Menu

Mode Gelap
Masyarakat Adat Rantau Kasai Mengadu ke LAMR, Berharap Keadilan atas Lahan Ulayat PNBP Tembus Rp10,4 Triliun, Imigrasi Era Yuldi Yusman Catat Rekor dan Perketat Pengawasan WNA Dikejar Hingga ke Papua, Polisi Meranti Ringkus Tersangka Pencabulan Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi Kapolda Riau Pantau Upaya Pemadaman Karhutla di Dumai, Pastikan Kesiapan Peralatan dan Sinergitas Pemkab Bengkalis Taja Ramah Tamah Bersama Kajati Riau

Pekanbaru

Masyarakat Adat Rantau Kasai Mengadu ke LAMR, Berharap Keadilan atas Lahan Ulayat

badge-check


					Persukuan Melayu Rantau Sakai mendatangi Balai Adat LAMR.  (Foto: ist) Perbesar

Persukuan Melayu Rantau Sakai mendatangi Balai Adat LAMR. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Harapan akan keadilan itu tergambar dari langkah rombongan Persukuan Melayu Rantau Kasai yang mendatangi Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Kamis (2/4/2026).

Di tengah wajah-wajah penuh harap, mereka datang membawa cerita panjang tentang perjuangan mempertahankan tanah ulayat yang belum juga menemukan titik terang.

Rombongan yang dipimpin Datuk Sariman disambut Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, bersama jajaran pengurus. Pertemuan berlangsung hangat, namun sarat dengan kegelisahan yang telah dipikul masyarakat adat selama puluhan tahun.

Di hadapan para pemangku adat, Datuk Sariman memaparkan perjalanan panjang persoalan yang bermula sejak kerja sama dengan PT Torganda pada 1993. Ia menyebut, dalam skema itu masyarakat hanya memperoleh porsi kecil, sekitar 8 persen, sementara sebagian besar lahan dikuasai perusahaan.

Lebih dari sekadar angka, persoalan itu berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Lahan yang dahulu menjadi sumber penghidupan kini tak lagi sepenuhnya bisa mereka kelola, sementara harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masih jauh dari kenyataan.

Di tengah perjuangan yang belum usai, muncul persoalan baru. Datuk Sariman mengungkapkan adanya pihak lain seperti PKH dan Agrinas yang disebut mengambil alih lahan yang tengah diperjuangkan, lalu menyerahkannya kepada pihak lain.

Situasi ini dinilai semakin menambah tekanan bagi masyarakat adat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak berniat melawan negara. Mereka hanya ingin hak yang dirasakan belum adil itu dapat diakui secara layak.

“Kami tetap menjunjung hukum. Kami hanya ingin hak kami diakui dan dapat dikelola untuk kesejahteraan masyarakat adat,” ujar Datuk Sariman dengan nada harap.

Bagi masyarakat Rantau Kasai, pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya mencari jalan keluar melalui lembaga adat yang selama ini menjadi sandaran moral dan kultural.

Menanggapi hal tersebut, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyatakan LAMR akan mencermati persoalan secara menyeluruh dan hati-hati. Datuk Seri menekankan pentingnya mencari solusi tanpa menimbulkan konflik baru.

“Permasalahan ini harus disikapi dengan kepala dingin dan kebijaksanaan, agar solusi yang dihasilkan benar-benar memberi keadilan bagi masyarakat adat tanpa menimbulkan persoalan baru,” kata Datuk Seri.

LAMR, sambung Datuk Seri Taufik, memiliki tanggung jawab moral dalam memperjuangkan hak masyarakat adat, terutama terkait tanah ulayat yang menjadi bagian dari marwah Melayu.

“Kami di LAMR tidak akan tinggal diam. Persoalan tanah ulayat adalah marwah masyarakat adat Melayu. Namun, perjuangan ini harus ditempuh dengan cara yang bijak, terukur, dan tidak keluar dari ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pertemuan itupun ditutup dengan harapan yang sama, agar suara masyarakat adat tidak lagi hanya menjadi cerita panjang, tetapi berujung pada keadilan yang nyata. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi

2 April 2026 - 10:43 WIB

Pemprov Riau Apresiasi Kinerja BRK Syariah di Usia ke-60, Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan Tata Kelola

1 April 2026 - 17:48 WIB

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

1 April 2026 - 13:11 WIB

Terima SK Baru dari DPP, IPK Riau Semakin Solid di Grand Elite

1 April 2026 - 12:14 WIB

RUPS LB BRK Syariah Bahas Kinerja hingga Penguatan Tata Kelola

31 Maret 2026 - 21:03 WIB

Trending di Bisnis