Selasa, 25 Juli, 2017 8:22 am

Walkot Pekanbaru Keracunan dan Kimteng Ditutup, Ini Kata Polisi soal Pidananya

RiauKepri.com, PEKANBARU — Meskipun dicabut sertifikat Laik Sehat sekaligus tidak memperbolehkan beroperasi, unsur pidana yang dilakukan Kedai Kopi “Kimteng” belum dapat langsung ditentukan. Saat ini polisi sedang menunggu hasil uji coba labor dari BPPOM setempat.
Menjawab RiauKepri.com Selasa malam (25/7/2017) via telepon gengamnya, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto, mengatakan hal itu. “Jika nantinya ada unsur kesengajaan atau kelalaian, bisa saja terlapor dipidanakan,” ujarnya.
Namun, tambahnya, karena dalam kasus ini ditangani Tim Yutisi yang terdiri berbagai unsur, pihak kepolisian menunggu hasil check semple selanjutnya dari BPPOM. Polisi juga masuk sebagai unsur Tim Yutisi, bergabung bersama Dinas Kesehatan, BPOM, Sat Pol PP,  Badan Pelayan Terpadu, dan Disperindag.
Ditanya sampai kapan menunggu hingga dilakukan proses hukum terhadap pihak Kedai Kopi “Kimteng”, Bimo menjelaskannya. “Wah, saya tidak tau. Pokoknya kita menunggu BPOM. Yang jelas proses hukumnya menimal kelalaian,” ungkap Bimo.
Kedai Kopi “Kimteng” dilarang beroperasi sebagai bagian sanksi pencabutan sertifikat laik sehat oleh Dinas Kesehatan Pekanbaru terhitung sejak tanggal 24 Juli 2017. Pada hari juga, sore, mulai sekitar pukul 15.00 WIB, tim melakukan sidak di “Kimteng”.
Dinas Kesehatan Pekanbaru  melayangkan surat kepada pimpinan Kedai Kopi “Kimteng”, yang kemudian beredar di kalangan wartawan. Disebutkan dalam surat itu, Dinas Kesehatan mengambil keputusan tersebut berdasarkan surat BBPOM RI tentang hasil pengujian sampel roti bakar lima hari sebelumnya.
Kisah bermula dari pengaduan Catering Barokah, yang memesan berbagai menu makanan/ minuman darii Kedai Kopi “Kimteng”. Setidaknya dalam dua kali order pada hari yang berbeda, sebagian mereka yang mengosumsinya mengalami gejala keracunan berupa mual dan muntah.
Celakanya, pada orderan pertama untuk memenuhi pesanan pihak Pemko Pekanbaru dan di antara yang mengalami gejala keracunan adalah Walikota dan Sekdako setempat. Menu yang diorder dari Kedai Kopi berupa soto, lontong, roti bakar, kopi dan air mineral.
Dari dua kejadian itu, akhir pihak Barokah Catering melapor ke Dinas Keshatan kota Pekanbaru. Berdasarkan laporan tersebut, pihak Dinas Kesehatan melakukan penyelidikan dan memperoleh indikasi kuat bahwa keracunan disebabkan dari makanan yang dipesan dari Kedai Kopi “Kimteng”.
Terletak di Jl Senapelan, Pasar Bawah, Kedai Kopi “Kimteng” merupakan tempat favorit bagi penikmat serapan pagi. Mulai pukul 06.00 WIB, kedai ini sudah terlihat penuh. Banyak pengunjung menilai menu yang disajikan “Kimteng” pas dengan selera. (RK-1)
Baca juga :  Foto AHY dan Syamsuar Viral, Apa yang Dibisikan Pemimpin Zaman Now