Kamis, 10 Mei, 2018 12:13 pm

Terkait Aksi Damai ke PT. SDA, Sejumlah Kades Bantah Ikut Terlibat

RiauKepri.com, BUKITBATU – Sejumlah Kepala Desa (Kades) membantah ikut terlibat sebagai Koordinator Lapangan (Kolap) dalam rencana aksi damai dilakukan oleh Gabungan pemilik lahan, yang mengatas namakan Koperasi Bukit Batu Darul Makmur (BBDM) Kecamatan Bukit Batu ke PT. Surya Dumai Agrindo (SDA) pada tanggal 12 Mei 2018.

Dalam surat tersebut, aksi damai dilakukan dengan menutup sementara transportasi keluarnya Tandan Buah Segar (TBS) dari areal kebun PT. SDA Sungai Pakning dengan tujuan untuk mendudukkan persoalan pembahasan kesepakatan MoU tentang pembagian kebun plasma dan inti yang telah disepakati dengan pihak perusahaan sebelumnya.

Kepala Desa Batang Duku Sapri Safii ketika dihubungi membantah bahwa ia sebagai Kades ikut dilibatkan masuk sebagai Korlap dalam rencana aksi damai tersebut, akan tetapi sebelumnya diakui bahwa ada pemberitahuan dari kelompok tersebut kepada dirinya untuk melakukan aksi.

Baca juga :  Dompet Dhuafa Pendidikan Umumkan Penerima Beasiswa Tahfizh

Sebagai Kades ia tidak bisa hanya memberikan larangan dan merupakan hak dari kelompok tersebut menyampaikan aspirasi, walaupun ada sejumlah masyrakatnya ikut dilibatkan dalam aksi tersebut. Selain itu Sapri juga sudah meminta kepada kelompok tersebut untuk merubah kembali surat tersebut.

“Saya tidak mengetahui dilibatkan sebagi korlap dalam rencana aksi damai tersebut dan itu tidak benar, akan tetapi sebelumnya mereka ada menemui saya memberitahukan bahwa akan ada rencana aksi damai dan mengajak warga saya dan sebagai Kades saya tidak bisa melarangya dan merupakan hak setiap masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” kata Sapri.

Baca juga :  Sambut Hardiknas Plt Bupati Siak Bersepeda

Hal senada juga ditegaskan oleh Kades Sungai Selari Bahrum, bahwa ia juga membantah masuk sebagai korlap dalam aksi tersebut dan ia sudah mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan untuk tidak dilibatkan sebagai korlap. Selain itu Bahrum juga mengatakan bahwa ia sebelumnya juga ditemui oleh kelompok tersebut terkait rencana aksi tersebut, tetapi bukan dimasukan sebagi korlap.

“Tidak benar saya masuk sebagai korlap, karena harus ada aturan dalm hal ini. Saya sebagai Kades ada atasan yakni Camat dan untuk terlibat saya harus mendapatkan izin dari pimpinan tertinggi,” tegasnya. (RK4)