Jumat, 23 Februari, 2018 8:48 pm

Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim Ikuti Musrenbang Kecamatan Pulau Merbau, Gesa Pemerataan Pembangunan di Semua Sektor

RiauKepri.com, MERANTI – Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, membuka sekaligus mengikuti kegiatan Musrenbang Kecamatan Pulau Merbau, dalam kegiatan itu ia berharap masalah kemiskinan, peningkatan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat dituntaskan, bertempat di Hall Badminton Desa Semukut, Jum’at (23/2/2018).

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Ketua Komisi A DPRD Meranti Edi Mayudi, Kepala Bappeda Meranti H. Makmun Murod, Kepala OPD Dilingkungan Pemkab. Meranti, Camat Pulau Merbau M. Nazar, Kepala Desa Se-Kecamatan Pulau Merbau, Perwakilan Polsek, Perwakilan Koramil, KUA, Tokoh Masyarakat/Agama/Pemuda dan lainnya.

Musrenbang diawali dengan pemaparan Camat Pulau Merbau Muhammad Nazar, menjelaskan Kecamatan yang dipimpinya sudah berusia 8 tahun, terdiri dari 11 Desa, luas wilayah 375 KM Persegi, jumlah KK 4000 dengan penduduk 16 ribu jiwa, dari jumlah itu sebanyak 2203 KK tergolong miskin, batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan Selat Malaka dan berada pada posisi central yang cukup baik karena dilewati oleh transportasi laut dari Provinsi Riau.

Dalam rangka mempercepat pembangunan diwilayahnya Camat Pulau Merbau mengungkapkan beberapa kegiatan, yakni Pembangunan Kantor Kecamatan yang berlokasi di Desa Renak Dungun dimana sejak berdiri 8 tahun lalu Kecamatan Pulau Merbau Belum memiliki kantor yang representatif, Selanjutnya pembangunan jalan sepanjang 21 KM yang menjadi urat nadi aktifitas masyarakat.

Dan yang tak kalah penting usulan untuk mengatasi abrasi yang hingga saat ini telah mencapai 10 KM. Pelayanan kesehatan prima, usulan bidang pertanian dan perkebunan seperti di Desa Renak Sungun sebagai penghasil padi. Pengadaan fasilitas pendukung MTQ Kabupaten dimana Kecamatan Pulau Merbau ditunjuk sebagai tuan rumah.

Sementara Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim mengharapkan melalui Musrenbang ini dapat melahirkan usulan program pembangunan yang lebih berkwalitas, agar setiap uang yang ada dapat dipergunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat khususnya masyarakat Pulau Merbau.

Dalam Musrenbang kali ini, Wakil Bupati berharap tidak ada lagi masyarakat yang tidak puas terhadap usulan pembangunan yang akan dijalankan. Dan melalui forum itu ia meminta Kades dan Camat sebagai perpanjangan lidah masyarakat untuk menyampaikan kondisi real yang terjadi dimasyarakat.

“Sebagai penyambung lidah masyarakat Kepala Desa harus mampu melihat apa yang dibutuhkan masyarakat untuk diusulkan dalam Musrenbang,” jelas Wakil Bupati.

Seperti diketahui data-data usulan pembangunan tersebut akan menjadi bahan bagi SKPD untuk menyusun program pembangunan yang real, usulan pembangunan itu bukan saja menggunakan anggaran Kabupaten tetapi juga Provinsi dan APBN.

Baca juga :  Jalur Lalu Lintas Riau - Sumbar Terganggu Akibat Longsor

“Jika kita tidak punya program yang didukung dengan data data yang nyata dan jelas tentu dana itu tidak akan dapat,” pungkasnya.

Dihadapan Camat dan Kepala Desa, Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hayim menyayangkan banyaknya pembangunan infrastruktur jalan yang cepat rusak sehingga terpaksa dilakukan pembangunan yang berulang ulang.

“Ini salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan karena anggaran habis untuk hal yang seharusnya tidak terjadi,” jelas Wakil Bupati.

Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan dalam pokok pokok dikirannya mengungkapkan, keprihatinanya terhadap jumlah kemiskinan yang cukup tinggi di Kecamatan Pulau Merbau dimana dari 4 ribu lebih KK setengahnya masuk kategori miskin. Untuk itu dalam rangka menekan angka kemiskinan disalah satu Kecamatan tertua di Kepulauan Meranti itu, diingatkan Legislator dari Partai Amanat Nasional itu program yang diusulkan hendaklah yang menyentuh kehidupan dimasyarakat.

“Saya sangat sedih mendenggar tingkat kemiskinan yang tinggi di Pulau Merbau, untuk itu kita harus bergandeng tangan bersama sama menekan angka kemiskinan seperti yang ditargetkan di angka 25 Persen pada tahun 2019,”ujar Ketua DPRD Meranti.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Meranti menyampaikan dukunganya untuk pemekaran Desa Renak Dungun.

