Senin, 24 Juli, 2017 5:53 pm

Tokoh Natuna Desak Bupati Tutup Tempat Hiburan Malam dan Judi

iRiauKepri.com, RANAI — Warga Kecamatan Bunguran Timur (Bungtim) kabupaten Natuna mendesak Pemkab Natuna tutup Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayahnya. Desakan ini sampaikan dalam rapat Tim Pekat kabupaten Natuna denga Tokoh Masyarakat (Tomas) Bungtim di RM Adelio, Senin (24/07/2017)

Sejumlah tokoh masyakarat Bunguran Timur menilai keberadaan THM dan tempat perjudian di sekitar Kota Ranai kecamatan Bunguran-Timur sangat meresahkan dan mengganggu kenyamanan warga.

Rapat tim pekat ini dihadiri Imam Masjid Jami’ Ranai, Ketua MUI Natuna serta tokoh pemuda. Pihak tim pekat yang hadir adalah Sekcam Bunguran Timur

Ketua MUI Natuna, Daeng Rumaidi dalam kesempatan itu meminta tim Pekat Kabupaten Natuna yang sudah terbentuk harus cepat bertindak menutup tempat hiburan malam. Sebab keberadaan tempat itu dinilai banyak mudarat dari pada manfaatnya.

“kita minta tim pekat jangan masuk angin, THM ini banyak pengaruh negatifnya terutama terhadap generasi muda, Jadi harus ditutup karena sangat mengganggu kenyamanan lingkungan,” tegas Daeng Rumadi.

Baca juga :  Hebat, 4 Serie Sepeda Motor tak Pakai Minyak Diluncurkan di Batam

Sabarudin salah seorang tokoh masyarakat Ranai Darat meminta THM dan tempat perjudian di sekitar Ranai ditutup karena sangat meresahkan. Menurut SabarudinTim pekat harus tanggap jangan sampai masyarakat bertindak sendiri, terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Abdul Samin ketua RT 002 Batu Ampar mengungkapkan rasa kecewanya kepada pemerintah daerah yang tidak bisa menutup THM dan tempat perjudian di Natuna.

“Saya ingat sikap tegas Pak Bupati Hamid Rizal ketika hearing bersama DPRD beberapa waktu lalu. Ketika itu Pak Bupati dengan gagah berani mengatakan tidak ada tempat bagi tempat hiburan malam di Natuna. Semua akan kita tutup tanpa terkecuali. Tapi buktinya itu hanya angin lalu,” jelas Abdul Samin mengingatkan.

Pada kesempatan sama, Imam Masjid Jami’ Ranai, Haji Mahdar mengajak masyarakat luruskan niat, untuk membasmi THM di wilayah Kecamatan Bunguran Timur. “Mari kita luruskan niat, untuk menolak keberadaan THM diwilayah kita, jangan hari ini kita tolak, besok kita terima,” ujarnya.

Baca juga :  Ditemukan Mayat di Pinggir Jalan Batuaji

Malah Haji Mahdae menyindir, kalau memang THM ini tidak bisa dibubarkan mending dibuka lokalisasi saja. Jangan terlalu mencolok di tengah keramaian dan dekat dengan rumah ibadah.

Pada kesempatan tersebut, Sekcam Bunguran Timur Buhari menyampaikan, semua aspirasi dan masukan dari para tokoh akan ditampung sebagai bahan masukan kepada pemerintah daerah. “Pihak kecamatan hanya sebatas memantau dan menampung aspirasi masyarakat, bukan sebagai pengambil keputusan,” ujar Buhari.

Hasil dari pertemuan tersebut, masyarakat Bunguran Timur menyatakan sikap menolak THM dan tempat perjuadian di wilayah Kecamatan Bungura – Timur. Penyataan sikap itu akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan pihak-puhak terkait. (RK-5)