nurhamin dapat memegang amanah yang diembannya saat ini. Namun yang terpenting, pesan Nurhamin, bagaimana petugas KPU sebagai penyelenggara pelaksanaan pemilu dapat mempunyai integritas sehingga membuat pelaksanaan pemilu dipercaya oleh seluruh elemen masyarakat.

“Posisi penyelenggara itu harus jujur dan adil. Untuk itulah harus memahami teori dan konsep demokrasi, serta undang-undang dan masalah teknis kepemiluan,” tegasnya.

Baca juga :  PKS "Belajar" Kepemimpinan Partai dengan Syamsuar

Untuk itulah diharapkannya juga, dibawah kepemimpinan yang baru, dapat segera menyusun strategi yang baik agar kesuksesan penyelenggaraan pemilu dapat dicapai.

“Mohon diperbaharui lagi konsepnya dalam bekerja, karena pekerjaan ini termasuk di dalam kegiatan kita bernegara bukan berbisnis. Bernegara dan berbisnis itu berbeda, dalam bernegara ini pekerjaan kita itu ada pada lingkup yang lebih besar,” pesannya.

Sementara itu, jelas Nurhamin, mundurnya Azhar Syakban dari jabatan yang telah diembannya selama tiga periode kepemimpinan, berdasarkan permintaannya sendiri. Disebutkannya, Azhar beralasan karena usianya yang sudah tua dan merasa perlu untuk meletakkan jabatannya diisi oleh tenaga lainnya yang lebih muda.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Wak Atan (panggilan akrab Azhar,red), orang tua kita, atas apresiasinya selama ini mengawal pelaksanaan pemilu di kabupaten Rohil khususnya,” ucap Nurhamin.

Sebagai orang tertua yang pernah menjabat di KPU seluruh Riau, Nurhamin berharap, agar Azhar dapat pula menurunkan segala pengalamannya. Sehingga segala permasalahan yang pernah dilewatinya, dapat menjadi pelajaran bagi penerusnya.

“Kita sangat harapkan itu, sehingga kemungkinan yang bakal dihadapi dapat kita petakan sedini mungkin,” harap Nurhamin.

Sementara itu, Taufiq menyatakan bahwa dirinya telah siap dengan amanah yang dibebankan dipundaknya tersebut. Sebagai langkah pertama yang akan dilakukan, sebut Taufiq, sepulang pelantikan dirinya di Pekanbaru itu, dia bersama anggota komisioner lainnya di Rohil akan segera menggelar rapat pleno internal KPU Rohil. Rapat ini bertujuan untuk memilih secara definitif pengisian kursi jabatan Ketua yang saat ini dipegangnya.

Baca juga :  Jalan Sehat KPU Siak Diikuti Seluruh Ketua Parpol

“Saat ini saya kan masih Ketua PAW. Dan pemilihan definitifnya untuk pengisian jabatan yang kosong itu,harus dipilih melalui rapat pleno yang diikuti oleh seluruh komisioner KPU Rohil,” ujarnya.

Setelah rapat pleno usai dilakukan, jelas Taufiq pula, masih ada pembahasan besar yang harus dilakukan pihak KPU Rohil. Pembahasan itu, jelasnya, terkait anggaran penyelenggaran pemilukada yang akan dilaksanakan Kabupaten Rohil, Desember kelak.

“Anggaran memang belum, tapi kami akan segera berkoordinasi dengan pemda setempat, setelah kami menyelesaikan rapat internal kami dahulu,” ucapnya.

Jika nantinya dalam rapat pleno tersebut dirinya masih dipercaya untuk mengisi jabatan tersebut, dia mengaku bahwa dirinya telah siap. Karena hal itu, jelas Taufiq, tentu amanah yang tak dapat dielakkan lagi. (ASG)