“Semoga tahun depan kita busa memekarkan Desa di Pulau Merbau dari 11 Desa menjadi 12 Desa,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Legislator DPRD Merantii Esi Masyudi, dikatakannya untuk urusan Pemekaran Desa Renak Dungun sudah di setujui Bupati.

Lebih jauh dikatakan putra asli Desa Semukut itu, kegiatan prioritas yang harus direalisasikan di Pulau Merbau diantaranya, jalan di dua pintu masuk Kecamatan yang berada di Desa Pelantai-Teluk Ketapang menuju ke Selatpanjang, dan jalan penghubung menuju Bengkalis di Desa Tanjung Pisang yang menurutnya sangat memprihatinkan.

Selain itu Pembangunan Kantor Camat yang tiap tahun digaungkan namun belum juga direalisasikan. Termasuk pembangunan kantor di 3 Desa yakni Ketapang, Rengat Dungun, Pulau Merbau.

“Ini menyangkut Ruh Kecamatan yang hingga kini belum terlihat,” ujar Edy Masyudi seraya berharap pemerataan pembangunan ditiap Kecamatan.

Terakhir masalah elektrifikasi yang belum menyentuh beberapa Desa.

“Tak perlu terlalu banyak program yang masuk biar sedikit asalkan bermanfaat besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca juga :  Unilak PTS Pertama Gunakan Sistem PIN di Kopertis X

Kepala Bappeda Meranti H. Makmun Murod menjelaskan sesuai PP No. 13 Tahun 2017 Kecamatan Pulau Merbau Masuk Kawasan Strategis Nasional, dengan begitu secara langsung menjadi perhatian Pemerintah Pusat dan Perovinai Riau, untuk itu OPD harus bahu membahu untuk mendapatkan porsi alokasi anggaran untuk emngentaskan kemiskinan yang cukup tinggi berkisar diangka 29.8 Persen.

Fokus pembangunan di Kepulauan Meranti meliputi, Pembinaan nilai sosial moral dan spritual, pelayanan administrasi yang efisien dan efektif, pelayanan kesehatan dan pendidikan, peningkatan kemampuan SDM bidang olahraga, seni budaya dan pariwisata, penuntasan Indikator kemiskinan, pembangunan infrastruktur dasar, mendorong pembangunan dunia usaha dan lapangan kerja, pembangunan sarana industri hilir pertanian perkebunan dan peternakan unggulan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup daerah pesisir.

“Dengan menjalankan rencana pembangunan yang tepat sasaran diharapkan dapat mengejar ketertinggalan yang ada,” ujar Kepala Bappeda mengakhiri.

Adapun sesuai Permen 86 Tahun 2017, usulan Desa dan Kecamatan hasil Penjaringan aspirasi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan, seperti di sampaikan Camat Pulau Merbau meliputi

Daftar Kegiatan Prioritas Kecamatan Pulau Merbau Tahun 2019 meliputi Pembangunan Kantor Camat di Desa Renak Dungun, Pembangunan Gedung Serba Guna di Desa Renak Dungun, Pembangunan Rumah Dinas Camat, Sekcam dan Pegawai, di Desa Renak Dungun, Pembangunan Base Jalan Semukut di Desa Semukut, Pembebasan Lahan Kantor Kecamatan Desa Renak Dungun.

Sementara kegiatan prioritas Desa, Desa Renak Dungun yakni Semenisasi jalan, Lanjutan Pembangunan Jalan Tanwirul Renak Dungun-Desa Ketapang Permai, Bubit Kelapa Hibrida. Desa Pangkalan Balai Semenisasi, Pembangunan Pelantar Penjemur serta rehap total pelabuhan. Desa Barah Melintang Pembangunan Tanggung Air, Semenisasi. Desa Batang Meranti Semenisasi, Binit Karet Unggul, Rehap Total Gedung SDN 12. Centai Semenisasi, Rehap Total Mushola, Pengadaan Bibit Karet. Tanjung Bunga Pembangunan Jalan Poros, Bantuan Alat Tangkap, Pembangunan Gedung SMP. Desa Kuala Merbau Pelebaran Jalan Pawang Kasim, Budidaya Ikan, Pembangunan Pendopo Pangai Bering Beras. Desa Ketapang Permai Pembangunan Semensiasi, Pangkalan Jalan, Pembangunan Body Jalan. Desa Teluk Ketapang Rehap Total Gedung SMP 01 Pulau Merbau, Pelabuhan Persinggahan, Balai Serba Guna. Desa Padang Kamal Semenisasi Jalan Pelabuhan, Pengadaan Bibit Lele, Pembangunan Tuang Belajar. Desa Semukut Semenisasi, Rehap Ruang Belajar, Pengadaan Bibit Petai. (RK6)