Sabtu, 3 Februari, 2018 1:32 pm

Tuna Netra Membuat Syamsuar Menangis, Apa Pasal?

RiauKepri.com, MERANTI- Peserta dan undangan Pembukaan Jambore Pemuda dan Remaja Masjid se Kabupaten Meranti terhenyuh, senyap dan terpana melihat Gus Nanda, seorang tunanetra saat membacakan ayat suci Al-qur’an.

Begitu juara harapan II pada MTQ Riau di Dumai lalu ini turun panggung, dituntun, MC mengucapkan terima kasih. Kalimat berikutnya dari pembawa acara ini tersedu menahan tangis.

Usai Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir MSi, membuka kegiatan tersebut, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSI, sebagai tamu kehormatan diminta memberi kata elu-eluannya untuk memberi pandangan bagaimana peran pemuda dan remaja masjid dalam pembangunan.

Mengawali sambutannya, Syamsuar mengaku, dirinya sangat terhenyuh mendengar Gus Nanda membacakan Al-qur’an. Sampai-sampai Syamsuar berlinangkan air mata.

Baca juga :  Perubahan Prilaku Harimau Bonita Diteliti

“Sungguh luar biasa nikmat Allah, anak kita tunanetra saja bisa membaca Al-qur’an begitu indah. Saya terenyuh dan menangis. Belum tentu kita yang celik (tidak buka) ini bisa membaca Al-qur’an seindah itu,” ucap Syamsuar.

Remaja yang ada saat ini, kata Syamsuar, adalah dunia emas bagi bangsa Indonesia yang akan datang, termasuk Kabupaten Meranti. Anak-anak atau remaja sekaranglah nantinya yang menjadi cikal bakal memimpin negeri dan daerah ini.

Karenanya, masa anak-anak yang sudah baliq harus peduli dengan politik karena masa depan nantinya, lima tahun ke depan, ada di tangan pemuda saat ini.

Baca juga :  Nenek di Pekanbaru Ini Tinggal di Rumah Sudah Lapuk

Selain harus peduli dengan masa depan, kata Syamsuar,
anak muda juga tidak hanya cerdas namun juga harus beriman, karena kalau hanya cerdas dan tidak beriman bisa terlibat dalam tindakan radikalisme.

“Generasi muda harus kuat, energik, harus siap menghadapi berbagai tantangan. Caranya, belajar dengan sungguh-sungguh, kedua bekali diri dengan iman dan taqwa,” ungkap Syamsuar.

Syamsuar menyebutkan, bahwa
Jambore Pemuda dan Remaja Masjid se Kabupaten Meranti ini sangat baik dalam membentuk karakter remaja.

“Kalau negeri kita ingin berkah, terhindar dari bercana, maka tegakkan Al-qur’an,” ujar Syamsuar. (hidayat)