Senin, 16 April, 2018 1:24 pm

Waw! Di Musim Mas Program Syamsuar Mendulang Kagum

RiauKepri.com, PELALAWAN– Program kerja calon Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSI, yang dipaparkan saat kampanye dialogis di Desa Musim Mas Est 3, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Riau, mendulang decak kagun seratusan masyarakat yang hadir pada Ahad (15/4/2018) malam.

Jaafar, salah seorang warga dalam sesi tanya jawab diawalinya dengan rasa salut dan ketertarikannya dengan apa yang disampaikan, terutama masalah replanting atau peremajaan sawit yang harus dikejar, sementata dana masyarakat tidak ada. Apalagi begitu replanting petani mulai dari nol lagi menunggu sawit berbuah.

“Jika sandainya jadi Gubernur Riau, tolong hal ini diperhatikan, bantulah kami petani ini, Pak. Saya kagum dengan program replanting yang bapak paparkan tadi,” ucap Jaafar.

Jaafar juga memberi masukan kepada Syamsuar agar bisa menarik pajak yang begitu besar dari perusahaan sawit di Pelalawan sementara untuk daerah dapatnya hanya sedikit.

Sementara itu, tokoh pemuda setempat, Jhon, membeberkan
bagi anak muda di Pelalawan yang sudah tamat kuliah sangat sulit untuk berkreatifitas.

Karenanya, saran Jhon, perlu adanya semacam kerja sama atau yang menjambatani antara pemuda Pelalawan yang sudah tamat kuliah dengan kementerian sesuai dengan bidang ilmu masing-masing, sehingga ada kreatifitas yang bisa dilakukan anak muda di Riau, khususnya Pelalawan.

Menjawab aspirasi dan saran tersebut, Syamsuar mengatakan, berkenaan dengan replanting setelah sawit berusia 25 tahun, sebenarnya ada hak petani yang memiliki lahan paling sedikit 300 haktare.

Baca juga :  Demi Bertemu Syamsuar, Warga Bukit Kapur Dumai Swadaya Buat Acara

Bahkan sekarang, jelas Syamsuar, petani yang memiliki lahan 50 haktare dan ada kelompok tani atau koperasi bisa mengajukan replanting tersebut kepada pemerintah.

“Persoalannya, apa petani mau replanting sawitnya dan apa pemimpin memperhatikan hal ini,” kata Syamsuar.

Saran Syamsuar, kalau masyarakat tidak berani melakukan replanting, hal ini akan menimbulkan kemiskinan baru karena sawit tidak produktif lagi sementara sertifikat di sekolahkan. Utang semakin melilit penghasilan semakin berkurang.

Sawit, ucap Syamsuar, ke depan hal ini tidak bisa dihandalkan lagi di Bumi Lancang Kuning ini, begitu juga dengan migas. Hal ini seiring penurunan dan kelesuan ekonomi dunia sehingga harga jual sawit dan Migas juga turun karena harganya dipengaruhi ekonomi dunia. Karenanya, perlu tanaman sela untuk menunjang perekonomian masyarakat petani.

Sedangkan terkait masalah pajak atau retribusi daerah, jelas Syamsuar, memang ada ADD dan sebagainya. Dan diakui, bahwa pajak nasional misalnya pajak perusahaan dan pendapatan atau penghasilan karyawan, itu semua tak bisa dinikmati daerah. Penyebabnya, karena perusahaan-perusahaan di Riau itu sebagian besar berada di Jakarata dan di Medan, di Riau hanya operasionalnya saja.

“Akibatnya dari itu semua, kita tidak dapat menikmati pajak. Namun, saya sudah punya solusi sehingga pajak itu bisa dinikmati Riau. Tapi tak sekarang saya bebekan, masih jadi rahasia saya. Nanti ada debat kandidat saya beberkan,” ungkap Syamsuar seraya bergurau kalau dia sebutkan soal pajak itu sekarang bisa digarap calon lainnya.

Baca juga :  Di Meranti, Budak Kecil Saja Kenal Pak Syamsuar

Sedangkan terkait masalah lapangan kerja untuk sarjana, disebutkan Syamsuar, harus diakui sekarang pihak swasta tidak mempedulikan betul
soal ijazah sarja tapi mereka lebih mengedepankan sertifikasi.

“Oleh karena itu, kami punya program BLK yang bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja sehingga anak-anak Riau tersertifikasi

Dalam upaya membuka lapangan kerja itu, jika diamanahkan menjadi Gubernur Riau, Syamsuar juga bakal membuka pelatihan wiraswasta, sehingga masyarakat Riau nantinya mampu berdikari membuka lapangan kerja sendiri dengan kemampuan yang dia miliki. Pelatihan ini nanti bukan saja untuk anak muda pencari kerja namun juga untuk petani.

“Seiring dengan hal itu, kita buat juga kerja sama dengan Bank Riau untuk pinjaman modal dengan bunga di bawah 5 persen agar yang sudah mengikuti pelatihan wiraswasta bisa meminjam uang di sini. Saham besar Bank Riau itukan Provinsi Riau, kalau saya jadi Gubernur Insya Allah hal ini bisa kita wujudkan,” ucap Syamsuar. (RK1)