Selasa, 30 Januari, 2018 3:08 pm

Warga Temukan Mayat Bayi di Lubukjering, Bukan Pasutri Diamankan

RiauKepri.com, SIAK- Saat hendak mengambil daun ubi untuk sayur di Areal PT. RAPP Barak Kelantan, Kampung Lubukjering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Lisana Warutu tergelincir akibat licin. Namun dia mencium bau busuk dan ternyata berasal dari mayat bayi yang sudah meninggal.

Kepada wartawan Kapolres Siak, AKBP Barliansyah SIK, membenarkan penemuan mayat bayi perempuan, Selasa (30/1/2018), sekira pukul 07.00 WIB.

“Dua tersangka masing-masing berinisial AN dan SG, sudah kita amankan. Pasangan ini mengaku ketika dilahirkan bayi tersebut sudah meninggal dunia,” kata Barliansyah.

Hasil sementara pemeriksaan polisi, juga terungkap bahwa laki-laki dan perempuam yang diamankan itu bukanlah pasangan suami istri (Pasutri).

Baca juga :  Masuk Akal, Syamsuar Siap Bangun Jambatan Penghubung 3 Kecamatan di Pelalawan

“Kasus ini terus kita dalami, apa benar bayi perempuan yang sudah terkubur itu sudah meninggal saat melahirkan. Yang jelas, dua tersangka yang kita amankan bukan Pasutri,” ungkap Barliansyah.

Kronologis temuan mayat bayi tersebut berawal dari Lisana yang hendak mengambil daun ubi untuk sayur di sekitar Areal PT. RAPP Barak Kelantan Kampung Lubukjeering, Kecamatan Sungai Mandau.

Saat itu Lisana tergelincir di tanah liat yang masih basah, kemudian dia memanggil Faduhusi karena Lisana mencium bau busuk.

Sata itu Faduhusi melihat gundukan tanah yang mencerugikan sehingga digalinya dan ditemukan mayat bayi perempuan yang telah meninggal dunia.

Temuan ini dilaporkan ke Polsek Sungai Mandau, selanjutnya
Kanit Reskrim Polsek Sungai Mandau beserta anggota meluncur ke TKP dan dilakukan Olah TKP.

Baca juga :  Bawaslu Riau Hentikan Dugaan Pelanggaran Rudyanto dan Alfedri

Setelah mengumpul keterangan, polisi mendapat kesimpulan mengarah kepada dua tersangka. “Saat ini mayat bayi tersebut kita bawa ke RS Bhayangkara guna otopsi,” kata Barliansyah.

Tersangka, sambung Barliansyah, dijerat dengan Pasal 80 Ayat 3, Ayat 4 UU RI NO. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, setiap orang melakukan kekerasan terhadap anak dalam hal meninggal dunia dihukum paling lama 15 Tahun
Dalam ayat 4: pidana ditambah sepertiga apabila yang melakukan orang tuanya. (hidayat)