Minggu, 13 Mei, 2018 2:40 pm

Wagub Kepri Prihatin dan Turut Berduka Tragedi Bom di Surabaya

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG- Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto mengucapkan rasa duka yang dalam dan turut berlangsungkawa terhadap korban dan keluarganya atas tragedi ledakan bom yang terjadi di sejumlah gereja di Kota Surabaya, Minggu (12/5/2018) pagi.

“Atas nama wakil gubernur propinsi Kepulau Riau. Saya mengutuk keras tindakan terorisme di Surabaya. Saya mengucapkan turut berbela sungkawa dan berdukacita yang sedalam dalamnya. Semoga para korban yang meninggal dunia, segala karya amal dan ibadahnya, diterima disisi TUHAN YANG MAHA ESA dan semoga lekas diberi kesembuhan bagi korban yang sedang dalam perawatan. Amin,”kata Isdianto, dalam akun fb resminya.

Hal yang sama disampaikan, Tokoh Pemuda Kota Tanjungpinang yang juga penggiat Ormas dan salah satu kader Parpol, Hendri Biron mengatakan bahwa teroris adalah musuh semua elemen masyarakat. Dirinya, berharap aparat Kepolisian segera mengusut tuntas tragedi bom meledak di Surabaya.

“Teroris adalah Musuh kita bersama dan Musuh semua umat Beragama..
Tiada satu ajaran Agama apapun yang mengatasnamakan #KEKERASAN…
SEMOGA PIHAK KEPOLISIAN MENGUSUT TUNTAS DALANG DARI SEMUA INI,”ujarnya Hendri kepada Riaukepri.com, ketika dimintai tanggapannya, Minggu (12/5/2018) siang.

Baca juga :  Wujudkan Tata Kelola yang Bersih dan Terpercaya

Sementara itu, dilansir dari Kompas.Com, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan korban tewas dari ledakan di tiga gereja di Surabaya kini menjadi 9 orang. Perkembangan mengenai bertambahnya korban tewas akibat ledakan bom ini disampaikan Frans sekitar pukul 11.04 WIB.

“Sembilan meninggal, baru (bertambah) 1 meninggal di Dr Sutomo, jadi tambah 1 (dari 8 sebelumnya),” kata Frans, Minggu (13/5/2018) siang.

Dijelaskannya, jumlah korban luka yang sebelumnya sebanyak 38 orang kini menjadi 40 orang yang dirawat di rumah sakit.

Ledakan di Gereja Pantekosta Diduga Bom Mobil Di antaranya korban yang dirawat, terdapat dua anggota kepolisian dari Polda Jawa Timur dan Poltabes Surabaya.

Sebelumnya, ledakan terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya. Tiga gereja tersebut adalah Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja GKI, dan Gereja Pantekosta.Saat ini, tempat kejadian perkara (TKP) sedang dalam pengamanan aparat Polri.

Sementara itu, polisi masih mendalami seorang ibu dan dua orang anaknya diduga menjadi pelaku bom di gereja GKI Surabaya.

Baca juga :  6 Korban Jiwa Akibat Bom Bunuh Diri di Tiga Gereja

“Semua masih didalami,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera kepada wartawan di Surabaya, Minggu (13/5/2018), dikutip dari detik.com.

Aksi keji ibu dan dua orang anaknya itu diungkapkan oleh Antonius, salah seorang saksi mata kejadian.

“Saya sempat melihat 2 orang anak dan ibunya datang membawa 2 tas,” kata satpam, Antonius kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/4/2018).

Awalnya, petugas menghadang ibu tersebut di depan pagar halaman gereja sekitar pukul 07.45 WIB. Namun ibu itu tetap mencoba masuk. Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas.

“Tiba-tiba meledak,” kata Antonius. Suara ledakan cukup besar, hingga terdengar sampai lima kali. Kini, Jalan Diponegoro ditutup. Aparat kepolisian menyisir gereja.

Selain di GKI yang ada di Jl Diponegoro, ada dua gereja lain yang menjadi sasaran teror yakni Gereja Katolik Santa Maria dan GPPPS Arjuna. (*/helmy )